7 Kebiasaan yang Dapat Mengubah Orang Miskin Menjadi Kaya
Monday, August 31, 2026       14:19 WIB
  • Kekayaan bukan soal gaji besar, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan disiplin dan konsisten.
  • Bangun kekayaan dengan menabung dan berinvestasi lebih dulu, hidup sesuai kemampuan, meningkatkan keterampilan, serta menghindari utang konsumtif.
  • Prioritaskan investasi, berpikir jangka panjang, dan konsisten agar uang terus berkembang menuju kebebasan finansial.

Hampir semua orang berkeinginan untuk menjadi orang kaya. Setidaknya tidak menjadi orang miskin. Ada orang yang tetap hidup miskin, bahkan sampai berusia lanjut. Tetapi, ada pula orang yang sudah hidup kaya raya bahkan semenjak usia muda. Sesungguhnya, kekayaan tidak datang dari keberuntungan (hoki) semata. Dan kekayaan itu juga tidak harus datang dari memiliki gaji yang besar.
Hampir semua orang kaya menjadi kuat secara keuangan karena mereka memiliki kebiasaan kecil yang diulang-ulang terus menerus secara konsisten. Uang akan datang jika disiplin ada di sana. Banyak orang tetap hidup miskin bukan karena mereka malas bekerja, tetapi karena mereka tidak pernah membangun kebiasaan-kebiasaan yang menciptakan kekayaan.
Di sini kita akan membahas 7 (tujuh) kebiasaan yang dapat mengubah orang miskin menjadi orang kaya.
1. Menyisihkan Uang untuk Tabungan dan Investasi sebelum Hal Lain
Kebiasaan pertama yang sangat baik, tetapi jarang dipraktekkan orang adalah menyisihkan uang terlebih dahulu untuk menabung dan berinvestasi sebelum berbelanja menggunakan uang tersebut untuk hal lain.
Pada umumnya, orang menabung dari jumlah uang yang tersisa setelah dipakai berbelanja kebutuhan yang lain. Jika seseorang mendapatkan gaji per bulan, maka tabungan atau investasinya adalah berapa pun jumlah yang tersisa pada akhir bulan.
Sekarang kita akan mengubah kebiasaan menabung atau berinvestasi itu, dari berapa pun jumlah yang tersisa pada akhir bulan, menjadi suatu jumlah tetap yang akan disimpan lebih dahulu pada setiap tanggal gajian.
Jadi, yang harus menyesuaikan diri bukan lagi jumlah tabungan pada akhir bulan, tetapi jumlah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan setelah jumlah yang direncanakan untuk ditabung atau diinvestasikan telah dipotong dari gaji setiap bulan.
2. Hidup di bawah Kemampuan Finansial
Hidup di bawah kemampuan finansial artinya tidak membeli barang-barang yang tidak penting, sekali pun memiliki kemampuan finansial untuk itu. Orang yang hidup di bawah kemampuan finansialnya tidak akan serta merta menambah pengeluarannya setiap kali ia mendapatkan kenaikan gaji atau menerima bonus yang besar.
Orang yang hidup di bawah kemampuan finansinya tidak berarti harus hidup hemat dan selalu menahan diri untuk berbelanja. Pengeluaran orang yang hidup di bawah kemampuan finansialnya hanya dilakukan untuk membeli barang-barang yang dianggap memang perlu.
Pada umumnya, orang yang hidup di bawah kemampuan finansialnya akan menghindari untuk membeli barang-barang mewah yang fungsinya dapat diperoleh dari barang lain yang serupa kecuali mereknya yang mewah.
Kebiasaan untuk hidup di bawah kemampuan finansial membuat orang selalu dapat menabung dan berinvestasi, karena pendapatannya selalu lebih besar daripada pengeluarannya.
3. Selalu Belajar Keterampilan Baru yang berguna
Kebiasaan lain yang akan mengubah orang miskin menjadi kaya adalah kebiasaan untuk selalu belajar keterampilan baru yang berguna. Keterampilan-keterampilan baru akan menambah kesempatan untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan nilai diri dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, dulu sewaktu saya masih kuliah teknik di ITB jarang ada mahasiswa yang peduli dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Demikian juga setelah lulus kuliah dan bekerja di satu bank swasta lokal, kemampuan berbahasa Inggris tidak dianggap ketrampilan yang sangat penting.
Akan tetapi keterampilan berbahasa Inggris saya terbukti sangat berguna ketika saya kemudian bekerja di perusahaan-perusahaan asing, walau pun saya alumnus pendidikan dalam negeri. Tentu saja, ketrampilan berbahasa Inggris dalam pekerjaan membuat pendapatan (gaji) saya meningkat jauh di banding rekan-rekan saya yang tidak lancar berbahasa Inggris.
