Sama seperti mobil (atau motor) yang membutuhkan perawatan secara berkala agar mesinnya bisa berjalan dengan mulus, kondisi keuangan kita juga membutuhkan penyetelan ulang ( tune-up ) secara teratur supaya tetap bergerak pada jalurnya. Penyetelan ulang kondisi keuangan yang benar meliputi penaksiran posisi keuangan saat ini, arah pergerakan keuangan yang telah dicapai, kemudian menyelaraskan kebiasaan-kebiasaan harian kita dengan satu kumpulan sasaran-sasaran keuangan baru yang telah ditinjau ulang.
- Penyetelan ulang keuangan ( financial tune-up ) meliputi penyelarasan kebiasaan-kebiasaan belanja, menabung, dan investasi dengan sasaran-sasaran keuangan jangka pendek dan jangka panjang.
- Tanda-tanda peringatan bahwa Anda sudah saatnya melakukan penyetelan keuangan, antara lain adalah (a) kekurangan uang tunai secara terus menerus, (b) meningkatnya jumlah utang, dan (3) pola menabung yang tidak beraturan.
- Anda dapat mulai melakukan penyetelan ulang pada kondisi keuangan dengan melakukan evaluasi kondisi keuangan, termasuk pendapatan, pengeluaran, harta, dan utang-utang yang ada.
- Lalu, pergunakan informasi-informasi di atas untuk menentukan sasaran-sasaran keuangan baru yang SMART ( specific, measurable, achievable, relevant, time-bound ).
- Kemudian, atur anggaran yang ada untuk mendukung sasaran-sasaran keuangan ini, dan tetaplah fokus pada sasaran-sasaran yang ingin dicapai, baik itu untuk mengumpulkan dana tabungan, atau pun untuk melunasi utang-utang yang ada.
1. Sering terjadi kebutuhan keuangan darurat
Salah satu tanda peringatan yang paling nyata bahwa kondisi keuangan Anda membutuhkan penyetelan uang ( tune-up ) adalah jika Anda terus menerus berkutat dengan pengeluaran-pengeluaran untuk kebutuhan darurat. Walau pun kebutuhan darurat dari waktu ke waktu tidak dapat dihindarkan, kebutuhan untuk pengeluaran darurat yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dapat merupakan pertanda akan kurangnya persiapan akan masa depan keuangan.
2. Utang yang semakin menumpuk
Tanda peringatan yang nyata lainnya bahwa kondisi keuangan Anda membutuhkan penyetelan ulang adalah bahwa jumlah utang semakin menumpuk (terus bertambah). Jika Anda menyadari bahwa Anda sekarang lebih sering menanggung saldo merah kartu kredit bulan lalu (dan bukan membayar lunas seluruh tagihan kartu kredit yang tiba), atau berjuang keras untuk melunasi cicilan utang KKB atau KPR (Kredit Kendaraan Bermotor atau Kredit Perumahan Rakyat), maka itu adalah pertanda bahwa Anda membutuhkan perubahan secepatnya pada cara Anda mengelola keuangan.
Jika tidak segera ditangani, utang-utang yang semakin bertumpuk dapat mengikis kemampuan Anda untuk belanja yang tidak wajib ( discretionary spending ), membatasi kemampuan untuk menabung, dan menambah kecemasan atas hal-hal keuangan. Pada akhirnya, utang-utang yang semakin banyak akan membuat Anda tidak dapat lepas daripadanya kecuali melalui tindakan-tindakan yang drastis seperti menjual aset-aset yang ada untuk menutupi utang-utang itu.
3. Kebiasaan menabung yang tidak teratur
Semua rencana keuangan disusun atas dasar satu pilar yaitu tabungan bulanan yang konsisten . Anda membutuhkan suatu kelebihan dari pendapatan (gaji) atas pengeluaran-pengeluaran ( cash surplus ) untuk dapat mulai bekerja untuk mencapai sasaran-sasaran keuangan Anda, yang dapat berupa (a) melunasi utang-utang yang ada, (b) menabung Dana Pensiun ( Retirement Fund ), atau bahkan hanya untuk (c) menabung untuk biaya liburan ke luar negeri.
Jika jumlah uang yang dapat Anda tabung setiap bulan berubah-ubah besarnya, atau bahkan pada bulan-bulan tertentu Anda tidak dapat menabung sama sekali, maka itu adalah pertanda bahwa Anda perlu melakukan penyetelan ulang kondisi keuangan (memperketat anggaran belanja bulanan). Pola menabung yang tidak beraturan seringkali merefleksikan kebiasaan-kebiasaan belanja yang tidak konsisten (tidak mengenal prioritas keuangan yang wajib didahulukan).
4. Gaji tiap bulan selalu habis tak bersisa
Gaji yang selalu habis tak bersisa setiap bulan berarti bahwa Anda selalu membutuhkan gaji yang akan Anda terima hanya untuk melunasi semua kewajiban-kewajiban dan pengeluaran yang akan datang. Walau pun kejadian bahwa gaji selalu habis tak bersisa setiap bulan merupakan hal yang sangat sering terjadi pada sebagian besar golongan pekerja yang ada, hal ini tetap merupakan pertanda yang buruk bahwa kondisi keuangan Anda harus segera disetel ulang ( tune-up ).
Kondisi gaji yang selalu habis tak bersisa setiap bulan dapat merupakan pertanda yang buruk atas pengelolaan keuangan Anda. Anda melunasi utang yang ada pada setiap tanggal gajian, tetapi mengambil utang baru pada setiap tanggal tua . Setiap biaya tambahan (bunga) dapat menjerumuskan Anda ke dalam jebakan utang, dan setiap kehilangan penghasilan yang tiba-tiba (bayangkan jika Anda tiba-tiba di PHK dari tempat kerja) akan mengakibatkan Anda tidak sanggup membayar setiap tagihan yang timbul.
Situasi gaji yang selalu habis tak bersisa setiap bulan adalah situasi yang tidak boleh dipertahankan terus menerus, dan itu merupakan pertanda bahwa penyetelan ulang ( tune up ) diperlukan untuk membuat kondisi keuangan kembali berada pada jalurnya.
5. Tidak ada sasaran keuangan yang ingin dicapai
Tanpa memiliki sasaran-sasaran nyata, tindakan-tindakan yang Anda ambil hanya merupakan tindakan sia-sia yang tidak akan menyelesaikan masalah apa pun. Tidak memiliki sasaran untuk dicapai dapat mengakibatkan tidak adanya motivasi, yang berakibat pada keputusan keuangan yang buruk, seperti belanja yang terlampau besar, atau kegagalan untuk berinvestasi.
Jika Anda tidak memiliki sasaran keuangan yang jelas yang ingin Anda capai, maka Anda butuh penyetelan ulang kondisi keuangan Anda untuk menaksir ulang posisi keuangan dan pencapaian yang telah diperoleh. Dengan memiliki sasaran keuangan jangka pendek dan jangka panjang, Anda dapat mengukur kemajuan pencapaian sasaran keuangan.
Oleh : Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS