- Banyak orang sulit menabung dan meningkatkan kondisi keuangan bukan karena malas atau bodoh, melainkan karena memiliki pola pikir yang keliru tentang uang dan waktu.
- Kesalahan umum adalah menganggap uang hanya soal jumlah, terlalu konsumtif, serta lupa bahwa setiap pengeluaran juga mengorbankan waktu, energi, dan disiplin hidup.
- Penting untuk memahami psikologi uang, membangun kebiasaan investasi, dan memilih instrumen seperti ETF untuk membangun kekayaan tanpa menjadi seorang jenius.
Jika Anda merasa tidak mampu mencari uang (penghasilan) yang cukup, atau Anda merasa tidak pernah bisa menabung cukup banyak uang, sesungguhnya hal itu bukan karena Anda bodoh. Kemungkinan besar adalah karena Anda tidak benar-benar mengerti apa sebenarnya uang dan bagaimana uang mempengaruhi hidup kita.
Banyak orang terperangkap dalam jebakan masalah uang bukan karena mereka malas, bukan karena mereka bodoh, dan bukan pula karena nasib mereka yang memang buruk.
Mereka yang terperangkap ke dalam jebakan keuangan, sesungguhnya karena tidak memiliki kerangka bepikir ( mindset ) yang benar tentang uang. Anda dapat berkata bahwa Anda bekerja untuk memperoleh uang, tetapi kenyataannya, Anda mungkin hanya menghabiskan waktu Anda untuk sesuatu yang tidak sepenuhnya Anda mengerti.
Kesalahan I: Berpikir bahwa uang hanya masalah jumlah saja, bukan masalah waktu
Katakanlah Anda mendapatkan gaji sebesar 12 juta per bulan, atau sekitar dua kali UMR DKI Jakarta. Jumlah yang cukup banyak. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk memperoleh penghasilan sebesar 12 juta tersebut? Berapa banyak energi, stres, dan masa muda yang Anda korbankan untuk mendapatkan penghasilan tersebut?
Misalkan sekarang Anda menghabiskan 3 juta (25%) dari penghasilan Anda untuk membeli smart phone . Jumlah uang sebesar 3 juta adalah seperempat dari waktu (hidup Anda) yang ada dalam sebulan. Hidup yang tidak akan Anda dapatkan lagi, sekali terpakai.
Apakah pengorbanan waktu satu minggu itu sudah sepadan untuk satu buah smart phone ? Jika Anda tidak mengukur nilai uang dengan kesadaran akan waktu milik Anda yang terpakai, maka Anda akan selamanya hanyut mengikuti angka-angka dalam rekening Anda yang terus mengalir keluar. Sepintas angka-angka tersebut terlihat sebagai bilangan yang tidak memiliki kehidupan, tetapi sesungguhnya mengontrol seluruh hidup Anda.
Kesalahan II: Percaya bahwa berbelanja memberikan kebahagiaan, dan tidak menguras energi
Dalam dunia modern sekarang yang serba digital, berbelanja telah menjadi semakin mudah. Setiap saat, Anda dapat berbelanja hanya menekan tombol buy now , dan semua keperluan Anda akan diantarkan ke depan pintu rumah. Dunia modern mengatakan bahwa Anda dapat melayani diri sendiri, hanya dengan menekan tombol pada ponsel Anda.
Tetapi, sesungguhnya bisa jadi Anda tidak sedang membuat keputusan yang logis. Barangkali otak Anda sedang dimanipulasi oleh berbagai diskon yang ditampilkan di layar ponsel Anda. Mungkin juga otak Anda sedang dipaksa untuk melakukan pembelian secepatnya oleh berbagai penanda waktu yang menciptakan urgensi palsu.
Misalnya, bahwa diskon hanya berlaku untuk sepuluh pembeli pertama. Kenyataannya, tidak ada batasan jumlah barang yang disediakan penjual.
Setiap kali Anda membelanjakan uang Anda untuk membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan, Anda bukan saja sedang memboroskan uang, tetapi Anda juga kehilangan focus, energi, dan disiplin. Semakin banyak uang yang Anda belanjakan secara ceroboh, semakin sulit bagi Anda untuk menabung dan mematuhi anggaran belanja ( budget ) yang ada, dan semakin jauh jarak Anda untuk mencapai kebebasan keuangan (pensiun dengan nyaman dan bebas utang).
Kesalahan III: Percaya bahwa berinvestasi harus melibatkan uang besar, dan menjadi kaya harus mengambil risiko yang besar sekali
Anda mungkin berpikir bahwa untuk menjadi kaya, Anda harus mempunyai perusahaan besar, memulai proyek besar, dan menjadi pimpinan (bos). Tetapi, dalam kenyataannya, banyak perusahaan besar yang secara keuangan sangat stabil, dimulai dari usaha kecil, toko sederhana, atau warung kecil, yang cuma menghasilkan beberapa ratus ribu rupiah per hari.
Usaha sederhana dapat membangun pondasi bisnis yang kuat. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan ide-ide usaha kecil. Kemiskinan tidak datang dari ukuran bisnis Anda yang masih kecil. Kemiskinan berasal dari pikiran yang berhenti bertumbuh.
Pernahkah Anda berpikir bahwa kondisi keuangan Anda seperti orang yang berlari di atas treadmill ? Anda bekerja keras, Anda memperoleh gaji setiap bulan, tetapi Anda merasa bahwa kondisi keuangan Anda tidak pernah berubah?
Hal itu terjadi bukan karena Anda tidak pintar. Hal itu terjadi karena Anda tidak pernah belajar tentang psikologi dari uang. The psychology of money: all the weird ways our brain thinks about greed, fear, and risk .
Saya tidak menganjurkan semua orang untuk menjadi pemain saham, walau pun saya bekerja di perusahaan sekuritas. Tetapi saya menganjurkan supaya supaya semua orang berinvestasi.
Jika Anda adalah pemodal pemula, mulailah berinvestasi pada reksadana bursa (ETF) pasif yang mengikuti indeks saham global seperti R-LQ45X. Dengan berinvestasi pada ETF, Anda akan membangun kekayaan secara pasti, tanpa harus menjadi seorang jenius dalam memilih saham yang akan naik, dan menjual saham yang akan turun, atau mengambil resiko-resiko besar yang tidak terkendali.
Oleh: Fredy Sumendap, CFA
Oleh: Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS