5 Penyebab Anda Selalu Merasa Kekurangan Uang (Walau pun Penghasilan Telah Naik)
Friday, May 29, 2026       14:52 WIB
  • Banyak orang tetap merasa kekurangan uang karena gaya hidup konsumtif, utang yang diabaikan, dan kebiasaan hidup dari gaji ke gaji.
  • Kurangnya edukasi keuangan membuat penghasilan yang naik tidak otomatis memperbaiki kondisi finansial.
  • Solusinya adalah disiplin mengatur pengeluaran, menabung, dan mulai berinvestasi secara konsisten sejak dini.

Banyak orang yang selalu merasa kekurangan uang bukan karena mereka tidak bekerja atau telah bekerja tetapi penghasilannya (gaji) tidak cukup (terlalu kecil). Sesungguhnya, mereka kekurangan uang karena kebiasaan-kebiasaan yang buruk, yang kadang-kadang mereka sendiri tidak menyadarinya.
Menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk itu sebenarnya tidak terlampau susah. Tetapi, untuk menghentikan kebiasaan buruk itu, Anda butuh aksi (perbuatan) yang nyata dan juga disiplin. Anda dapat menghentikan kebiasaan buruk itu dengan mulai melakukan kontrol pengeluaran. Uang perlu dikontrol supaya uang tidak mengontrol hidup kita.
1. Menghabiskan uang hanya supaya terlihat kaya raya
Hal pertama yang menyebabkan banyak orang yang selalu merasa kekurangan uang, padahal penghasilannya (gaji) telah banyak meningkat, adalah karena mereka selalu rajin berburu pakaian-pakaian mahal dan bermerek, mengendarai mobil model terbaru, dan makan malam di restoran-restoran mahal.
Lebih buruk lagi, jika kebiasaan membeli barang-barang mahal itu dibiayai dengan utang. Sesungguhnya, walau pun terlihat sebagai orang yang kaya dan sukses, mereka tidak sedang membangun kekayaan tetapi membangun utang.
 Fancy cars, designer clothes, expensive dinners will make you broke. You are not building wealth, you're building debt. And pride is not an investment. 
2. Mengabaikan utang-utang yang ada
Hal kedua yang sering menyebabkan orang selalu merasa kekurangan uang adalah karena mereka sering mengabaikan utang-utang yang ada. Utang kartu kredit misalnya, satu gesekan kartu kredit jumlahnya mungkin tidak seberapa. Tetapi, utang dari kartu kredit yang kecil-kecil lama kelamaan akan bertambah menjadi besar.
Ditambah lagi dengan utang KPR dan utang KKB yang sudah ada, maka utang total dapat menjadi tak terbayar dengan gaji yang ada. Jika utang kartu kredit tidak terbayar lunas pada suatu tanggal pembayaran, maka sisa utang itu harus dibawa ke bulan berikutnya ( carry forward ) dan Anda menjadi wajib untuk membayar bunga kartu kredit sejak tanggal pembelian dilakukan.
Kalau pun Anda sudah membayar sebagian besar dari tagihan yang ada, katakanlah 90% dari tagihan, bunga kartu kredit yang sangat tinggi itu tetap akan dihitung untuk keseluruhan jumlah penggunaan dana (100%) sejak tanggal pembelian.
 Every month you ignore your debts, they grow stronger. 
3. Hidup dari gaji bulan ini ke gaji bulan berikutnya
Hal ketiga yang sering menyebabkan orang sering merasa selalu kekurangan uang, padahal gajinya telah meningkat banyak, adalah karena mereka sudah terbiasa untuk hidup dari gaji bulan ini ke gaji bulan berikutnya, tanpa ada rencana yang pasti kapan kebiasaan buruk ini akan dihentikan. Setiap kali menerima gaji, sudah terlintas di pikiran barang-barang apa saja yang akan dibeli.
Kadang-kadang pada bulan tertentu ada banyak pengeluaran yang tidak terduga sehingga gaji kita terpakai seluruhnya sampai habis. Terlebih lagi jika kita tidak memiliki tabungan berupa Dana Cadangan (Reserve Fund). Tetapi, kita selalu harus memiliki rencana supaya kejadian yang sama tidak terulang kembali.
 If your money disappears as fast as it arrives you are not in control. You are a prisoner of your own spending. 
4. Tidak mau mengedukasi diri tentang masalah keuangan
Hal keempat yang sering terjadi, tetapi sepintas tidak kentara - sehingga banyak orang yang selalu merasa kekurangan uang - adalah karena mereka tidak mau untuk terus menerus mengedukasi diri tentang masalah keuangan. Setiap orang wajib memiliki kemampuan untuk mengelola keuangannya, apa pun latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
Pengetahuan keuangan adalah ilmu yang tidak pernah diajarkan di sekolah atau bangku kuliah. Pengetahuan keuangan harus dipelajari terus menerus oleh setiap orang sejalan dengan pertumbuhan banyaknya uang yang dimiliki. Jika Anda tidak mau mengedukasi diri Anda mengenai masalah keuangan ini, maka ketika penghasilan Anda telah meningkat Anda dapat menjadi terheran-heran mengapa Anda tetap merasa selalu kekurangan uang.
 Ignoring investing, taxes, and money management is like refusing to learn to read while trying to write a novel. You can't win if you don't understand the game. 
5. Menunda-nunda untuk mulai menabung dan berinvestasi
Hal kelima mengapa orang selalu merasa kekurangan uang, padahal gajinya telah bertambah banyak, adalah karena mereka selalu menunda-nunda untuk mulai menabung dan berinvestasi. Menabung bukan berarti Anda harus hidup serba kekurangan.
Seringkali orang salah menganggap bahwa menabung uang tidak penting karena hidup hanya sekali dan karenanya kita harus menikmati hidup sampai puas. Sesungguhnya, tujuan menabung adalah menyiapkan Dana Cadangan ( Reserve Fund ) atau Dana Darurat ( Emergency Fund ) untuk keperluan tidak terduga atau hal-hal darurat.
Setelah Dana Cadangan itu terpenuhi, Anda bisa lebih lega menikmati hidup yang Anda inginkan karena kebutuhan dana tidak terduga sudah tersedia dan tidak akan mengganggu anggaran belanja keuarga Anda.
Setelah menyiapkan Dana Cadangan ( Reserve Fund ), selanjutnya Anda dapat bersiap-siap untuk berinvestasi, misalnya untuk membeli rumah, untuk pendidikan anak, atau pun untuk kehidupan masa pensiun yang lebih nyaman.
Berinvestasi sebaiknya dilakukan sejak usia muda, karena semakin awal kita mulai berinvestasi, semakin banyak waktu yang tersedia bagi uang investasi kita untuk berkembang. Pada saat sekarang, dengan kemajuan teknologi yang ada, berinvestasi dapat dilakukan dengan mudah dan dengan biaya yang sangat rendah.
Anda misalnya dapat mulai berinvestasi dengan membeli Unit Penyertaan Reksadana Bursa (ETF) yang dijual di BEI. ETF ( Exchange Traded Fund ) yang sering kami usulkan adalahyang dikelola secara pasif mengikuti indeks LQ45 milik BEI (Bursa Efek Indonesia). Indeks LQ45 adalah indeks yang berisi 45 saham-saham paling likuid yang diperdagangkan di BEI.
Dengan membeli ETF R-LQ45X, Anda hanya perlu mengeluarkan sedikit uang, minimal 1 lot (100 Unit Penyertaan). Yang dibutuhkan adalah konsistensi Anda untuk berinvestasi setiap bulan. Anda hanya perlu memberikan kontribusi jumlah uang yang sama setiap bulan, tanpa perlu memantau harga saham di Bursa sedang bergairah ( bullish ) ataukah sedang lesu ( bearish ). Anda bahkan tidak perlu memiliki pengetahuan yang banyak tentang harga saham-saham. Cukuplah kalau Anda percaya bahwa ekonomi Indonesia akan baik-baik saja untuk beberapa tahun ke depan, maka Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSQ ) dan Indeks LQ45 akan tetap naik dan bernilai tinggi.
 Waiting for the right time to start means you are losing years of compounding. Wealth waits for no one. But small consistent actions multiply over time. 
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS
An error occurred.