- Meningkatkan kekayaan tidak hanya dengan menambah penghasilan, tetapi juga mengendalikan pengeluaran dan menghindari kebiasaan konsumtif yang menguras keuangan.
- Penghematan dapat dilakukan dengan membeli sesuai kebutuhan, menghindari tren, langganan tak terpakai, gadget baru, barang murahan, serta gaya hidup demi gengsi.
- Disiplin mengelola pengeluaran membantu membangun stabilitas keuangan, memperbesar tabungan dan investasi, serta mencegah utang dan inflasi gaya hidup.
Untuk meningkatkan nilai kekayaan bersih ( net-worth ), ada dua cara yang dilakukan orang: (1) meningkatkan penghasilan, dan (2) mengurangi pengeluaran. Pada artikel kali ini, kita akan berfokus pada cara ke-dua, mengurangi pengeluaran.
Ada delapan hal yang bisa kita hemat dari pengeluaran kita sehari-hari. Penghasilan kita sering kali terkuras bukan oleh penipuan, bukan pula oleh kejadian-kejadian darurat, tetapi oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita anggap hanya sebagai hal biasa.
Kita bisa berhemat dengan (1) tidak membeli pakaian (baju, jaket, atau sepatu) yang ternyata tidak akan pernah kita pakai; kita bisa juga berhemat dengan (2) mengurangi kebiasaan-kebiasaan kecil yang tanpa kita sadari hanya menghabiskan uang ( ngopi di kafe, membeli rokok, jajan junk food , dll); (3) tidak mengganti gadget (handphone) yang kita pakai setiap tahun hanya untuk mengikuti model terbaru; (4) tidak berusaha menarik perhatian orang yang tidak peduli pada kita; (5) tidak berlangganan hal-hal yang tidak akan kita pergunakan (langganan streaming film Netflix, klub gym , aplikasi-aplikasi lain yang tidak kita pakai secara rutin); (6) tidak membeli barang-barang murah (kodian) yang cepat rusak; (7) tidak membeli kursus-kursus on-line (yang tidak pernah kita selesaikan); dan (8) tidak membeli barang-barang mewah hanya supaya terlihat hebat dan berhasil (rumah mewah, mobil mewah, pakaian mahal, olahraga mahal, dll).
Sekarang, coba kita pikirkan kembali: semua hal-hal kecil di atas tidak ada yang pada dasarnya buruk. Membeli baju baru bukanlah tindakan yang buruk, membeli telepon genggam ( handphone ) baru bukanlah tindakan yang buruk. Tetapi tindakan membeli (mengeluarkan uang) secara ceroboh atau tanpa pertimbangan yang matang tentu adalah tindakan yang buruk.
Ingatlah, bahwa sesungguhnya uang dapat dipandang sebagai alat untuk menyimpan waktu ( money is a stored time ). Setiap Rupiah yang kita buang dengan percuma merupakan waktu dalam hidup kita yang tidak akan pernah kembali.
Jadi, pertanyaan yang harus kita ajukan bukanlah: apakah saya mampu untuk memilikinya (membelinya)? Tetapi, kita harus mengubah pertanyaan kita menjadi: apakah waktu saya habiskan untuk mendapatkan (barang itu) sudah cukup pantas?
Banyak orang yang tidak mau mengakuinya, bahwa mereka sesungguhnya tidak mencari uang (gaji atau penghasilan) yang lebih banyak. Orang yang datang bekerja keras setiap hari, sebenarnya mereka hanya mencari (menginginkan) kebebasan.
Mereka hanya ingin memiliki pilihan, dan mereka ingin bisa tetap tidur nyenyak, tanpa harus memeriksa terlebih dahulu saldo rekeningnya di bank setiap kali akan membuat Keputusan-keputusan keuangan dasar (membeli kebutuhan sehari-hari).
Tentu saja, hal ini tidak akan datang dari upaya untuk terlihat kaya, tetapi datang dari tindakan mengontrol pengeluaran yang berdisiplin. Yang Anda butuhkan adalah tindakan yang konsisten, yang berasal dari disiplin yang (mungkin) terasa membosankan.
Tetapi, sebagai imbalan dari disiplin itu, Anda tidak akan panik ketika tagihan sewa rumah jatuh tempo, Anda tidak merasa malu melihat saldo rekening bankmu, dan hidup Anda tidak akan bergantung pada gajian bulan ini ke gajian bulan berikutnya ( living pay-check to pay-check ).
