- Keamanan finansial tidak hanya ditentukan besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan melindungi dan mengelola uang dengan bijak tanpa terjebak gaya hidup konsumtif.
- Hindari meminjamkan uang sembarangan, membeli barang demi pamer, serta berutang untuk membiayai pengeluaran yang belum mampu ditanggung.
- Disiplin mencatat pengeluaran dan menyiapkan dana cadangan menjadi kunci menjaga stabilitas keuangan saat menghadapi risiko atau keadaan darurat.
Perasaan aman untuk masalah keuangan bukan hanya berasal dari banyaknya penghasilan (gaji) yang Anda hasilkan setiap bulan, tetapi juga datang dari seberapa bijaksana Anda melindungi penghasilan yang telah Anda peroleh itu. Anda dapat saja merasa sudah aman dari masalah keuangan karena posisi Anda yang baik di tempat kerja, gaji yang Anda terima juga cukup besar, dan Anda bekerja pada perusahaan besar dan terkenal.
Tetapi, penghasilan (gaji) Anda yang besar itu dapat menjadi tidak ada artinya jika Anda tidak mampu melindungi penghasilan Anda dengan bijaksana. Ketika Anda memiliki penghasilan yang besar, dan orang lain tahu akan hal itu, akan ada banyak orang yang akan mencari kesempatan untuk ikut menikmati penghasilan Anda yang besar itu.
Ketika penghasilan Anda sedang naik menuju puncak, Anda atau pasangan Anda juga akan sering tergoda untuk pamer ( show off ) akan keberhasilan Anda. Akibatnya, Anda mungkin membeli sesuatu bukan karena memang butuh, tetapi hanya untuk membuat orang lain kagum, dan Anda juga mungkin akan tergoda untuk berbelanja menggunakan uang yang belum Anda miliki.
Hal lain yang juga berhubungan dengan masalah gaya hidup yang berubah, ketika penghasilan kita sedang naik menuju puncak, adalah mengabaikan pengeluaran-pengeluaran yang terjadi, dan mengabaikan perlunya memiliki Dana Cadangan (Reserve Fund) untuk berjaga-jaga.
Di bawah ini kami paparkan lima hal yang tidak boleh pernah Anda lakukan, walau pun uang itu adalah milik Anda. Tujuan pemaparan ini adalah menjadikan Anda lebih bijaksana dalam melindungi penghasilan yang ada, dan membuat kondisi keuangan Anda tetap terjaga dengan baik ketika Anda sedang ada dalam masa masa transisi menuju kehidupan yang lebih baik lagi.
Financial peace isn't just about how much you earn but how wisely you protect it. Money is not just currency, it is discipline, control, and freedom. Spend with intention, save with wisdom. And let your money serve your future, not your impulses.
1. Jangan mudah meminjamkan uang kepada siapa pun
Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk melindungi penghasilan Anda adalah menolak memberikan pinjaman (uang) kepada siapa pun. Peminjaman uang sering diajukan oleh teman dekat atau pun kerabat (keluarga dekat). Anda mungkin akan memberikan pinjaman itu karena terdorong oleh rasa kasihan dan niat baik Anda untuk membantu teman atau kerabat yang sedang kesusahan.
Tetapi, ketika Anda meminta pengembalian uang pinjaman itu, tiba-tiba posisi Anda bisa berubah dari orang baik penolong menjadi orang jahat yang tidak berbelas kasih terhadap orang lain. Penyebabnya adalah teman atau kerabat melihat pinjaman itu sebagai bentuk kebaikan hati ( kindness ), bukan sebagai komitmen finansial yang harus dipenuhi.
Ada pihak lain yang memang bergerak di bidang pinjam meminjam uang (bank dan Lembaga Keuangan lainnya). Kalau orang yang meminjam uang layak untuk menerima pinjaman, tentu mereka sudah terlebih dahulu mengajukan pinjaman ke bank untuk menghindari semua kerepotan yang mungkin terjadi jika meminjam kepada teman atau kerabat. Atau, apakah mereka mengajukan pinjaman kepada Anda karena kemungkinan meminjam uang ke Bank sudah tertutup?
Do not lend money to anyone, especially friend or family often see it as kindness not commitment. You lend from a good heart, but the moment you ask for it back, you become the villain. They avoid you, making excuses, and sometimes even disappear. In the end, you lose the money and the relationship.
2. Jangan membeli apa pun hanya untuk membuat orang lain kagum
Hal ke dua yang dapat Anda lakukan untuk melindungi penghasilan dalam perjalanan karir Anda menuju puncak adalah menolak untuk membeli apa pun hanya untuk membuat orang lain kagum. Anda mungkin akan terlihat kaya dan sukses dengan menggunakan barang-barang bermerek.
Tetapi, mencoba untuk membuat orang lain kagum karena barang yang kita pakai, tidak akan mengubah harga diri kita yang sesungguhnya. Anda mungkin akan terlihat lebih berwibawa karena naik mobil BMW, tetapi Anda tidak menjadi lebih pintar atau lebih bijaksana dengan cara itu.
Berusaha membuat orang lain kagum hanya akan memboroskan uang Anda dan merusak kedamaian keuangan Anda sendiri. Sesungguhnya, orang lain tidak ada yang peduli dengan apa yang Anda miliki. Mereka hanya peduli dengan cara Anda memperlakukan mereka.
Trying to impress people drains your wallet and your peace.
3. Jangan membelanjakan uang yang belum Anda miliki
Hal berikutnya yang dapat Anda lakukan untuk melindungi penghasilan Anda adalah dengan tidak membelanjakan uang yang belum Anda miliki saat ini. Membelanjakan uang yang belum dimiliki sama artinya dengan berbelanja menggunakan utang.
Jika dalam perjalanan Anda menuju puncak karir, Anda berutang hanya untuk membuat orang lain kagum, maka sesungguhnya Anda sedang menggali jebakan finansial untuk masa depan Anda sendiri.
Anda mungkin merasa tidak apa berutang sekarang, misalnya dengan menggesekkan kartu kredit, karena nantinya pada akhir bulan Anda akan melunasi semua utang tersebut dari gaji yang akan Anda terima. Tetapi, kebiasaan untuk berbelanja menggunakan uang yang belum Anda miliki adalah kebiasaan keuangan yang buruk.
Belanja kecil, tetapi seringkali dilakukan akan menjadi besar jumlahnya. Jika ditambah lagi dengan kemungkinan terjadinya hal-hal tak terduka ( emergency ) yang membutuhkan banyak uang, maka dapat terjadi pembayaran tagihan kartu kredit Anda tidak dapat dibayar lunas dan akibatnya Anda harus menanggung biaya bunga yang tinggi.
Debt feels easy today and expensive tomorrow. Don't spend your life fixing financial holes you dug yourself.
4. Jangan mengabaikan pengeluaran-pengeluaran
Terkait dengan nasehat nomor tiga di atas - untuk tidak berbelanja menggunakan uang yang belum Anda miliki - nasehat berikutnya adalah jangan mengabaikan pengeluaran-pengeluaran yang ada. Nasehat ini berguna untuk melindungi kesehatan keuangan Anda dalam perjalanan menuju sukses keuangan yang lebih besar. Pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak diperhatikan pada akhirnya dapat tumbuh menjadi pengeluaran besar.
Orang menjadi kehabisan uang bukan karena penghasilannya kecil. Orang menjadi kehabisan uang karena mereka tidak mengetahui ke mana uangnya pergi. Anda harus tahu ke mana semua uang Anda dibelanjakan. Jika Anda tahu ke mana semua uang Anda dibelanjakan, Anda memegang kontrol. Jika Anda tidak memegang kontrol atas uang Anda, maka selamanya Anda tidak akan merasa memiliki uang yang cukup.
People don't stay broke because they earn little. They stay broke because they don't track where their money goes. Control creates freedom. If you don't monitor your money, it will always feel like it's not enough.
5. Jangan sekali-kali mengabaikan dana cadangan
Hal terakhir (nasehat) yang dapat kami sampaikan untuk melindungi penghasilan dalam perjalanan Anda menuju puncak karir adalah jangan sekali-kali mengabaikan Dana Cadangan (Reserve Fund) atau Dana Darurat (Emergency Fund). Kita tidak akan pernah tahu kapan musibah akan terjadi. Oleh karena itu, cara terbaik untuk melindungi diri kita dan keluarga dari segala resiko-resiko kecil yang mungkin terjadi adalah dengan memiliki Dana Cadangan (Reserve Fund).
Resiko kecil ini dapat berupa kerusakan mobil yang dipakai untuk pulang dan pergi ke kantor, kecelakaan diri ( personal accident ) yang mengharuskan Anda masuk rumah sakit dan tidak bekerja untuk beberapa bulan, dan lain-lain. Untuk resiko-resiko besar, seperti resiko kematian atau resiko perawatan di rumah sakit, Anda seharusnya sudah mempersiapkan diri dengan membeli asuransi jiwa dan asuransi Kesehatan.
Life hits without warning. Unexpected problems shake your entire foundation if you are unprepared. Saving isn't being cheap. It's being strategic. It protects your peace, dignity and stability.
Oleh : Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS