5 Langkah Menciptakan Pendapatan yang Langgeng (Steady) untuk Masa Pensiun yang Nyaman
Tuesday, April 07, 2026       16:51 WIB

Setiap orang yang bekerja pada akhirnya akan pensiun juga. Saat ini, usia pensiun seorang karyawan diatur berdasarkan peraturan pemerintah, berlaku untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) dan dipakai juga sebagai rujukan untuk karyawan swasta.
Pada waktu seorang karyawan memasuki usia pensiun, pendapatan gaji yang diterimanya setiap bulan akan berhenti, diganti dengan uang pensiun. Jika seorang karyawan saat ini pensiun pada usia 58 tahun, seorang laki-laki masih dapat berharap akan hidup terus sampai dengan usia 70 tahun, atau bahkan di atas 80 tahun.
Seorang perempuan (karyawati) umumnya memiliki usia harapan hidup yang beberapa tahun lebih lama daripada laki-laki. Lalu, bagaimana pensiunan ini dapat menciptakan pendapatan yang langgeng ( steady ) seperti sewaktu masih aktif bekerja?
1. Miliki Dana Cadangan yang memadai
Langkah pertama untuk menciptakan pendapatan yang langgeng ( steady ) pada masa pensiun adalah memiliki Dana Cadangan ( Reserve Fund ) yang memadai. Dengan memiliki Dana Cadangan ( Reserve Fund ) yang memadai, jika muncul kebutuhan dana tak terduga, maka dana yang telah dialokasikan untuk pengeluaran-pengeluaran yang penting yang lain tidak akan terganggu.
Dana Cadangan ( Reserve Fund ) yang memadai juga akan menghindarkan Anda dari tindakan meminjam uang ketika muncul kebutuhan tidak terduga, misalnya akibat sakit atau kecelakaan, akibat kerusakan kendaraan bermotor yang dipakai untuk berangkat pergi dan pulang kerja, dan lain-lain.
2. Miliki Rekening Dana Pensiun Pribadi ( RDPP )
Setelah memiliki Dana Cadangan ( Reserve Fund ) yang memadai, Anda sebaiknya memiliki pula RDPP (Rekening Dana Pensiun Pribadi). RDPP adalah terjemahan dari istilah IRA ( Individual Retirement Account ) yang sangat populer di US.
Di Amerika Serikat, IRA adalah rekening Dana Pensiun ( Retirement Fund ) yang dimiliki dan dibuka oleh individu sebagai tambahan atas rekening dana pensiun wajib yang dimiliki oleh karyawan berdasarkan Undang-Undang, yaitu  rule  401(k). IRA menjadi tambahan atas  rule  401(k) karena Dana Pensiun wajib menurut UU,  rule  401(k), hanya menyediakan jumlah minimum untuk menjamin kesejahteraan (minimum) seorang karyawan pada waktu pensiun.
Akan tetapi, jika karyawan itu ingin memiliki kehidupan pada masa pensiun yang lebih nyaman sesuai dengan impiannya, maka karyawan ini wajib memiliki IRA atau RDPP (Rekening Dana Pensiun Pribadi).
3. Rencanakan Bekerja Paruh Waktu pada masa pensiun
Jika Anda seorang karyawan yang telah bekerja cukup lama, maka pada waktu Anda memasuki usia pensiun, alih-alih membawa semua ilmu dan pengalaman kerja Anda ikut pensiun, mungkin Anda dapat merencanakan untuk bekerja paruh waktu ( part-time ) membagikan ilmu dan pengalaman kerja Anda tersebut. Atau, jika Anda suka berdiri di depan kelas mengajar mahasiswa, Anda dapat mencoba untuk malamar kerja sebagai dosen pengajar.
Jika sewaktu Anda masih aktif bekerja, Anda mungkin tidak memiliki waktu luang untuk bekerja paruh waktu ( part time ), atau perusahaan tempat Anda bekerja tidak mengijinkan Anda untuk bekerja pada perusahaan pesaing ( competitor ) untuk alasan keamanan data perusahaan, maka setelah Anda pensiun, Anda akan memiliki cukup banyak waktu luang dan tidak ada yang melarang Anda untuk bekerja paruh waktu ( part time ).
4. Miliki investasi produk Berpendapatan Tetap ( Fixed Income )
Untuk menciptakan pendapatan yang langgeng ( steady ) pada masa pensiun, maka investasi pada produk berpendapatan (obligasi) merupakan suatu keharusan. Jika Anda berinvestasi pada obligasi, maka investasi harus dibuat berjenjang, mulai dari obligasi jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.
Tentu saja, kami tidak menganjurkan supaya Anda menaruh semua investasi Dana Pensiun Anda ke dalam investasi surat-surat berharga saja. Investasi dalam surat-surat berharga ( intangible assets ) harus diimbangi dengan investasi pada aset riil ( tangible assets ), karena nilai dari aset tak berwujud dapat dengan mudah turun, bahkan pada kondisi-kondisi tertentu menjadi nihil, tetapi investasi dalam aset riil ( tangible assets ) tetap ada.
5. Miliki investasi Properti Sewa
Terakhir, untuk memiliki pendapatan yang langgeng ( steady ) pada masa pensiun, sangat disarankan bagi Anda untuk memiliki sebagian investasi ada dalam bentuk properti sewa. Properti sewa yang kami maksud di sini adalah properti berbentuk tanah dan bangunan (rumah tinggal) yang Anda sewakan, bukan berbentuk apartemen atau DIRE (Dana Investasi Real Estat).
Apartemen dapat Anda sewakan, tetapi nilai jual apartemen yang terbesar bukan ada pada harga tanah, sementara harga bangunan apartemen akan berkurang dengan berjalannya waktu. Belum lagi kalau kita memperhitungkan ongkos perawatan ( service charge ) apartemen yang mahal. Sementara itu, nilai DIRE , sekali pun merupakan properti, tetapi DIRE telah diubah menjadi investasi dalam surat-surat berharga.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS

berita terbaru
Friday, Apr 17, 2026 - 12:22 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham AKPI, Jual
Friday, Apr 17, 2026 - 12:21 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham CASH, Beli
Friday, Apr 17, 2026 - 12:19 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham YOII, Jual
Friday, Apr 17, 2026 - 12:17 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham STTP, Beli
Friday, Apr 17, 2026 - 11:10 WIB
Angka Transaksi Saham DADA Meroket
Friday, Apr 17, 2026 - 10:55 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham NSSS, Jual