Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | tips

Tuesday, April 11, 2017       20:30 WIB
Reksadana Pasar Uang: Apa Untungnya?
Bagi investor, reksadana pasar uang (money market funds/money market mutual funds) bisa menjadi sarana yang bermanfaat, yang dapat berperan dalam pengelolaan portofolio investasi. Oleh karena itu, investor perlu mengetahui bentuk reksadana ini sehingga dapt mengenali bagaimana manfaatnya untuk digunakan dalam mencapai sasaran investasi.

Apakah Reksadana Pasar Uang itu?

Rekdana pasar uang (MMF) adalah reksadana yang hanya bisa diinvestasikan dalam bentuk uang tunai atau dalam sekuritas setara tunai, yang seringkali mengarah ke instrumen pasar uang. Investasi MMF bersifat jangka pendek, sangat likuid dan berkualitas tinggi.

Pada umumnya diinvestasikan dalam: sertifikat deposito, surat berharga, obligasi pemerintah, surat utang jangka pendek perusahan yang dijamin bank (bankers’ acceptance), dan pinjaman jangka pendek dengan jaminan surat berharga berkualitas tinggi/obligasi pemerintah, yang dapat dibeli kembali (repurchase agreement).

Badan pengawas pasar modal pada umumnya menetapkan bahwa masa jatuh tempo surat-surat berharga tersebut harus dalam jangka pendek (tidak lebih dari satu tahun, atau bahkan hanya beberapa bulan).

Seperti halnya reksadana lainnya, MMF menerbitkan unit-unit (shares) yang bisa dicairkan kembali (reedem) oleh investor dengan mengikuti sejumlah peraturan yang ditetapkan badan pengawas pasar modal.

Reksadana Pasar Uang vs Rekening Pasar Uang

Perbedaan utama antara reksadana pasar uang (MMF) dan rekening pasar uang (MMA) adalah pada lembaga penerbitnya dan jaminan dana investasi. MMF diterbitkan oleh perusahaan investasi dan tanpa jaminan dana investasi. Sedangkan MMA [tidak populer di Indonesia] merupakan bentuk rekening tabungan  yang menghasilkan bunga dan dananya dijamin oleh lembaga penjamin hingga sejumlah tertentu. MMA biasanya memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding rekening tabungan biasa, tapi pada umumnya lebih rendah dari sertifikat deposito, dan lebih rendah dari hasil investasi di MMF.

Keunggulan MMF

1. Keamanan

Sekuritas yang menjadi sarana investasi MMF sebagian besar masuk dalam kelompok investasi yang stabil dan aman. Sekuritas pasar uang memberikan hasil tetap dengan masa jatuh tempo pendek. Dengan membeli surat utang yang diterbitkan bank, perusahaan besar, pemerintah, MMF terbilang memiliki risiko gagal bayar rendah dan masih bisa memberikan hasil yang lebih besar dari tabungan dan laju inflasi.

2. Investasi awal yang rendah

Sekuritas pasar uang pada umumnya mempunyai persyaratan pembelian minimum yang tinggi, sehingga menyulitkan mayoritas investor individual untuk membelinya. Sebaliknya, MMF justru memberi persayaratan yang sangat rendah, bahkan secara umum lebih rendah dari persayaratan minimum rata-rata reksadana. Oleh karena itu, MMF memungkinkan investor untuk mendapatkan manfaat keamanan yang terkait dengan investasi pasar uang dengan jumlah investasi yang rendah.

3. Aksesibilitas

Unit penyertaan MMF dapat dibeli dan dijual setiap saat dan tidak terbatas pada jam operasi pasar. Sebagian MMF juga memberikan fasilitas untuk pembayaran dengan cek. Selain itu, ketika sebagian besar reksadana memiliki masa penyelesaian transaksi (settlement date) hingga tiga hari kerja (H+3), transaksi MMF bisa diselesaikan pada hari itu juga, agak mirip dengan perdagangan sekuritas pasar uang.

Objek pajak vs bebas pajak

MMF terbagi dalam dua kategori: menjadi objek pajak dan bebas pajak. Di Indonesia, pada saat ini menerapkan bebas pajak pada semua produk reksadana. Tapi pada umumnya reksadana yang berinvestasi di surat utang pemerintah dan lembaga negara, repurchase agreement, sertifikat deposito, commercial papers, dan bankers’ acceptance merupakan objek pajak. Sebagian besar investasi pada umumnya merupakan objek pajak. Sebaliknya reksadana bebas pajak, biasanya tidak banyak memberi pilihan, dan sebagian besar diivestasikan di obligasi jangka pendek yang diterbikan pemerintah daerah dengan imbal hasil rendah.

Perlu diperhatikan

Sebelum membeli produk reksadana pasar uang, sebaiknya investor memperhatikan tiga hal berikut:

- Rasio pengeluaran (expense ratio)

Sebagaimana mana halnya reksdana umum, MMF juga mengnadung biaya-biaya, dan karena hasil investasiny relatif lebih rendah dibanding produk reksdana lain, biaya-biaya yang lebih besar dari rata-rata tentunya akan memangkas hasil investasi.

- Sasaran investasi

Jika Anda seorang investor jangka panjang yang bekerja di perusahaan pengelola dana pensiun, menempatkan sejumlah besar dana ke MMF adalah tindakan yang tidak tepat. Meskipun diakui relatif aman, namun hasil investasi MMF pada umumnya hanya lebih besar dari inflasi dan tidak memadai untuk dijadikan “pohon uang”. MMF sebaiknya dibunakan sebagai alat unk mengelola portofolio, untu penempatan dana sementara dana/atau untuk menempatkan sejumlah dana untuk cadangan pengeluaran tunia yang sudah diantoisipasi sebelumnya.

Kesimpulan

Apakah Anda memutuskan untuk menggunakan reksadana pasar uang sebagai sarana investasi atai sebagai penempatan sejumlah dana sambil menunggu produk investasi yang tepat, pastikan bahwa Anda mengetahui sebanyak mungkin tentang reksadana tersebut dan memastikan bahwa MMF lah yang terbiak untuk tujuan investasi Anda.

Sumber: investopedia.com 


 





loading.. loading.. loading..