​​​​​​​BUMI Simpan Sisa Dana dari Tiga Tahap Penerbitan Obligasi Senilai Rp523 Miliar
Friday, January 09, 2026       16:24 WIB
  • masih menyimpan sisa dana obligasi Rp523,17 miliar per 7 Januari 2026 dari total hasil bersih penerbitan obligasi tiga tahap senilai Rp1,83 triliun.
  • Sebagian besar dana telah direalisasikan Rp1,3 triliun, terutama untuk akuisisi saham WPL dan JPL serta pinjaman modal kerja ke WPL.
  • Sisa dana berasal dari akuisisi LM yang belum terealisasi dan selisih modal kerja, memberi ruang keuangan untuk likuiditas dan peluang ekspansi ke depan.

Ipotnews - PT Bumi Resources Tbk () melaporkan bahwa per 7 Januari 2026 perseroan masih menyimpan dana hasil penerbitan obligasi sebesar Rp523,17 miliar. Sisa dana ini merupakan hasil dari penawaran umum pada program Obligasi Berkelanjutan I tahap pertama, kedua dan ketiga yang dirilis pada 2025.
Berdasarakan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 9 Januari 2026, saat ini emiten kongsian Bakrie Group dan Salim Group ini mencatatkan perolehan dana hasil penawaran umum secara bruto sebesar Rp1,85 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp24,07 miliar, maka meraup hasil bersih sebesar Rp1,83 triliun.
Pada rencana penggunaan dana hasil penawaran umum untuk penerbitan obligasi tiga tahap tersebut, sebesar Rp685,49 miliar untuk mengakuisisi saham Water Plus Limited (WPL). Kedua, pemberian pinjaman modal kerja ke WPL senilai Rp196,25 miliar, lalu untuk penguatan modal kerja sebesar Rp271,31 miliar dan juga untuk akuisisi dua perusahaan lainnya, yakni JPL sebesar Rp340,88 miliar dan LM sebesar Rp333,60 miliar.
Hingga 7 Januari 2026, sudah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp1,3 triliun. Seluruh dana untuk akuisisi saham WPL sudah direalisasikan secara penuh sebesar Rp685,49 miliar, demikian pula pinjaman modal kerja kepada WPL sebesar Rp196,25 miliar. Perseroan juga telah merealisasikan sepenuhnya akuisisi saham JPL sebesar Rp340,88 miliar.
Sementara itu, penggunaan dana untuk modal kerja perusahaan baru terealisasi sebesar Rp179,25 miliar atau lebih rendah dari rencana awal. Adapun akuisisi saham LM belum direalisasikan sampai 7 Januari 2025, sehingga dana sebesar Rp333,6 miliar belum digunakan.
Dengan realisasi tersebut, maka masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp523,17 miliar. Sisa dana ini terutama berasal dari belum dilaksanakannya akuisisi LM, serta nilai selisih antara rencana dan realisasi penggunaan dana untuk modal kerja . Penggunaan dana dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada rencana yang telah diungkapkan dalam prospektus.
Ketersediaan dana hasil penerbitan surat utang itu sekaligus menunjukkan bahwa masih memiliki ruang keuangan yang cukup untuk merespons peluang ekspansi, menjaga likuiditas maupun mengantisipasi dinamika industri batubara di sepanjang tahun ini.(Budi/AI)


Sumber : admin
An error occurred.