- Kesuksesan tidak ditentukan oleh titik awal, tetapi oleh kebiasaan dan pola pikir dalam membangun masa depan.
- Empat kebiasaan penting: belajar dari orang sukses, bertanggung jawab, berani memulai dari nol, dan fokus menyelesaikan masalah.
- Semakin banyak solusi yang diberikan kepada orang lain, semakin besar peluang menciptakan nilai dan kekayaan.
Dalam artikel kali ini kita akan berbicara mengenai empat kebiasaan sederhana yang dapat mengubah nasib orang miskin menjadi orang kaya. Kita tidak akan berbicara tentang warisan, lotere, atau memenangkan hadiah undian lainnya.
Tetapi, kita akan berbicara tentang kebiasaan ( habits ) dan pola pikir ( mind-set ) orang-orang yang berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Intinya, jika Anda memulai segala sesuatu dari titik nol, tetapi Anda ingin membangun kekayaan, maka ada beberapa kebiasaan yang harus Anda kembangkan.
Memulai hidup dari titik nol kadang-kadang terasa tidak adil. Anda mungkin tidak punya orangtua yang kaya, Anda tidak punya koneksi dengan orang-orang penting, dan Anda tidak kenal orang-orang yang akan membukakan pintu kesempatan bagi Anda. Sementara itu, Anda melihat ada orang lain yang mendapat semua kesempatan untuk memulai hidup yang lebih baik dari diri Anda.
Kami akan menunjukkan beberapa hal, yang orang lain mungkin baru menyadarinya setelah umurnya telah terlalu tua: titik awal Anda memulai hidup bukanlah hal yang menentukan sampai ke mana Anda dapat melangkah maju.
Tetapi, kebiasaan ( habits ) dan pola pikir ( mind-set ) yang menentukan sampai seberapa jauh Anda bisa melangkah. Di bawah ini kami akan tunjukkan empat empat kebiasaan dan pola pikir yang dapat mengubah nasib seorang miskin ( broke ) menjadi seorang kaya ( wealthy ).
Kebiasaan No.1: Pelajari keberhasilan orang-orang sebelum Anda
Banyak orang yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk nyinyirin orang lain yang lebih sukses dari mereka, dan bukannya belajar mengapa mereka bisa lebih sukses. Sesungguhnya, orang-orang yang sukses itu, dalam perjalanannya untuk mencapai kesuksesan, akan meninggalkan banyak pola sukses yang bisa dipelajari orang lain.
Pola-pola, kebiasaan-kebiasaan, strategi-strategi, dan cara-cara berpikir dari orang-orang sukses itu semua tersedia bagi kita secara cuma-cuma untuk dipelajari. Kita hanya perlu mengajukan pertanyaan yang tepat saja.
Daripada bertanya: mengapa mereka lagi (yang sukses)?, tanyakanlah: hal apa (yang berbeda) yang telah dilakukan mereka? Belajarlah dari orang-orang yang sudah sukses, karena hal itu akan dapat menghemat banyak waktu kita dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu ( an old proverb said: do not reinvent the wheel ).
Kebiasaan No.2: Ambil tanggung jawab untuk Masa Depan Anda sendiri
Setiap orang memulai hidup dari titik yang berbeda. Ada yang memulainya dari titik nol (tidak punya apa-apa). Sebaliknya, ada yang memulainya jauh di depan orang lain (modal yang besar dari orangtua). Kita tidak menyangkal kemungkinan-kemungkinan itu.
Latar belakang kita berpengaruh. Tantangan-tantangan yang kita hadapi juga mungkin berbeda. Segala hal buruk yang merintangi gerak kita tentunya juga berpengaruh terhadap kemajuan hidup kita.
Tetapi, pada akhirnya, kita harus berani mengambil sikap. Kita harus berani bertanggung jawab atas masa depan kita sendiri. Berani bertanggung-jawab itu jauh lebih penting daripada sekadar mencari-cari alasan untuk membenarkan kondisi hidup kita yang buruk.
Jika kita hidup terlahir bukan sebagai anak orang kaya, maka hal itu sama sekali bukan kesalahan kita. Tetapi, kita harus bertanggung-jawab atas setiap langkah yang kita ambil selanjutnya. Ini pola pikir ( mind-set ) penting yang harus kita tanamkan dalam-dalam, karena pola pikir akan menciptakan momentum untuk terus bergerak maju.
Kebiasaan No.3: Jangan Malu untuk memulai dari Titik Nol
Banyak orang yang tidak bergerak maju hanya karena mereka malu untuk memulai dari titik nol. Anda mungkin terlahir dalam keluarga yang cukup makmur sehingga dapat menyekolahkan Anda sampai menjadi sarjana di Universitas bergengsi di negeri ini (atau, barangkali di universitas luar negeri).
Tetapi, kondisi perekonomian kita sedang tidak baik-baik saja. Pada setiap masa, ada tantangan tersendiri yang mesti dihadapi. Pada masa sekarang ini, berbekal pendidikan tinggi saja, menjadi sarjana dari universitas bergengsi, mungkin sudah tidak cukup lagi untuk dapat menggapai cita-cita hidup.
Banyak orang tidak bergerak maju karena bayangan mereka tentang kehidupan itu terlalu besar untuk ego yang dimiliki (atau ego dari keluarga yang telah membiayai kuliahnya). Dalam bayangan mereka, seorang sarjana dari universitas bergengsi harus mendapatkan posisi pekerjaan yang baik dengan gaji awal yang besar.
Tidak salah jika kita mempunyai visi yang besar. Tetapi, sebelum visi itu terwujud, kita harus menjaga supaya ego kita tetap kecil. Singkat kata, ego yang terlalu besar hanya akan menghambat kemajuan kita untuk menggapai visi kita akan kehidupan yang lebih baik.
Kebiasaan No.4: Jadikan penyelesaikan masalah sebagai Obsesi
Kebiasaan terakhir yang dapat mengubah nasib seseorang, dari hidup miskin ( broke ) menjadi makmur ( wealthy ), adalah menjadikan hidup kita selalu terobsesi dengan keinginan untuk menyelesaikan masalah ( solving problems ).
Untuk menjadi makmur (kaya), kita harus dapat menghasilkan banyak uang. Bagi seorang pebisnis, menghasilkan banyak uang berarti menciptakan sesuatu (barang atau jasa) yang dibutuhkan banyak orang. Bagi seorang karyawan, menghasilkan lebih banyak uang berarti mencapai jenjang karir yang lebih tinggi, dengan gaji yang lebih besar.
Apa pun cara yang kita pilih untuk menghasilkan lebih banyak uang (menjadi pebisnis atau pun menjadi karyawan), perlu selalu diingat bahwa uang hanya akan bergerak mengikuti solusi yang kita tawarkan. Semakin banyak problem yang dapat kita selesaikan, maka produk atau jasa yang kita hasilkan akan menjadi semakin mahal.
Jadi, pola pikir ( mind-set ) kita harus diubah. Daripada bertanya: bagaimana menciptakan lebih banyak uang)?, kita harus mulai bertanya: problem apa yang dapat saya selesaikan?
Perubahan kecil pada pola pikir ini akan merubah banyak hal. Banyak kesempatan bisnis yang bermula dari problem yang kemudian berhasil dicarikan solusinya. Orang-orang yang melihat problem, dan menemukan solusinya, akan selalu berhasil mendapatkan uang lebih banyak.
Oleh: Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS