9 Penyebab Mengapa Orang yang Bekerja Keras bisa Tetap Miskin
Tuesday, April 28, 2026       16:54 WIB

Anda mungkin pernah melihat pedagang siomay yang berkeliling dengan sepeda menjajakan dagangannya setiap hari. Atau, Anda mungkin tahu tentang buruh pabrik rokok (atau buruh pabrik garmen, atau buruh pabrik sepatu, dan sebagainya) yang setiap pagi dan sore ramai-ramai berangkat dan pulang kerja.
Mereka semua adalah pekerja keras, bangun pagi untuk bekerja dan pulang sore hari ketika pabrik tutup. Ada kesamaan di antara pedagang siomay keliling itu dan buruh pabri, mereka sama-sama pekerja keras, namun sama-sama tetap miskin (maaf).
Anda mungkin akan mengatakan bahwa pedagang siomay atau buruh pabrik itu memang bekerja keras ( work hard ), tetapi tidak bekerja cerdas ( work smart ). Bekerja keras ( work hard ) itu penting, tetapi bekerja keras saja tidak cukup untuk lepas dari kemiskinan.
Banyak orang miskin yang bangun pagi-pagi buta, bekerja keras membanting tulang setiap hari, tetapi tetap saja hidupnya miskin. Mengapa demikian? Mari kita bedah kasus ini lebih dalam.
Bekerja keras ( work-hard ) akan membuat Anda sibuk, tetapi untuk lepas dari kemiskinan Anda butuh bekerja cerdas ( work smart ).
Untuk bekerja cerdas, Anda harus (1) Menggunakan Strategi, (2) Disiplin, dan (3) Fokus pada pertumbuhan. Hanya dengan menggunakan strategi ( strategy ), berdisiplin ( discipline ), dan fokus pada pertumbuhan ( growth ), barulah Anda akan dapat mencapai kemakmuran dan lepas dari kemiskinan.
Secara ringkas, (1) menggunakan strategi berarti selalu meningkatkan pengetahuan tentang uang ( money ) dan keuangan ( finance ); (2) bersikap disiplin berarti selalu menyisihkan sebagian uang untuk keadaan darurat, dan berinvestasi secara teratur; (3) fokus pada pertumbuhan dapat diartikan bahwa kenaikan penghasilan (gaji) tidak harus berakibat pada kenaikan gaya hidup ( life-style ) tetapi terlebih dahulu pada kenaikan jumlah investasi.
Di bawah ini kami ajukan sembilan alasan mengapa orang tetap hidup miskin walau pun telah bekerja keras sepanjang hari:
1. Orang tetap miskin karena tidak mengerti tentang Uang ( Money ) dan Keuangan ( Finance )
Penyebab nomor satu mengapa orang telah bekerja keras tetapi tetap hidup miskin adalah karena mereka memperoleh penghasilan (gaji), tetapi mereka tidak tahu caranya untuk: (1) membuat penghasilan (gaji) itu bertumbuh ( grow ), (2) menyimpan uang penghasilan (gaji), dan (3) menginvestasikan uang penghasilan (gaji) itu.
Alih-alih membuat penghasilan (gaji) bertumbuh, orang tetap hidup miskin karena mereka membiarkan gaya-hidupnya ( life-style ) tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan penghasilannya. Untuk membuat penghasilan kita juga ikut bertumbuh bersamaan dengan naiknya penghasilan, kita harus: (a) terus menerus meningkatkan pengetahuan akan uang ( money ) dan keuangan ( finance ), (b) menyimpan uang yang cukup dalam Rekening Darurat ( Emergency Fund ), dan (c) berinvestasi sesuai dengan pengetahuan yang kita miliki.
2. Orang tetap miskin karena mereka hanya Menukarkan Waktu untuk Mendapat Uang
Penyebab ke dua mengapa orang tetap hidup miskin meskipun mereka telah bekerja keras adalah karena mereka hanya tahu cara untuk mendapatkan uang dengan menukarkan waktunya. Kita telah sering mendengar nasihat bijaksana dari Warren Buffeti, bahwa jika kita tidak bisa menemukan cara untuk menghasilkan uang pada waktu kita tertidur, maka kita harus bekerja seumur hidup untuk mendapatkan uang.
Pikirkan hal ini: setiap orang perlu istirahat (tidur), dan umur manusia juga terbatas. Artinya, pada akhirnya setiap orang akan pensiun dan tidak dapat bekerja. Jika Anda hanya memperoleh penghasilan karena Anda bekerja, maka penghasilan Anda ada batasnya.
3. Orang tetap miskin karena mereka Tidak Disiplin
Penyebab nomor tiga orang tetap miskin (padahal telah bekerja keras) adalah karena mereka tidak menabung dan berinvestasi secara terus menerus (disiplin). Seringkali orang hanya menabung uang jika ada kelebihan dari gaji yang tidak dibelanjakan.
Menabung seperti ini kurang tepat karena kita tidak tahu berapa banyak yang dapat kita simpan per bulan, dan berapa lama kita harus menabung. Menabung ( savings ) tidak dapat kita lakukan secara terus menerus. Jika tabungan dalam Dana Cadangan ( Reserve Fund ) kita telah mencapai, katakanlah, enam bulan pengeluaran rutin, maka kita harus mulai berinvestasi.
Menabung, dan kemudian berinvestasi, dapat kita lakukan secara konsisten kalau kita disiplin dalam menempatkan jumlah yang akan kita tabung atau investasikan sebagai 'pengeluaran' yang mempunyai prioritas tertinggi dalam semua anggaran ( budget ) pengeluaran yang kita susun.
Dengan berdisiplin menempatkan jumlah tabungan atau investasi selalu pada posisi teratas dalam anggaran ( budget ) pengeluaran kita setiap bulan, maka tabungan atau investasi selalu menjadi prioritas, dan kita bukan hanya menabung atau berinvestasi jika ada sisa setelah semua pengeluaran dilakukan.
4. Orang tetap miskin karena mereka memilih untuk Tetap Berada dalam Zona Nyaman
Penyebab orang tetap hidup miskin (meskipun telah bekerja keras) yang berikutnya adalah karena mereka memilih untuk tetap berada dalam zona nyamannya, alih-alih keluar dari situ dan menerima tantangan untuk hidup yang lebih baik. Mungkin terdengar kuno, tetapi masih saja ada yang berprinsip tak apa-apa gaji kecil tetapi yang terpenting pekerjaan aman dari resiko PHK.
Ini sering terjadi pada para sarjana yang memilih bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Memang tidak semua pegawai negeri bermental seperti itu, tetapi kalau kita menghitung ketimpangan antara besarnya gaji PNS dan gaji yang mungkin diperoleh pegawai swasta, maka kita akan melihat bahwa banyak orang yang lebih memilih pekerjaan bergaji kecil asalkan pekerjaan itu aman.
Untuk menjadi pegawai negeri, langkah yang perlu diambil adalah lulus kuliah, mendapatkan gelar sarjana, lalu bersaing mendapatkan pekerjaan. Tidak banyak yang dapat dinegosiasikan mengenai gaji seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil). Bandingkan dengan mencari pekerjaan di sektor swasta. Persaingan akan jauh lebih ketat. Tetapi, gaji pun sangat bervariasi tergantung sektor bisnis yang digeluti Perusahaan.
5. Orang tetap miskin karena mereka Mengabaikan Kesempatan yang ada
Penyebab nomor lima orang tetap hidup miskin walau pun telah bekerja keras, adalah karena mereka mengabaikan kesempatan yang ada. Mereka cenderung hanya mau mengambil resiko kalau telah jelas imbalan ( reward ) yang akan diperoleh. Hal seperti ini sebenarnya bukan tindakan mengambil resiko ( risk taking activity ).
Mengambil resiko berarti baik imbalan ( reward ) mau pun kemungkinan untuk gagal ( risk ) masih belum pasti. Bukan berarti bahwa kita harus mengambil resiko dengan cara sembrono ( reckless ), tetapi kita mengambil resiko yang terukur ( calculated risk ).
Misalnyanya, karyawan perusahaan sekarang pada umumnya tidak mau ditugaskan ke daerah. Alasannya, tugas ke daerah (di luar Jakarta atau kota-kota besar lainnya) sering dianggap tidak bergengsi, dan kesempatan untuk maju terbatas. Tetapi, kenyataannya, kesempatan untuk terlihat menonjol dan berprestasi justru lebih besar di daerah.
Bandingkan dengan kondisi persaingan di kantor pusat di Jakarta. Karyawan baru hampir tidak punya peluang untuk mengalahkan para senior dalam menapaki tangga karir. Kadang-kadang kesempatan terlihat seperti resiko, dan orang yang takut mengambil resiko itu akan kehilangan kesempatan.
6. Orang tetap miskin karena mereka membiarkan dirinya Dikelilingi Orang yang Salah
Penyebab berikutnya orang tetap miskin, meski pun telah bekerja keras, adalah karena mereka membiarkan dirinya dikelilingi orang-orang yang salah. Bukan berarti bahwa mereka telah bergaul dengan orang-orang jahat, tetapi mereka hanya bergaul dengan orang-orang yang salah. Orang yang salah adalah orang yang tidak memiliki kerangka kerja ( mindset ) yang berfokus untuk maju.
Sebagai contoh, orang yang berpikiran maju akan memberi semangat ketika kita hendak mengambil kesempatan kerja yang sedang dibuka di kota besar. Tetapi, orang yang salah akan bercerita tentang segala hal yang buruk yang mungkin terjadi jika kita meninggalkan apa yang kita sudah biasa lakukan.
Orang yang tidak mempunyai kerangka berpikir ( mindset ) untuk maju akan berusaha menghalangi ( discourage ) Anda untuk maju, karena sesungguhnya mereka tidak ingin melihat Anda lebih berhasil daripada dirinya.
7. Orang tetap miskin karena mereka Tidak Berpikir Jangka Panjang
Penyebab mengapa orang tetap miskin, walau pun sudah bekerja keras, yang berikutnya adalah karena mereka tidak berpikir untuk jangka panjang. Artinya, mereka hanya bekerja untuk saat ini, menerima upah atau gaji, lalu membelanjakan semua uang yang diperolehnya. Dalam pikirannya, segala sesuatu itu hanya tekait dengan hari ini saja. Tidak ada yang tersisa untuk ditabung ( savings ) sebagai Dana Darurat ( Emergency Fund ) atau investasi untuk hari tua.
Intinya, mereka tidak mau ambil pusing dengan masa depan atau hari tua (pensiun). Kita tentu sudah pernah mendengar mereka berkata: hari esok jangan terlalu dipikirkan, karena rezeki sudah ada yang mengatur... Ini pandangan yang salah.
Tidak ada yang mengatur rezeki kita selain diri kita sendiri. Kalau kita ingin hidup kita lebih tertata rapi, kita harus menyiapkan Dana Darurat ( Emergency Fund ) untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat, dan berinvestasi untuk persiapan hari tua ( retirement ).
8. Orang tetap miskin karena mereka hanya Bergantung pada Satu Sumber Pendapatan
Penyebab orang tetap miskin, meski pun telah bekerja keras, yang berikutnya adalah karena mereka hanya bergantung pada satu sumber pendapatan saja. Kalau kita bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), kita mungkin tidak akan menghadapi resiko PHK, kecuali jika kita melakukan pelanggaran berat seperti korupsi.
Tetapi, jika kita bekerja pada perusahaan swasta, maka resiko PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) itu adalah resiko yang nyata. Seorang karyawan swasta dapat mengalami PHK bukan karena kesalahannya, tetapi karena perusahaan tempatnya bekerja memutuskan untuk melakukan PHK.
Ada banyak alasan sampai Perusahaan melakukan PHK, dan itu tidak selalu karena bisnis usahanya mengalami kemunduran. PHK bisa juga dilakukan karena salah kelola perusahaan ( mis-management ).
Jelas bahwa salah kelola adalah kesalahan manajemen, bukan kesalahan karyawan. Tetapi, walau pun kesalahan dilakukan oleh manajemen, pada akhirnya yang menanggung akibatnya adalah karyawan juga.
Tidak mengandalkan hanya satu sumber penghasilan saja bukan lalu berarti kita harus bekerja pada dua perusahaan berbeda pada saat yang sama. Mempunyai lebih dari satu sumber penghasilan berarti kita mempunyai sumber penghasilan lain jika sumber penghasilan utama terhenti karena alasan apa pun.
9. Orang tetap miskin karena mereka Tidak Berinvestasi pada Dirinya
Terakhir, orang tetap miskin, meski pun telah bekerja keras, karena mereka tidak berinvestasi pada dirinya sendiri. Jika Anda bukan terlahir dalam keluarga kaya raya, Anda harus siap untuk membangun segalanya mulai dari nol. Sewaktu Anda lulus kuliah, mungkin Anda belum memiliki apa-apa.
Anda juga mungkin tidak mengenal siapa-siapa yang dapat membantu Anda untuk sukses. Yang Anda miliki hanya diri Anda sendiri. Karena itu, Anda harus mulai berinvestasi pada diri Anda sendiri.
Untuk berinvestasi pada diri sendiri, Anda tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk mengikuti kursus-kursus yang mahal. Misalnya, jika Anda kuliah di fakultas Teknik, di mana ketrampilan berbahasa Inggris tidak diajarkan kepada mahasiswanya, Anda dapat belajar sendiri secara daring ( online ). Jadi, ketika Anda lulus dan diwawancarai oleh HRD ( Human Resources Department ) dalam Bahasa Inggris, Anda tidak akan gelagapan menjawab semua pertanyaan.
Ingatlah selalu bahwa modal terbesar kita adalah diri kita sendiri ( human capital ). Jika kita tidak memiliki pengetahuan baru, atau ketrampilan baru, maka kita akan berhenti bertumbuh. Dan jika pertumbuhan kita berhenti, maka gaji kita pun akan tetap pada level yang sama.
 Oleh : Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS