5 Kejadian Penting (Milestones) Dalam Hidup Dimana Perencanaan Keuangan Sangat Dibutuhkan
Thursday, June 26, 2025       17:24 WIB

Kali ini kita akan membahas tentang lima kejadian penting ( mile-stones ) dalam hidup, dimana perencanaan keuangan sangat kita butuhkan untuk menuntun kita dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat. Perencanaan keuangan ibarat cetak biru ( blue print ) dari rumah impian yang akan kita bangun. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, hidup tetap berlangsung, tetapi hasilnya sering kali tidak seperti apa yang kita harapkan.
Kami menuliskan hal ini semata-mata sebagai refleksi dari pengalaman saya dahulu (yang belum mengerti tentang perencanaan keuangan yang baik untuk menuntun hidup), dengan harapan bahwa kita akan dapat mengajarkan perencanaan keuangan ini kepada anak-anak kita agar mereka terhindar dari melakukan kesalahan yang sama seperti kita dahulu.
Garis kehidupan yang kami ceritakan di sini adalah garis kehidupan tipikal dari seorang pemuda yang merantau ke kota besar, kuliah, lulus dan mendapatkan pekerjaan, membeli rumah pertama, menikah, membentuk keluarga, dan mempersiapkan masa pensiun.
1. Mendapatkan pekerjaan pertama
Membandingkan dengan kondisi pasar tenaga kerja sekarang, mungkin kondisi tiga puluh tahun lalu (ketika saya lulus kuliah pada tahun 1992) jauh lebih baik. Dahulu, saya tidak perlu repot-repot mengirim surat lamaran kerja ke mana-mana. Ada banyak perusahaan besar yang membuka lowongan kerja di kampus, dan berebut untuk mendapatkan karyawan baru ( fresh graduate ) langsung dari kampus. Saya ingat dulu, begitu lulus, saya sudah memegang empat atau lima surat panggilan  interview  dari perusahaan-perusahaan besar. Dahulu, posisi pelamar kerja adalah memilih tawaran kerja terbaik yang datang dari pemberi kerja.
Tetapi, berbeda dengan keadaan dulu, sekarang lulusan baru ( fresh graduate ) dari universitas-universitas ternama pun harus bersaing sangat ketat untuk mendapatkan pekerjaan (di Perusahaan yang masih membuka lowongan kerja). Padahal, mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar adalah dambaan sebagian besar (kalau bukan semua) mahasiswa perguruan tinggi (dan juga harapan dari para orangtua mahasiswa itu, bahwa setelah lulus nanti, anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji yang tinggi).
Bagaimana perencanaan keuangan dapat membantu mahasiswa (dan orang tua) dalam situasi sekarang?
Pertama, para mahasiswa (dan orangtua mahasiswa) harus memahami bahwa keadaan sekarang sudah jauh berbeda dari keadaan dulu. Mendapatkan pekerjaan yang baik di Perusahaan besar bukan lagi sesuatu yang otomatis akan diperoleh begitu seorang mahasiswa lulus kuliah. Gelar akademis dari universitas terkenal sudah bukan jaminan bahwa seseorang pasti akan mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya. Kuliah saat ini tetap penting untuk mengajarkan kita berpikir logis dan kritis, tetapi ilmu dari bangku kuliah bukan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan.
Kita tidak boleh ragu untuk bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Lowongan pekerjaan yang ada hanya menunjukkan kepada kita bidang-bidang apa saja yang masih membutuhkan karyawan (dan tidak harus sama dengan bidang studi yang kita pelajari di bangku kuliah).
Kedua, para mahasiswa (dan orangtua mahasiswa) harus siap (mental maupun keuangan) bahwa mendapatkan pekerjaan akan membutuhkan waktu lebih lama. Di sini terlihat pentingnya mempunyai Dana Cadangan ( Emergency Fund ) untuk situasi darurat. Mungkin juga seorang mahasiswa, setelah mempelajari peluang kerja yang minim setelah lulus nanti, akan berpikir bahwa lebih baik dia menjadi wiraswastawan saja. Tentu saja, menjadi wiraswastawan akan membutuhkan lebih banyak uang sebagai modal awal.
2. Membeli rumah pertama
Kejadian penting ( milestone ) kedua dalam hidup kita adalah pada saat kita membeli rumah pertama. Jika Anda bukan anak dari orangtua yang kaya raya, maka dapat dipastikan bahwa Anda akan membeli rumah pertama itu secara kredit (KPR) dari Bank. Kemungkinannya, KPR itu adalah kredit terbesar yang pernah Anda ambil saat itu.
Anda tentu sangat senang karena untuk pertama kalinya Anda memiliki rumah sendiri. Tetapi, pada saat yang sama Anda juga seharusnya khawatir karena jangka waktu KPR yang Anda ambil cukup panjang (dan selama kredit itu belum lunas, Anda tahu bahwa rumah itu sesungguhnya masih milik bank sebagai kreditur). Banyak hal yang dapat terjadi pada peminjam (debitur) yang semuanya berada di luar kontrol debitur.
Di sini terlihat pentingnya memiliki pengetahuan keuangan ( financial literacy ) dan juga perencanaan keuangan ( financial planning ) yang baik. Banyak hal keuangan yang buruk dapat terjadi selama jangka waktu kredit yang panjang itu.
 Pertama , suku bunga KPR di atas 3 tahun jarang sekali yang bersifat tetap.  Kedua , sebagai seorang karyawan, Anda menghadapi resiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaan tempat Anda bekerja.  Ketiga , sebagai debitur, Anda pun harus menanggung resiko jika terjadi kebangkrutan pada pihak kreditur (Bank), selama masa kredit yang panjang itu.
 Resiko pertama  (suku bunga kredit yang melonjak tinggi) dapat terjadi pada setiap kondisi ekonomi karena bank (kreditur) sudah mengalihkan resiko itu kepada nasabah (debitur).  Resiko kedua  (PHK) dapat terjadi pada semua orang yang bekerja sebagai karyawan. PHK dapat terjadi bukan hanya karena kesalahan karyawan, tetapi bisa juga karena Perusahaan mengalami kerugian dan terpaksa melakukan perampingan usaha.  Resiko ketiga  (kebangkrutan kreditur) walau pun jarang terjadi, masih dapat terjadi karena jangka waktu KPR yang lama.
Jika Anda telah memiliki perencanaan keuangan yang baik, Anda seharusnya tahu akan pentingnya Dana Cadangan ( Emergency Fund ), salah satunya adalah menanggulangi resiko inflasi (kenaikan suku bunga kredit) dalam jangka pendek, dan menanggulangi resiko PHK pada diri kita.
3. Menikah dengan pujaan hati
Kejadian penting (milestone) ketiga dalam hidup kita terjadi pada saat kita memutuskan untuk menikah. Keputusan untuk menikah membutuhkan bukan saja persiapan mental untuk hidup bersama, tetapi juga persiapan modal keuangan yang cukup.
Kita tahu bahwa biaya untuk resepsi pernikahan di kota besar seperti Jakarta sangatlah mahal. Di jaman sekarang, saya kira, jarang sekali anak yang akan menikah masih meminta orangtuanya untuk membiayai pesta pernikahan untuk dirinya.
Orang yang hendak menikah harus mempersiapkan semua biaya-biaya dengan cermat: biaya pesta pernikahan, dan biaya-biaya bulan madu ( honey moon ). Setelah itu, penting sekali untuk membeli polis asuransi jiwa yang mempertanggungkan diri Anda dengan pihak penerima manfaat asuransi (beneficiary) adalah pihak istri.
Di sini terlihat bahwa adalah penting sekali memiliki perencanaan keuangan ( financial planning ) yang baik pada tahap kehidupan ( milestone ) ketiga ini. Pada tahap ini, resiko yang harus Anda tanggung menjadi resiko kehidupan Anda sendiri dan resiko kehidupan pasangan Anda. Anda tentu tidak ingin bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri Anda, lalu kehidupan istri (pasangan) Anda menjadi susah bukan?
4. Membina keluarga
Kejadian penting ( milestone ) keempat adalah membina keluarga (memiliki anak). Untuk menanggung biaya-biaya memiliki anak, kita harus memikirkan bukan saja biaya persalinan dan biaya makan dan pakaian bayi saja. Sejalan dengan pertumbuhan anak, biaya yang harus dikeluarkan juga akan semakin banyak.
Mungkin biaya terbesar dalam membina keluarga adalah biaya pendidikan anak. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Universitas dibutuhkan biaya yang sangat mahal. Bayangkan jika Anda tinggal di luar Jawa (yang biaya hidupnya jauh lebih rendah daripada Jakarta), dan kemudian anak Anda harus kuliah di Jakarta (misalnya karena lulus UMPTN).
Atau, kasus lain yang mungkin menyedihkan, bayangkan kalau Anda sebagai kepala keluarga mengalami musibah sehingga tidak dapat mencari nafkah untuk keluarga Anda. Di dalam kedua kasus ini, perencanaan keuangan sangat dibutuhkan supaya kehidupan keluarga Anda bisa berjalan dengan baik.
5. Mempersiapkan masa pensiun
Kejadian penting (milestone) kelima adalah tahap di mana Anda harus mempersiapkan masa pensiun. Mempersiapkan masa pensiun adalah tugas setiap orang yang bekerja, karena pada akhirnya setiap orang yang bekerja akan pensiun, dan pada masa pensiun itu ia tidak boleh menjadi beban bagi keluarganya.
Bahkan, melalui perencanaan keuangan (perencanaan pensiun) yang baik, masa pensiun dapat merupakan masa terbaik ( golden period ) bagi dirinya karena pada masa pensiun ia dapat mewujudkan banyak hal (yang sebelumnya tertunda karena kesibukannya mencari nafkah untuk keluarganya).
 Oleh : Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS

berita terbaru