Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | HEALTH

Thursday, November 29, 2012       14:22 WIB
Warfarin, Obat Jantung Yang Berisiko Kematian

Ipotnews – Penderita sakit jantung umumnya mengkonsumsi warfarin sebagai obat antikoagulan alias pengencer darah. Tetapi, penggunaan warfarin perlu diwaspadai sebab ia bisa menimbulkan pendarahan serius.

Melansir situs Telegraph Kamis (29/11) stroke dan serangan jantung terjadi akibat penggumpalan darah di bagian arus utama. Efek samping warfarin salah satunya dapat bereaksi jika pasien juga mengkonsumsi jenis makanan umpamanya bayam, jus cranberry, brokoli dan alkohol.

Apabila dosis makanan tersebut tak terjaga, akibatnya bisa fatal bagi penderita. Demikian simpulan ahli dalam sebuah studi di Institute for Clinical Evaluative Sciences (ICES), Toronto, Kanada. Menurut peneliti, efek samping warfarin berupa pendarahan serius ternyata lebih banyak dialami oleh pasien.

Berdasarkan pengamatan secara acak terhadap sampel pasien pengguna warfarin, sebanyak satu hingga tiga persen pengguna warfarin menderita perdarahan setiap tahun. Uji klinis yang dipublikasikan oleh jurnal Canadian Medical Association itu mengungkapkan, sekitar 125 ribu pemakai warfarin berusia 66 tahun, hampir empat persen mengalami pendarahan per tahun.

Catatan lainnya, pada 30 hari pertama saat mereka mulai mengkonsumsi warfarin, terjadi peningkatan signifikan yaitu sekitar 12 persen. Hampir sebelas ribu pengguna warfarin harus menjalani pengobatan di rumah sakit lantaran pendarahan serius selama lima tahun. Dan lima belas di antaranya tak tertolong.

Peneliti Tara Gomes menyampaikan, pengujian kali ini menunjukkan tingkat pendarahan yang rendah dibandingkan pada observasi sebelumnya. Sebab, tingkat komplikasi tertinggi pada saat awal mengkonsumsi warfarin.

“Tingkat perdarahan dalam penelitian kami jauh lebih tinggi sekitar satu hingga tiga persen daripada yang dilaporkan dalam penelitian acak. Perbedaan ini mungkin diakibatkan peserta dari penelitian kami memiliki usia yang lebih tua daripada penelitian acak,” papar Gomes.

Untuk itu, lanjut Gomes, dokter dan pasien perlu mengendalikan jumlah dosis penggunaan obat warferin. Waspadai pula obat-obatan yang mengandung efek yang sama dengan warfarin.

Sementara itu, deputi direktur penelitian dari Asosiasi Stroke, Dr. Peter Coleman menambahkan, warfarin tidak cocok untuk semua orang dan segala jenis pengobatan, karena obat ini memiliki efek samping yang serius.

"Warfarin biasanya digunakan untuk mengobati pasien dengan fibrilasi atrium (gangguan irama jantung yang paling banyak ditemukan dan merupakan salah satu faktor risiko utama stroke iskemik) untuk mengurangi risiko stroke,” imbuhnya.

Seperti diketahui, warfarin adalah sebuah anticoagulant (pengencer darah) yang paling sering digunakan masyarakat. Warfarin mengurangi pembentukan gumpalan darah dengan cara menghambat pembentukan faktor penggumpalan tertentu. 2-5 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari. Dosis berikutnya harus disesuaikan menjadi INR=1.5-2.5.

Penggunaan warfarin tetap harus melalui pengawasan dokter. Pasien harus diberitahu mengenai risiko terapi bersama dengan interaksi antara obat dan makanan. (Vina)

Keterangan foto: Warfarin. Diambil dari www.telegraph.co.uk


 





loading.. loading.. loading..