- Kesuksesan menuntut kesiapan menghadapi proses yang sulit, pengorbanan, dan ketidaknyamanan, bukan sekadar menikmati hasil akhirnya.
- Orang sukses rela disalahpahami, menunda kenikmatan jangka pendek, serta tetap fokus pada tujuan dan pertumbuhan jangka panjang.
- Mereka juga bersedia memulai dari hal kecil, mengesampingkan ego, dan membangun kesuksesan secara bertahap hingga mencapai hasil besar.
Setiap orang menginginkan kesuksesan. Setiap orang menginginkan uang, kebebasan, gaya hidup, dan rasa hormat dari lingkungannya. Tetapi, sangat sedikit orang yang bersedia menjalani proses yang harus ada sebelum menjadi sukses.
Orang-orang hanya menyaksikan hasil akhir. Tetapi, mereka jarang yang mengetahui pengorbanan yang terjadi di belakangnya. Itulah sebabnya, banyak yang mengagumi orang sukses, tetapi sedikit sekali yang menjadi sukses. Karena untuk mencapai kesuksesan, orang harus melewati hal-hal yang sulit, hal-hal yang membuat kita merasa tidak nyaman.
Banyak orang yang gagal sukses bukan karena kesuksesan itu mustahil diraih. Mereka gagal karena perjalanan menuju kesuksesan itu bukan perjalanan yang nyaman.
Jika Anda tidak dapat mengatasi perasaan disalahpahami, jika Anda tidak dapat menunda menikmati hasil kerja Anda, atau Anda masih merasa malu untuk mulai usaha Anda dari kecil atau kecil sekali, maka kesuksesan belum akan menjadi milik Anda.
Tetapi, jika Anda dapat mengatasi hal-hal sulit itu, Anda akan menikmati sukses yang luar biasa. Singkat kata, jika Anda ingin menjadi sukses, Anda harus dapat mengatasi hal-hal sulit tersebut dalam melangkah maju.
Berikut ini adalah tiga hal sulit yang harus dialami seseorang sebelum menjadi sukses. Jika Anda tidak dapat mengatasi tiga hal di bawah ini, maka sukses bukan milik Anda.
1. Orang sukses sering disalahpahami sebelum mereka dikagumi
Hal sulit pertama yang harus dialami seseorang sebelum ia menjadi sukses adalah perasaan sering disalahpahami orang lain. Orang sukses adalah orang yang berani berpikir berbeda dari kebanyakan orang.
Tetapi, ketika Anda mengutarakan pemikiran atau ide-ide Anda yang berbeda itu, Anda akan dianggap aneh. Bukan karena pemikiran atau ide Anda itu salah, tetapi karena pemikiran atau ide Anda itu berbeda dari pemikiran atau ide yang ada dalam pikiran kebanyakan orang.
Ketika Anda berhenti mengikuti pemikiran dari orang-orang di sekitar Anda, mereka akan mulai mempertanyakan pemikiran Anda.
Jika Anda menghabiskan akhir minggu dengan belajar, bekerja, dan membangun mimpi-mimpi Anda, sementara teman-teman Anda umumnya memilih untuk bersantai menikmati hidup, mereka sering tidak mengerti apa yang sedang Anda lakukan.
Anda mungkin akan dikritik, pendapat dan pemikiran Anda mungkin akan disangkal. Bahkan mungkin juga Anda akan ditertawakan. Banyak orang sukses yang mula-mula disalahpahami sebelum kemudian dikagumi karena pemikiran atau ide-idenya yang berhasil.
2. Orang sukses akan menunda kenikmatan jangka pendek demi tercapainya goal jangka panjang
Hal sulit kedua yang harus dialami seseorang sebelum menjadi sukses adalah seringkali ia harus menunda kenikmatan ( delaying gratification ) yang diperoleh dari projek-projek kecil yang berhasil diselesaikan dengan baik.
Orang sukses adalah orang yang bersedia untuk mengorbankan kenikmatan jangka pendek demi kebebasan finansial jangka panjang.
Ketika orang lain akan merayakan setiap keberhasilan yang diraih dengan menghamburkan uang yang diperolehnya, orang-orang yang sukses akan menginvestasikan setiap Rupiah yang diperolehnya ke dalam aset-aset yang berguna untuk membantunya mencapai sasaran jangka panjang.
Ketika orang lain sibuk memamerkan kekayaan yang diperoleh, orang sukses akan sibuk untuk membangun aset-aset yang berharga (bertumbuh). Ketika orang lain sibuk mengejar kenikmatan sesaat, orang sukses akan berfokus pada kemajuan jangka panjang.
Hidup orang yang sedang membangun kesuksesan mungkin akan terdengar membosankan. Namun, setelah sukses berhasil diraih, gaya hidup orang sukses seperti inilah yang akan dicari.
3. Orang sukses bersedia untuk memulai dari hal kecil
Banyak orang yang tidak suka untuk memulai sesuatu dari titik nol. Kita yang bergelar sarjana, apalagi sarjana lulusan luar negeri, biasanya memiliki ego yang besar bahwa kita hanya akan menerima tawaran bekerja pada Perusahaan besar dengan gaji dan tunjangan yang besar, dan jenjang karir yang jelas.
Ego kita mengharapkan pengakuan instan, hasil instan, dan kesuksesan instan. Tetapi, sukses jarang yang mengikuti cara instan seperti itu.
Demikian pula dengan pebisnis. Banyak pebisnis sukses yang memulai usahanya dari bisnis kecil. Seorang pebisnis besar mungkin dulu memulai bisnisnya dari UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Bisnis kecil, pendapatan kecil, kesempatan kecil.
Tetapi mereka tetap berusaha untuk maju. Mereka tidak berusaha untuk terlihat sukses ( looking successful ), tetapi mereka berfokus untuk menjadi sukses ( becoming successful ). Sejalan dengan waktu, bisnis yang kecil itu akan terus bertumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar.
Oleh : Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS