3 Aturan Keuangan yang Harus Dilanggar, Agar Lepas dari Kemiskinan
Monday, April 20, 2026       16:59 WIB

Jika Anda terlahir bukan dalam keluarga yang kaya raya, dan Anda masih patuh terhadap aturan-aturan keuangan yang ditanamkan sejak Anda masih kecil, bukan berarti Anda akan tetap hidup miskin karena Anda gagal mematuhi aturan-aturan yang diajarkan.
Sebaliknya, sesungguhnya Anda bisa tetap hidup miskin, karena Anda terlalu patuh menjalankan aturan-aturan keuangan yang ditanamkan dalam pikiran Anda sejak kecil. Anda akan terlepas dari kemiskinan ketika Anda mulai berani mempertanyakan aturan-aturan keuangan yang mengharuskan Anda untuk patuh itu.
Jika Anda ingin lepas dari kemiskinan, maka Anda harus berani untuk melanggar aturan-aturan keuangan yang menghambat Anda untuk lepas dari kemiskinan. Hal ini mungkin akan menyinggung perasaan mereka yang telah setia pada aturan-aturan yang telah tertanam sejak kecil.
Sesungguhnya, kemiskinan tetap bertahan dalam kehidupan kita bukan selalu karena kita kurang berusaha. Kemiskinan bertahan karena aturan-aturan keuangan yang kaku dan ketinggalan zaman yang terus kita patuhi tanpa bertanya mengapa begitu?
Jika Anda sudah terlahir miskin, maka sesungguhnya aturan-aturan itu ditanamkan kepada Anda untuk membantu Anda selamat ( survive ) dari kemiskinan; bukan aturan-aturan yang akan membuat Anda lepas ( escape ) dari kemiskinan.
Setiap orang yang ingin lepas dari kemiskinan harus berani melanggar aturan-aturan tersebut.
Aturan 1: Syukuri semua yang diterima
Aturan ini, yang sering diucapkan oleh orang Indonesia yang religius; terdengar sangat bijaksana dan rendah hati, tetapi sesungguhnya berbahaya. Selalu bersyukur tanpa memiliki ambisi untuk mendapatkan lebih, hanya akan melatih kita untuk menerima kekurangan dari setiap kondisi yang disodorkan kepada kita.
Kita diajarkan untuk jangan meminta lebih, jangan menuntut, jangan menentang upah yang rendah/kecil. Jangan sampai terkesan tidak berterima-kasih. Akibatnya kita menerima dibayar terlalu murah, dan bekerja terlalu banyak.
Orang-orang yang lepas dari kemiskinan belajar dengan cepat tentang hal ini. Bersyukur bukan berarti kita tidak boleh bersuara. Kita dapat tetap bersyukur atas apa yang kita terima, dan pada saat yang sama kita juga meminta (upah, posisi, atau imbalan lain) yang lebih bagus.
Untuk bertahan hidup ( survive ) kita memang harus menunjukkan rasa syukur atas apa yang kita terima. Tetapi, untuk menjadi kaya (makmur) kita tetap harus berani menuntut hak kita ( assertive ).
Aturan 2: Harus bermain aman, jangan mengambil risiko
Aturan ini mengajarkan orang miskin untuk selalu patuh. Anda diwanti-wanti: jangan berbisnis, jangan berinvestasi, jangan mencoba sesuatu yang tidak biasa, jangan ambil resiko gagal dan dipemalukan.
Karena itu Anda membatasi jangkauan horizon wawasan Anda, membatasi perjuangan Anda hanya atas sesuatu yang dapat Anda perkirakan hasilnya. Intinya, Anda disuruh mengambil pilihan hidup berada pada pada jalur lambat saja.
Apakah ironi dari ajaran untuk mengambil pilihan hidup ini? Kemiskinan itu sendiri adalah resiko terbesar yang dapat terjadi. Orang-orang yang terlepas dari kemiskinan tidak bertindak ceroboh.
Sesungguhnya, orang yang terlepas dari kemiskinan adalah orang yang penuh perhitungan. Mereka mengambil resiko sejak awal; resiko-resiko kecil, tetapi resiko yang berulang-ulang. Mereka tahu bahwa bermain aman terlalu lama berarti membiarkan waktu mencuri masa depan.
Aturan 3: Ikuti jalur normal dan menanti giliran dengan sabar
Aturan ini hanya akan membunuh keinginan untuk mencapai kemajuan dengan cepat. Aturan ini mengajarkan untuk mengambil jalur normal yang aman: kuliah, wisuda, bekerja, lalu menunggu dan berharap untuk naik jabatan (pada satu pemberi kerja yang sama).
Tetapi, tidak ada yang memberitahu bahwa jalur normal ini sudah penuh sesak. Imbalan untuk mengikuti jalur normal ini semakin berkurang, dan pekerjaan menunggu ada batas kadaluarsa. Karena, pada akhirnya, semua orang akan pensiun juga, dan keberhasilan untuk mencapai suatu posisi yang diharapkan hanya dapat dinikmati untuk beberapa saat saja sebelum pensiun.
Orang-orang yang terlepas dari kemiskinan sudah berhenti menunggu untuk dapat menikmati masa depan yang lebih baik. Mereka membangun keahlian sembari kuliah, mereka mendapatkan penghasilan sembari belajar, mereka maju pada saat orang lain mengantri.
Mungkin Anda merasa bahwa mengantri (kesempatan untuk maju) adalah tindakan yang bertanggung-jawab. Tetapi, sesungguhnya bertanggung-jawab (mengantri) tanpa strategi hanyalah membuang-buang waktu saja. Aturan ini ditujukan untuk terciptanya kestabilan, bukan untuk kemajuan.
Mematuhi aturan-aturan seperti ini akan membuat Anda terkesan terhormat tetapi sesungguhnya karir Anda berhenti dan  nyangkut . Sebaliknya, melanggar aturan-aturan seperti ini membuat Anda mungkin terkesan tidak sabar atau terburu-buru, walau pun sesungguhnya Anda sedang membebaskan diri dari aturan-aturan lama yang kaku.
Setiap kisah sukses orang yang lepas dari kemiskinan mempunyai bab tersembunyi yang sama: mereka diceritakan dengan rasa bangga, tetapi mereka seringkali tidak dimengerti, karena mereka melanggar setiap aturan, ajaran, dan harapan yang normal. Tetapi, yang penting adalah, orang-orang yang melanggar aturan ini bisa lepas dari siklus kemiskinan itu.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS