Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | funds

Monday, July 17, 2017       11:02 WIB
Tingkatkan Likuiditas, SMF Bidik Dana Asing Jangka Panjang

Ipotnews - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berupaya mendatangkan dana asing jangka panjang untuk keperluan refinancing maupun sekuritisasi guna pembiayaan Kredit Pembiayaan Perumahan (KPR).

Hal itu didorong semakin tingginya kebutuhan pembiayaan perumahan. Sementara penyedia dana lokal jangka panjang jumlahnya sangat terbatas.

"Investor institusional di Indonesia terhadap dana jangka panjang kan hanya empat, itu  BPJSTK, Taspen, Dana Pensiun dan Asuransi. Nah itu sekarang bagaimana kita bisa ada alternatif lain, out of the box bisa nggak SMF mencari dana bukan dari investor lokal saja tapi juga dari luar. Kita juga sedang menjajaki," ujar Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo kepada ipotnews, Senin (17/7).

Menurut Ananta, bisa saja SMF menerbitkan global bond yang juga merupakan alternatif dana jangka panjang dari luar negeri. Hanya saja, penerbitan global bond itu nantinya akan terkendala lantaran dana yang dicari SMF haruslah dalam bentuk rupiah. "Tapi itu kan jelas kita butuhnya rupiah tidak bisa mengeluarkan US Dolar. Kita bisa saja (dalam bentuk USD), tapi kalau ada fasilitas SWOP jangka panjangnya," tutur Ananta.

Ananta mengungkap, saat ini SMF mempersiapkan penerbitan obligasi dengan investor Jepang (Samurai Bond). Menurutnya, SMF mengupayakan penerbitan obligasi itu nantinya dalam bentuk rupiah. Ia optimistis hal itu bakal disetujui oleh investor Jepang lantaran di negeri sakura itu suku bunga investasi masih negatif.

"Jadi kalau dia dapat yang namanya apa, namanya bunga yang positif tiga atau empat persen saja, itu sudah cukup baik. Sekarang adalah bagaimana kita bisa konsen bikin mereka tertarik dan mereka mau mengambil rupiah, itu tantangannya," ujarnya.

Sepanjang semester I/2017 ini SMF telah berhasil menyalurkan kredit kepada lembaga penyalur KPR senilai Rp4,25 triliun. Sementara melalui sekuritisasi, BUMN pembiayaan sekunder perumahan itu telah berhasil menerbitkan sekuritisasi dalam bentuk Efek Beragun Aset - Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp 1 triliun dari total target sekuritisasi tahun 2017 sebesar Rp 2 triliun. 

(Sigit/mk)




 





loading.. loading.. loading..