Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | REGULATIONS

Thursday, January 12, 2017       17:31 WIB
Sulit Jerat Insider Trading, BEI Berharap OJK Punya Wewenang Penyadapan

Ipotnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki kewenangan untuk menyadap pembicaraan para pelaku pasar saham, lantaran indikasi praktik insider traiding sulit untuk dibuktikan sebagai pelanggaran UU Pasar Modal.

Direktur BEI, Hamdi Hassyarbaini mengaku, sejauh ini BEI melalui sistem pengawasannya mampu menangkap indikasi insider trading, karena secara teori hal tersebut mudah dipahami. "Tetapi, kami mengalami kesulitan untuk membuktikannya sebagai pelanggaran UU No.8 Tahun 1995," katanya di Jakarta, Kamis (12/1).

Dia mengatakan, indikasi yang paling kentara pada praktik insider trading adalah kenaikan tajam pada harga saham tertentu yang selanjutnya keterbukaan informasi yang menunjukkan adanya sentimen positif pada emiten tersebut. “Harga naik tinggi dahulu, lalu muncul berita bagus yang menjadi sentimen positif penggerak," ucapnya.

Dia mengungkapkan, untuk membuktikan bahwa kenaikan signifikan itu memenuhi unsur insider trading, maka perlu adanya pembuktian dari hasil percakapan antara investor dan manajemen emiten. Sayangnya, lanjut dia, saat ini OJK belum memiliki kewenangan penyadapan.

“Kalau SEC (Securities and Exchange  Commision) Amerika Serikat dapat membuktikan adanya insider trading, karena mereka memiliki kewenangan penyadapan sambungan telepon investor dan manajemen investor,” papar Hamdi.

Dengan demikian, kata Hamdi, perlu bagi OJK untuk menambah kewenangan untuk melakukan penyadapan pembicaraan yang terindikasi sebagai rencana awal praktik insider trading. ”Perlu (kewenangan penyadapan), tetapi memang best practice-nya tidak semua regulator memiliki kewenangan penyadapan,” ucapnya.

(Budi)
 








 





loading.. loading.. loading..