4. Menghindari Utang yang tidak perlu
Kebiasaan lain yang akan mengubah orang miskin menjadi orang kaya adalah kebiasaannya menghindari utang-hutang yang tidak perlu. Banyak orang yang mengambil pinjaman dengan pertimbangan bahwa jumlah pinjaman itu hanya kecil dan bisa dicicil dalam beberapa bulan atau beberapa tahun saja.
Utang yang diambil untuk tujuan konsumsi adalah utang yang buruk dan harus dihindari. Utang untuk konsumsi hanya akan memberi kepuasan sesaat dan perasaan tidak ketinggalan dari lingkungan sekitar Anda. Tetapi, sesungguhnya utang yang buruk akan merusak kedamaian hati dan pertumbuhan kekayaan Anda.
5. Selalu Berpikir untuk Jangka Panjang
Berpikir untuk kepentingan jangka panjang artinya kita mengambil keputusan bukan karena didorong oleh emosi sesaat, tetapi demi tujuan masa depan yang lebih baik. Dalam hal Perencanaan Keuangan, berpikir untuk jangka panjang berarti bahwa semua keputusan keuangan yang kita ambil memiliki tujuan untuk mencapai kebebasan finansial ( financial freedom ) di masa depan.
Sebagai contoh sejak masih muda, ketika pertama kali mendapatkan penghasilan (gaji) tetap, kita sudah menyisihkan sebagian dari gaji yang kita terima untuk tujuan masa pensiun.
Berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku saat ini, sebagian dari gaji yang kita terima memang sudah dipotong untuk disimpan dalam BPJS -TK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial-Tenaga Kerja) atau yang dahulu dikenal sebagai Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).
Pemotongan uang gaji sebagai iuran BPJS -TK dilakukan sejak seorang karyawan menerima gaji pertama, tidak menunggu sampai karyawan itu memiliki cukup banyak harta lain.
Akan tetapi, uang yang terkumpul dari BPJS -TK hanyalah jumlah minimum jaminan sosial yang harus ada. Jika Anda ingin menikmati masa depan pensiun yang lebih nyaman, tentu saja Anda harus bisa menyimpan Dana Pensiun yang lebih besar.
Di AS, masyarakat umumnya sudah mengetahui bahwa Dana Pensiun wajib hanya menyediakan jumlah minimum berdasarkan peraturan yang berlaku. Para karyawan di sana tetap dianjurkan untuk membuka rekening Dana Pensiun pribadi (Individual Retirement Account atau IRA) di samping uang Dana Pensiun wajib atau rekening 401(k).
6. Mengutamakan Investasi bukan Belanja (Konsumsi)
Kebiasaan yang lain yang dapat mengubah orang miskin menjadi orang kaya adalah kebiasaan untuk mengutamakan investasi daripada belanja (konsumsi). Mengutamakan investasi tidak berarti bahwa kita harus hidup serba terbatas dan menghindari konsumsi.
Mengutamakan investasi berarti bahwa prioritas kita adalah menumbuhkan uang yang ada lebih dahulu. Setelah uang hasil investasi kita berkembang dengan baik, maka kita dapat berbelanja ( spending ) dari hasil investasi itu.
Jika prinsip ini dipegang teguh, jumlah uang yang dimiliki akan terus bertambah karena uang yang ada tidak akan dibelanjakan sebelum uang tersebut berkembang. Sebaliknya, jika kita mengutamakan belanja, bukan investasi, maka uang yang kita miliki sudal lenyap sebelum sempat berkembang.
7. Tetap Konsisten dengan Kebiasaan-kebiasaan kecil
Jangan memandang rendah kebiasaan-kebiasaan keuangan meskipun kecil. Kebiasaan keuangan kecil memang tidak akan langsung membuat Anda kaya dalam sekejap. Tetapi, kebiasaan-kebiasaan keuangan kecil yang diulang-ulang secara konsisten dalam jangka panjang akan memberikan hasil yang luar biasa.
Sesungguhnya, kekayaan itu bukanlah masalah penghasilan ( income ) yang besar saat ini, tetapi masalah kebiasaan ( habit ), disiplin ( discipline ), kesabaran ( patience ), dan tindakan yang bijaksana ( wisdom ). Mengapa?
Banyak orang yang memiliki penghasilan yang besar, tetapi hanya mereka yang disiplin dalam mengelola uang yang akan dapat menjaga uang itu dan membuatnya bertumbuh. Jadi, berhentilah untuk hanya mengejar uang (gaji) yang besar.
Bangunlah kebiasaan keuangan yang benar. Lindungi harta yang sudah terkumpul, tetap sabar dalam mengelola keuangan. Dan selalu ingat bahwa tidakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan disiplin hari ini, misalnya menabung atau berinvestasi sejumlah kecil saham atau unit penyertaan ETF pasifsecara konsisten setiap tanggal gajian, akan membuat kita mampu mencapai kebebasan finansial ( financial freedom ) di kemudian hari.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS
An error occurred.