Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | bonds

Thursday, February 16, 2017       09:34 WIB
Perusahaan Efek Dapat Fasilitas Pembiayaan IPO dari PEI

PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) dapat memberikan fasilitas pembiayaan kepada perusahaan efek (anggota bursa/ AB) terkait penjaminan dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham calon emiten baru. Perusahaan securities financing tersebut akan beroperasi mulai 1 April 2017.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, PEI akan menjalankan tiga lini usaha pembiayaan kepada perusahaan sekuritas ke depan. Tiga lini itu adalah fasilitas pembiayaan transaksi margin, pembiayaan untuk pinjam saham dari investor ke sekuritas, dan fasilitas pembiayaan penjaminan emisi IPO di perusahaan sekuritas.

“Dengan PEI dapat membiayai (penjaminan emisi) IPO, ini akan mendorong kenaikan pasar. Karena semakin banyak jalan untuk mendukung sekuritas membantu perusahaan masuk ke pasar,” ujar Tito di Jakarta, Selasa (14/2).

Namun, mengenai rincian lebih lanjut skema pembiayaan PEI kepada anggota bursa, menurut Tito, akan menyusul ke depan. Sejauh ini, PEI sudah berdiri, namun belum beroperasi.

PEI merupakan perusahaan yang didirkan secara patungan (joint venture/JV) di bidang securities financing. Pemegang saham dari PEI adalah PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dalam hal menjalankan bisnis ke depan, Tito menegaskan bahwa PEI hanya akan memfasilitasi pembiayaan kepada perusahaan sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di atas Rp 250 miliar.

“Nah, pada 1 April mendatang, mereka dapat memberikan fasilitas pembiayaan hingga Rp 100 miliar kepada perusahaan sekuritas. Mungkin akan bertahap,” tutur dia.

Mengenai ketentuan hanya perusahaan sekuritas yang memiliki MKBD di atas Rp 250 miliar yang dapat menerima fasilitas, Tito menegaskan bahwa itu akan menjadi satu stimulus agar anggota bursa yang lain dapat menaikkan MKBD.

“Sekarang mereka bisa jadi mau menaikkan modal, karena ada produk (yang dapat dijalankan kalau MKBD di atas Rp 250 miliar),” ungkap dia.

Adapun daftar saham yang dapat masuk transaksi margin sudah dipaparkan belum lama ini, yakni sebanyak 180 saham. Sementara untuk saham yang dapat dipinjam investor di perusahaan sekuritas, tegas Tito, akan berbeda dan hingga ini belum diumumkan.

Tujuan utama dari perusahaan sekuritas menerima pembiayaan dari PEI, terkait layanan pinjam saham kepada investor, untuk menaikkan likuiditas di pasar modal.

“Mekanisme pinjam saham tersebut akan berbeda dengan short sell ya. Barangnya ada, tapi investor bayar sewa. Kalau short sell itu jual, tapi barangnya tidak ada. Intinya layanan pinjam saham ini adalah investor meminjam,” ujar Tito.

http://id.beritasatu.com/home/perusahaan-efek-dapat-fasilitas-pembiayaan-ipo-dari-pei/156601

 

 

Sumber : INVESTOR DAILY


 





loading.. loading.. loading..