Aksi Jual Saham Chip Menekan Indeks Saham EM Asia, Bursa Singapura Bersinar
Thursday, August 06, 2026       15:57 WIB
  • Indeks saham dan mata uang emerging market Asia cenderung melemah, dengan MSCI EM Asia turun 1,9% akibat aksi jual saham teknologi Korea Selatan dan Taiwan.
  • Kospi anjlok 4,6% dan Taiex turun 1,3% di tengah kekhawatiran belanja AI, sementara mayoritas mata uang regional menghapus penguatan dan berbalik melemah.
  • Di sisi lain, bursa Singapura menguat dipimpin lonjakan saham DBS, mendorong indeks MSCI ASEAN ke level tertinggi lima bulan.

Ipotnews - Indeks saham dan mata uang negara-negara  emerging market  Asia bergerak cenderung melemah hingga menjelamg akhir sesi perdagangan hari ini, Kamis (6/8).
Indeks saham MSCI Emerging Markets Asia, yang lebih dari sepertiga bobotnya berasal dari saham-saham Korea Selatan dan Taiwan anjlok 1,9%.
Indeks MSCI ASEAN yang didominasi saham-saham bank besar Singapura naik 0,6% ke level tertinggi dalam lima bulan.
Sementara itu, sebagian besar mata uang regional menghapus penguatan sebelumnya dan berbalik melemah. indeks mata  uang emerging market  versi MSCI melemah setelah sebelumnya sempat naik hingga 0,2% dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.
Laman Reuters melaporkan, hingga mendekati pukul 15:30 WIB Indeks Kospi Korea Selatan ditutup ambles 4,6%, terbebani penurunan saham produsen chip Samsung Electronics dan SK Hynix yang masing-masing terjungkal 6,3% dan 10,4%.
Indeks acuan Taeix Taiwan juga ditutup merosot hingga 1,3%. Saham pemimpin industri semikonduktor TSMC anjlok 1,7%.
Kedua bursa yang didominasi saham teknologi tersebut tertekan oleh kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya belanja untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sementara itu, SK Hynix dan Samsung menghadapi tekanan yang semakin besar dari investor agar membagikan lebih banyak kelebihan kas melalui dividen atau program pembelian kembali saham (buyback). Dua produsen chip terbesar dunia itu diperkirakan akan memiliki total kas bersih mencapai USD263 miliar pada akhir tahun.
Di kawasan Asia Tenggara, bursa saham Singapura mengungguli sebagian besar bursa saham  emerging market  Asia, memutus tren pelemahan selama lima sesi berturut-turut. Harga saham bank terbesar negara itu, DBS, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa berkat laba kuartalan tertinggi dalam sejarah.
Harga saham DBS Group, bank terbesar di Asia Tenggara berdasarkan aset, melompat 3,1% ke rekor tertinggi sepanjang masa setelah menaikkan proyeksi kinerja tahunan dan membukukan laba kuartalan tertinggi dalam sejarah.
Dua bank pesaingnya, Oversea-Chinese Banking Corp ( OCBC ) dan United Overseas Bank (UOB), turut melaju masing-masing 2,2% dan 1,4%.
Kenaikan tersebut mendorong indeks FTSE Straits Times Singapura meningkat 1,2%, mencatat lonjakan harian terbesar dalam sepekan. Indeks acuan itu kini hanya berjarak sekitar 70 poin dari rekor tertingginya di level 5.713,19.
Sementara itu, indeks saham acuan SET Thailnd meningkat 07%. Sebaliknya, indeks saham KLSE Malaysia turun 0,7%. IHSG bergerak cenderung stgnan dengan seikit menguat.
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan melemah 0,3% setelah sebelumnya menguat ke level terkuat sejak awal Oktober tahun lalu di posisi 1.414,5 per dolar AS. Sementara itu, dolar Taiwan menguat ke level tertinggi sejak pertengahan Juli di 32,23 per dolar AS.
Baht Thailand dan rupiah Indonesia sempat menguat pada awal perdagangan, namun berbalik melemah pada sesi perdagangan sore di Asia.
Harga minyak mentah tetap bertahan di dekat level terendah pertengahan Juli seiring kemajuan pembicaraan antara Iran dan Oman. Perkembangan tersebut memunculkan harapan penyelesaian konflik di Timur Tengah yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, sekaligus mendukung mata uang negara-negara yang bergantung pada impor energi.
"Lamanya penguatan ini terutama bergantung pada apakah deeskalasi benar-benar bertahan. Pola seperti ini sudah terlalu sering terjadi," kata Zavier Wong, analis pasar di eToro kepada Reuters.
"Jika eskalasi konflik kembali terjadi, harga minyak akan kembali menjadi tekanan bagi pasar, dan mata uang-mata uang ini bisa kehilangan penguatannya secepat saat mereka memperolehnya," imbuhnya. (Reuters/AI)
 Asia stock indexes and currencies at 0700 GMT 

COUNTRY

FX DAILY %

FX YTD %

STOCKS DAILY %

STOCKS YTD %

Japan

-0.04

-0.73

-0.93

30.48

China

+0.00

+3.54

0.43

-1.86

India

-0.10

-5.61

0.09

-5.67

Indonesia

+0.03

-6.98

0.11

-26.47

Malaysia

+0.05

-0.78

-0.67

3.36

Philippines

-0.13

-3.23

-0.39

3.45

South Korea

-0.25

+0.95

-4.58

49.41

Singapore

-0.05

+0.31

0.76

21.04

Taiwan

+0.26

-2.46

-0.48

53.28

Thailand

+0.03

-4.87

0.72

28.72


Sumber : admin