Kumpulkan Rp307,5 Miliar dari IPO, Oversubscribed 167 Kali
AI News - PT Bach Multi Global Tbk (
) berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp307,5 miliar melalui penawaran umum perdana pada 8 Juli 2026, dengan permintaan investor yang oversubscribed hingga 167 kali, sekaligus mengumumkan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) menjadi pemegang saham pengendali, menambah sinergi dalam infrastruktur telekomunikasi.Poin Penting
- Dana IPO terkumpul: Rp307,5 miliar (oversubscribed 167 kali).
- Lebih dari 70 % dana, sekitar Rp215 miliar, dialokasikan untuk modal kerja, terutama pembelian genset.
- Target pendapatan 2030: > Rp3 triliun dengan laba bersih diproyeksikan Rp401 miliar (kenaikan 158 %).
- GTP menjadi pemegang saham pengendali, membuka sinergi infrastruktur telekomunikasi.
- Free float dipertahankan pada kisaran 15-20 % sesuai regulasi BEI.
Mengapa IPO Oversubscribed sampai 167 Kali?
Menurut Stockwatch, permintaan luar biasa pada IPO disebabkan oleh kombinasi antusiasme investor terhadap sektor energi serta infrastruktur telekomunikasi, didukung oleh reputasi grup Djarum yang terlibat melalui GTP. Penawaran 615 juta saham baru (15,06 % modal ditempatkan) dengan kisaran harga Rp400-Rp500 per saham menghasilkan total dana Rp307,5 miliar, menandakan minat signifikan. Tingginya eksposur bisnis genset dan solusi infrastruktur, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, menambah daya tarik. Kondisi ini menegaskan kepercayaan pasar bahwa memiliki fundamental kuat dan potensi ekspansi yang menjanjikan, memberikan perusahaan basis modal yang solid untuk tahap berikutnya.
Bagaimana Dana IPO Akan Digunakan untuk Memperkuat Modal Kerja dan Ekspansi?
Menurut Stockwatch, sekitar 70 % dana IPO, setara dengan kira-kira Rp215 miliar, akan diarahkan ke modal kerja, khususnya untuk pembelian genset yang akan diperjualbelikan maupun disewakan. Sisanya 30 % dialokasikan untuk mendukung ekspansi operasional, termasuk investasi pada proyek infrastruktur telekomunikasi dan peningkatan kapasitas produksi. Strategi ini selaras dengan rencana perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat dan memperkuat posisi kompetitif. Penggunaan dana yang terfokus pada aset produktif diharapkan menghasilkan peningkatan pendapatan dan margin laba, memperkuat kestabilan keuangan dalam jangka menengah.
Apa Dampak Kedatangan GTP sebagai Pemegang Saham Pengendali terhadap Fundamental ?
IDX Channel melaporkan bahwa kehadiran GTP sebagai pemegang saham pengendali meningkatkan fundamental melalui sinergi bisnis telekomunikasi yang sejalan. Komisaris Utama Anita Anwar menilai bahwa kolaborasi antara GTP, bagian dari grup Djarum, dan akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam pengembangan infrastruktur serta layanan pemeliharaan, sehingga menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. GTP memperoleh kontrol melalui transaksi opsi pasca-IPO, memberikan stabilitas kepemilikan dan akses ke jaringan bisnis yang lebih luas. Dampak praktisnya adalah kemampuan untuk mengeksekusi proyek skala besar dengan dukungan modal serta keahlian teknis, memperkuat posisi kompetitif di pasar nasional.
Bagaimana Target Pertumbuhan Pendapatan dan Laba sampai 2030 Memengaruhi Prospek Investor?
Menurut Stockwatch, menargetkan pendapatan melebihi Rp3 triliun pada tahun 2030, mencerminkan pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 12 % sejak 2025, ketika pendapatan tercatat Rp1,73 triliun. Laba bersih diproyeksikan naik menjadi Rp401 miliar, meningkat 158 % dibandingkan laba 2025 sebesar Rp155 miliar. Proyeksi ini didukung oleh strategi penggunaan dana IPO, kontrak backlog hingga 2026, serta sinergi dengan GTP. Bagi investor, target ambisius ini menandakan potensi pengembalian yang tinggi, asalkan perusahaan dapat mempertahankan margin laba bersih sekitar 9 % dan mengelola risiko nilai tukar melalui hedging. Dengan fundamental yang diperkuat, outlook jangka panjang menjadi lebih menarik bagi alokasi portofolio saham sektor infrastruktur.
Sumber : AI News