Aman Berinvestasi, Ini Cara Mudahnya...
Monday, November 21, 2022       15:37 WIB

Ipotnews - Demi memastikan kebutuhan keuangan di masa mendatang tercukupi, setiap orang perlu memulai untuk investasi sejak dini. Namun sebelum memutuskan untuk investasi, diperlukan beberapa langkah penting agar tujuan investasi bisa sesuai harapan.
Financing Planner Independent, Alemantis menyatakan sebelum investasi, setiap orang wajib melakukan pengecekan kondisi keuangannya. Pengecatan diperlukan untuk memastikan apakah dalam kondisi sehat atau tidak sehat. Apabila dinyatakan sehat, maka setiap orang baru bisa dinyatakan boleh berinvestasi atau sebaliknya.
Pengecatan kesehatan keuangan ini bisa dilihat dari penghasilan minimal harus sama dengan pengeluaran. Apabila pengeluaran lebih besar dari penghasilan, maka hal itu tanda bahwa kondisi keuangan tidak sehat.
"Tanda keuangan sehat yaitu kita bisa menabung minimal 10 persen dari pendapatan. Lalu jika ada utang harus terkontrol dimana maksimal utang harus 30 persen dari penghasilan. Usahakan utang yang dilakukan adalah utang produktif," tutur Titis, sapaan akrab Alemnetis di Jakarta, Senin (21/11).
Setelah kondisi keuangan dipastikan sehat, perlu dirumuskan terkait tujuan investasi. Ini penting karena terkait dengan berapa lama investasi dan jenis produk investasi yang akan dibeli atau dimiliki.
"Faktor utama merumuskan tujuan investasi adalah untuk apa lalu, target waktu berapa lama. Itu poin yang utama itu yang penting selalu dicatat setiap dari kita," sambungnya.
Agar tujuan investasi tidak meleset dan berujung kerugian, Titis menyarankan agar tidak mudah terjebak pada iklan yang kerap muncul di media sosial. Produk investasi yang akan dibeli harus dipastikan bukan karena faktor ikut-ikutan. Investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
"Sebelum investasi jangan FOMO alias jangan ikut - ikutan sebab di sosmed itu banyak pencitraan. Jadi kalau ada orang nawarin investasi dan bilang investasi tanpa risiko, maka langsung tolak. Sebab semua pasti ada risikonya," imbuh Titis.
Langkah selanjutnya untuk memastikan dana investasi aman, diperlukan upaya untuk memastikan legalitas perusahaan penyedia produk investasi atau manager investasi. Riset terkait perusahaan penyedia ini sangat mudah dicek legalitasnya melalui otoritas dari pemerintah.
"Jadi lakukan riset dulu terkait produk dan perusahaannya. Acuannya bisa melihat legalitasnya melalui website OJK, Bursa Efek Indonesia dan Kementerian Keuangan. Atau cari informasi dari yang sudah berpengalaman," kata Titis.
Titis menyarankan agar investor menanamkan investasinya dengan menggunakan uang dingin atau uang tidak terpakai. Hal ini diperlukan agar ketika terjadi penurunan nilai investasi, kebutuhan primer tidak terganggu.
"Jadi kalau emang buat makan masih susah, sabar dulu jangan investasi dulu. Memang semua pengen kita instan untuk menikmati hasil investasi tapi harus disadari semua ada prosesnya. Jadi sehatkan keuanganmu lalu tentukan tujuan keuanganmu, pahami alternatif investasi dan tentukan pilihan investasi," tukasnya. (Marjudin)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:57 WIB
Kinerja Keuangan CLAY 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:53 WIB
Kinerja Keuangan GPSO 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:47 WIB
Kinerja Keuangan WAPO 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:44 WIB
Kinerja Keuangan AGAR 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:40 WIB
Kinerja Keuangan HOKI 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:15 WIB
Resmi! KRAS Kuasai 50% Saham Krakatau Posco