Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | economy

Monday, July 17, 2017       18:34 WIB
Soal Utang Pemerintah, Mendag Ajak Masyarakat Tak Terpancing

Ipotnews - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, menyusul sejumlah anggota kabinet untuk meminta masyarakat tidak terpancing pemberitaan yang ia sebut menyudutkan pemeritahan Jokowi-Jusuf Kalla terkait jumlah utang pemerintah yang meningkat cukup signifikan.

Menurut Enggar, utang negara yang mencapai Rp3.672,33 triliun per Mei 2017 karena pemerintah tengah menggenjot pembangunan nasional, khususnya infrastruktur. Ia menyatakan, selama ini utang negara tidak dikelola dengan baik sehingga kurang memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur. Padahal modal dasar pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai.

"Masalah utang itu asal dipakai untuk hal yang produktif bukan untuk kawin lagi itu pasti akan banyak manfaat. Ini pembangunan kita (infrastruktur) luar biasa, belum pernah meningkat seperti ini sebelumnya," kata Enggar di kantornya, Senin (17/7).

Dari sudut pandang pengusaha, Enggar menyatakan apabila utang merupakan suatu hal yang biasa asalkan dikelola dengan baik dan dihitung secara tepat terkait pemanfaatan dan dampaknya. Dia berharap masyarakat tidak resah atas besarnya utang negara. "Jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan soal utang kita ini," ucap Enggar.

Seperti diberitakan sebelumnya, rasio utang negara saat ini sekitar 27,9 persen terhadap PDB. Hal ini dianggap masih aman karena masih di bawah level 30 persen. Bahkan pemerintah mengklaim utang Indonesia masih jauh lebih aman dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dengan rasio utang terhadap PDB mencapai 56,3 persen, kemudian Amerika Serikat sebesar 105,6 persen.

Utang negara berjumlah Rp3.672,33 triliun hingga Mei 2017 ini terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sejumlah Rp2.943,73 triliun (80,2 persen) dan pinjaman Rp728,60 triliun (19,8 persen).

Sebelumnya, sejumlah menteri menyampaikan hal yang sama, termasuk Menko Perekonomian Darmin Nasution dan terakhir Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan.(Marjudin)


 





loading.. loading.. loading..