Hal ini adalah kekuatan Anda. Anda harus waspada atas setiap pemborosan yang terjadi. Sekali Anda telah melihat dan mengetahui di mana uang Anda bocor, pada akhirnya Anda akan menjadi tahu bagaimana menutup kebocoran itu.
Jika Anda sudah dapat melakukannya, pada akhirnya bagaimana Anda mengelola keuangan Anda juga akan berubah. Anda akan berhenti mengejar penampilan, tetapi Anda akan mulai membangun substansi.
Anda akan berhenti bereaksi secara emosional terhadap setiap rayuan penjualan. Anda juga akan mulai membuat keputusan-keputusan strategis dan dengan tujuan yang pasti. Ini adalah saat di mana uang berhenti mengontrol hidup Anda.
Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu barang (atau jasa), tarik napas panjang terlebih dahulu. Tanyakan pada diri Anda: apakah pembelian ini akan membawamu melangkah lebih jauh, ataukah pembelian ini hanya merupakan hiburan sesaat?
Yang Anda butuhkan adalah stabilitas keuangan, karena Anda tidak ingin terjerat hutang (kartu kredit, KTA, atau hutang KKB). Jadi, Anda harus berani menolak setiap pengeluaran yang tidak perlu, dan tetap kokoh dengan prioritas pembelian Anda.
Prinsipnya adalah: menjadi bangkrut akan tersebar dengan cepat kemana-mana, tetapi menjadi kaya hanya akan terjadi secara diam-diam. Karena itu, untuk menjadi kaya, Anda harus mulai bergerak secara diam-diam.
Sekarang kita akan membahas delapan hal yang dapat Anda lakukan untuk menghemat pengeluaranmu, dan tindakan apa yang dapat Anda lakukan untuk menggantikannya.
1. Tidak membeli pakaian yang sedang trend (yang sebenarnya Anda pun tidak suka)
Jangan membeli pakaian yang sedang trend y, tapi sebenarnya Anda sendiri tidak suka. Lima atau sepuluh tahun yang lalu, kemeja kotak-kotak yang dipakai Jokowi untuk berkampanye sangatlah trendy . Tetapi sekarang? Kalau menyangkut pakaian yang bisa Anda pakai (kalau memang Anda suka model kotak-kotak) selama sepuluh tahun, tentu itu bukan masalah. Lagipula, harga satu stel kemeja tidak terlalu mahal.
Bagaimana dengan barang yang lebih mahal, misalnya sepatu basket yang dipromosikan bintang top dunia di InstaGram? Bahkan, mungkin pula kita tidak suka menonton pertandingan basket, atau bahkan tidak bisa bermain basket. Tapi, kita tetap membeli sepatu basket yang dipromosikan oleh bintang basket yang tidak kita kenal itu hanya karena model sepatu itu sedang menjadi trend di mana-mana.
Akibatnya, sepatu basket yang harganya beberapa juta rupiah itu hanya tergeletak berdebu saja di lemari. Pikirkan hal ini: tidak ada orang yang akan peduli baju apa yang Anda kenakan, atau sepatu apa yang sedang Anda pakai.
Pilihlah pakaian yang cocok dengan tubuh dan kepribadian Anda. Belilah pakaian yang dapat Anda pakai untuk beberapa tahun, bukan pakaian yang sedang trendy untuk beberapa minggu saja.
2. Tidak membeli hal-hal kecil (yang dapat diperoleh dengan harga lebih murah)
Mungkin Anda tidak memperhatikan bahwa ngopi di kafe setiap pagi di lobby kantor diam-diam membuat Anda miskin. Secangkir kopi seharga Rp60.000 atau Rp70.000 terdengar cukup murah. Tapi, bagaimana jika secangkir kopi ditambah dengan sepotong kue dengan harga yang sama? Dan kalikan jumlah itu dengan 20 hari kerja dalam sebulan...
Atau, makan siang di food-court mall (atau restoran favorit Anda). Mungkin tidak terlalu mahal, karena hanya makan siang di food-court . Tetapi, bagaimana jika kita tambahkan dengan ongkos taksi (atau tarif parkir, jika Anda membawa mobil sendiri). Atau, bagaimana jika Anda pergi dengan beberapa teman dekat atau staff (wanita) dan Anda yang membayar semua biaya makan siang itu?
Sesungguhnya, Anda dapat melakukan penghematan dengan membawa sendiri lunch-box dari rumah. Lebih murah dan lebih sehat. Membeli makan siang setiap hari bukanlah karena lebih mudah ( convenience ), tetapi karena Anda belum menyadari pentingnya berhemat mulai dari hal-hal kecil.
Jika Anda ingin berhemat dengan pengeluaran Anda, maka biarpun makan siang di luar setiap hari terlihat hanyalah sebagai hal kecil, tapi itu adalah resep untuk membuat Anda selalu stress secara finansial.
3. Tidak mengganti g adget ( hand-phone ) Anda setiap tahun
Ada banyak tipe dan model gadget yang tersedia di pasar. Jangan mengganti telepon genggam Anda kalau dia masih bisa dipakai untuk mengirim pesan, memotret, atau untuk scrolling tik-tok dengan sempurna.
Satu pembuat gadget akan meluncurkan model baru setiap dua atau tiga tahun, dan beberapa pabrikan gadget saling bersaing untuk membanjiri pasar setiap tahun. Anda tidak perlu terjebak kebiasaan mengganti gadget Anda mengikuti model terbaru.
Sebuah telepon genggam biasanya dapat dipakai untuk 4 tahun atau lebih. Setelah itu, gadget tersebut harus diganti sepenuhnya. Telepon genggam saat ini sengaja dibuat bukan sebagai barang tahan lama ( durable goods ).
Misalnya, baterai telepon genggam saat ini diproduksi sudah terpadu ( built-in ) dengan hardware -nya dan tidak dijual terpisah. Maka, janganlah membeli gadget yang terlalu mahal, dengan fitur-fitur yang tidak menambah kegunaan gadget itu. Karena, setelah masa empat tahun itu, praktis semua gadget itu sudah tidak bernilai.
Daripada membeli telepon genggam baru setiap tahun, Anda dapat menginvestasikan uang untuk membeli gadget itu. Atau Anda dapat menabung untuk Dana Darurat ( Emergency Fund ), jika Anda belum memilikinya. Atau, Anda dapat mengambil kursus keuangan untuk meningkatkan kapasitas literasi keuangan Anda.
Satu telepon genggam baru tidak akan membawa perubahan apa-apa terhadap hidup Anda. Tapi, ketrampilan keuangan yang baru pasti akan membawa perubahan besar dalam hidup Anda.
4. Tidak berusaha membuat orang lain kagum pada Anda
Ini hal yang tidak berguna sama sekali (konyol). Anda menghabiskan banyak uang hanya untuk tampil sebagai orang yang kaya dan sukses di mata orang-orang yang iri pada diri Anda. Orang-orang itu bahkan sebenarnya diam-diam ingin melihat Anda gagal.
Anda berusaha tampil sempurna dengan naik mobil mewah, makan malam yang berkelas di restoran mewah, menghadiri pesta-pesta kaum the haves , dan mengenakan pakaian-pakaian mahal hanya untuk validasi bahwa Anda telah sukses.
Apa yang terjadi sesudahnya hanya membuat Anda stress dengan tagihan-tagihan yang datang kemudian. Anda dapat berhemat dan menghindarkan stress dengan mengubah perilaku Anda itu.
Daripada berusaha untuk membuat orang lain kagum (padahal mereka tidak suka pada Anda, hanya iri atas apa yang Anda punya), cobalah untuk membuat Anda kagum atas diri Anda sendiri di kemudian hari ( impressing your future self ).
Caranya adalah dengan berinvestasi pada aset-aset berguna, melunasi utang-utang konsumtif, meningkatkan jumlah Dana Cadangan ( Reserve Fund ), dan bergerak dalam senyap membangun kekayaan. Karena sesungguhnya, hal yang membuat kagum itu adalah diri kita sendiri yang tidak panik ketika tagihan-tagihan yang tak terduga datang.
5. Tidak berlangganan sesuatu yang Anda segera akan melupakannya
Hal berikutnya yang dapat Anda hemat adalah biaya berlangganan segala sesuatu yang hanya Anda pergunakan satu atau dua kali saja dalam setahun dan kemudian melupakannya. Mungkin nilainya tidak terlalu besar, tetapi biaya-biaya berlangganan seperti ini adalah pemborosan yang nyata.
Contohnya adalah streaming platform Netflix, atau keanggotaan gym yang ternyata hanya Anda kunjungi dua kali dalam setahun. Anda bahkan mungkin sudah lupa bahwa Anda adalah anggota klub gym tersebut kalau tidak melihat kartu anggota yang masih tersimpan di laci meja Anda.
Anda dapat berhemat dengan cara membatalkan semua biaya berlangganan (keanggotaan) yang tidak secara langsung meningkatkan kemampuan Anda untuk menghasilkan pendapatan atau memperbaiki kesehatan diri Anda.
Daripada membayar keanggotaan klub gym secara tahunan (atau semesteran, atau per quarter, atau per bulan), Anda dapat membayar ongkos berlatih di klub gym tersebut untuk setiap kunjungan saja (hingga Anda kemudian merasa yakin bahwa Anda menyukai suasana latihan di sana). Pembayaran otomatis untuk beberapa waktu ke depan, walau pun terasa lebih murah, sesungguhnya adalah tindakan yang ceroboh jika Anda tidak sungguh-sungguh berniat untuk menjalankannya.
6. Tidak membeli barang-barang murahan (kodian) yang cepat rusak
Selanjutnya, Anda dapat berhemat jika Anda tidak membeli barang-barang murahan (kodian) yang cepat rusak. Membeli barang murahan adalah membeli barang dengan model dan fitur yang mirip, hanya saja dengan kualitas dan ketahanan barang yang jauh lebih rendah daripada versi barang yang asli.
Anda membeli versi murah dari barang itu, dan tak lama kemudian barang itu rusak. Anda ganti membeli lagi barang yang sama, dan barang itu rusak lagi. Sekarang biaya yang sudah Anda keluarkan menjadi dua kali lipat.
Contohnya, Anda membeli sepatu berharga murah yang hanya membuat kaki lecet, atau membeli peralatan elektronik yang cepat menjadi rusak (dan Anda tidak dapat memperbaikinya karena Anda tidak mengerti teknologi yang dipakai).
Ganti keinginan untuk membeli barang murahan (kodian) dengan membeli barang berkualitas. Lakukan riset secara online sebelum Anda membeli. Baca pendapat konsumen yang telah membeli barang tersebut. Berhemat bukanlah berarti kita harus membeli barang termurah, tetapi membeli barang berkualitas.
7. Tidak membeli kursus-kursus online yang tidak pernah akan Anda selesaikan
Tindakan berhemat berikutnya adalah dengan tidak membeli kursus-kursus online yang tidak pernah akan Anda selesaikan. Umumnya, pada waktu Anda memutuskan untuk membeli kursus online tersebut, Anda sedang termotivasi.
Anda mungkin berkata (dalam hati) akan mengikuti setiap petunjuk kursus online tersebut. Kenyataannya? Mungkin hanya setelah sekitar dua minggu saja motivasi Anda bisa bertahan.
Jika Anda ingin berhemat, gantikan motivasi sesaat dengan berpikir kritis . Sebelum memutuskan untuk membeli suatu kursus online , tanyakan lebih dahulu: apakah saya akan sanggup untuk mengikuti kursus ini sampai selesai? Apakah seluruh kursus ini memang bermanfaat buat saya?
8. Tidak hidup melebihi kemampuan hanya untuk terlihat sukses
Hal terakhir yang akan kita bahas di sini adalah bahwa Anda dapat berhemat dengan cara tidak hidup di atas kemampuan Anda hanya untuk terlihat sukses. Hidup di atas kemampuan hanya akan membunuh Anda dalam senyap.
Anda baru saja melihat sedikit kenaikan pada gaji bulan ini, tetapi gaya hidup ( life-style ) Anda sudah langsung melejit. Mobil yang lebih mewah, olah raga yang lebih mahal, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya pun ikut naik kelas. Jadi, sekali pun gaji Anda naik, Anda akan tetap merasa kekurangan uang.
Inflasi gaya hidup menyusup tanpa pemberitahuan. Anda mungkin merasa membuat kemajuan karena gaji Anda bertambah. Kenyataannya? Anda merasa makin terjepit dengan banyaknya tagihan baru.
Untuk mengatasi inflasi gaya hidup ini ( life-style inflation ), setiap kali gaji (pendapatan) kita naik, kita harus meningkatkan jumlah tabungan dan investasi terlebih dahulu. Tentu saja, Anda boleh meningkatkan gaya hidup Anda.
Tetapi Anda harus melakukannya secara perlahan-lahan dan dengan tujuan yang jelas. Sediakan dulu batas keuangan yang aman bagi keluarga Anda. Karena stress keuangan tidak muncul karena gaji yang terlalu kecil. Stress keuangan muncul karena pengeluaran yang terlalu besar.
Oleh: Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS