Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | UNITEDSTATES

Sunday, September 29, 2013       01:13 WIB
Pertarungan Anggaran dan Plafon Utang di AS, Bagaimana dan Apa Akibatnya?


Ilustrasi
Ipotnews - Ketika perekonomian Amerika Serikat masih berjuang menuju pemulihan, ganjalan politik ganda mengancam pertumbuhan dan - lebih buruk lagi - menakut-nakuti investor. Kecuali jika Kongres mencapai kesepakatan soal anggaran federal sebelum Selasa (1/10), sebagian aktivitas pemerintahan akan terhenti. Di sisi lain, pemerintah bakal kehabisan dana untuk membayar tagihan pada akhir Oktober, kecuali jika Kongres sepakat menaikkan plafon utang pemerintah. Sebagai ilustrasi, ketika terjadi pertempuran plafon utang di Kongres pada 2011, bisnis dan pasar keuangan dibuat kebingungan dan untuk pertama kalinya rating utang AS mengalami downgrade.

Berikut rangkaian pertanyaan dan jawaban tentang bagaimana dua ganjalan, yang kini terjalin satu sama lain, dapat mempengaruhi ekonomi dan pasar keuangan global:

Pertanyaan: Apa sebenarnya yang akan terjadi dalam hari-hari dan pekan-pekan mendatang?

Jawaban: Hal paling mendesak bagi Kongres dan Gedung Putih untuk segera sepakat adalah soal pendanaan pemerintah federal setelah tahun anggaran berjalan berakhir pada Senin (30/9). Jika tidak, sebagian aktivitas dan layanan pemerintah kontan terhenti pada hari berikutnya. Kongres - yang terdiri dari Senat (mayoritas Demokrat) dan DPR (mayoritas Republik) - tengah mempertimbangkan kesepakatan sehingga pemerintah tetap bisa berjalan. Hanya saja, pihak Republik di DPR mengajukan syarat, persetujuan mereka hanya bisa didapat jika dilakukan pemangkasan dana perawatan pemerintah yang dikenal sebagai Obamacare. Hal ini ditolak keras kubu Demokrat di Senat dan tentunya Gedung Putih. Jika pembahasan alot dan melewati batas waktu, Senin, aktivitas sebagian pemerintahan akan terhenti karena tidak ada dana.

Pertanyaan: Apa yang akan terjadi pada perekonomian jika kedua belah pihak (Republik dan Demokrat) gagal memenuhi tenggat waktu terkait anggaran tersebut?

Jawaban: Sekitar sepertiga aktivitas pemerintah akan tutup. Sekitar 800.000 dari sekitar 2,1 juta pegawai federal tidak akan menerima gaji. Taman nasional akan tutup. Layanan paspor dan visa terhenti. Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), Badan Antariksa (NASA), dan lembaga lain akan juga mengalami hal yang sama.

Adapun, militer dan lembaga lain yang mengurusi keselamatan dan keamanan akan terus berfungsi. Seperti pengendali lalu lintas udara , patroli perbatasan, dan aparat penegak hukum. Jaminan Sosial, perawatan, dan pensiun veteran tetap berlanjut. Namun, pendaftar baru mungkin tidak akan disetujui.

Penutupan sebagian dari aktivitas pemerintahan tersebut, jika hanya berlangsung beberapa hari - dalam pengertian Kongres akhirnya mencapai kesepakatan beberapa hari kemudian - diyakini tak akan berdampak parah pada perekonomian. Tetapi, jika terhenti selama dua pekan atau lebih, perekonomian akan mulai melambat. Demikian menurut para ekonom.

Sedangkan penutupan taman nasional berkepanjangan akan memukul usaha perhotelan , restoran, dan bisnis pariwisata lainnya. Keterlambatan proses visa bagi wisatawan dan kalangan bisnis bisa mengganggu perdagangan. Lalu, sepertiga dari tenaga kerja federal yang kehilangan gaji akan mengurangi pengeluaran, sehingga memperlambat pertumbuhan.

Terhentinya sebagian aktivitas pemerintahan selama tiga pekan akan memperlambat tingkat pertumbuhan tahunan ekonomi pada kuartal Oktober-Desember hingga 0,9 persen, demikian perkiraan Goldman Sachs . Jika demikian, laju pertumbuhan kuartal berikutnya hanya akan mencapai 1,6 persen, dari 2,5 persen yang diperkirakan banyak ekonom.

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan plafon pinjaman pemerintah federal?

Jawaban: Ini adalah batas utang pemerintah yang diperbolehkan UU yang saat ini berada di posisi USD16,7 triliun dan pemerintah Presiden Barack Obama butuh plafon dinaikkan agar bisa membayar utang. Pemerintah menumpuk utang lewat dua cara: Meminjam uang dari investor dengan menerbitkan Treasury atau meminjam dari dirinya sendiri, sebagian besar dari pendapatan jaminan sosial.

Pertanyaan: Bagaimana jika Kongres tidak setuju untuk menaikkan plafon utang pada waktunya?

Jawaban: Ini bisa menjadi bencana. Tidak lagi berwenang untuk meminjam, pemerintah berarti harus membayar tagihan utang hanya dari pendapatan dari pajak dan pungutan lain. Hal ini akan memaksa pemerintah untuk segera memangkas pengeluaran sebesar 32 persen, sesuai perkiraan Pusat Kebijakan Kongres yang dikelola bersama Republik dan Demokrat. Sebagian besar analis berpikir bahwa pemerintah akan menunda membayar tagihan setiap hari sampai memiliki cukup uang untuk membayar.

Lebih buruk lagi , pemerintah bisa melewatkan pembayaran bunga Treasury, memicu gagal bayar (default) pertama kalinya dalam sejarah AS. Treasury AS dipegang oleh bank, pemerintah negara lain, dan investor individu di berbagai pelosok dunia. Pada akhirnya, default berkepanjangan dapat menyebabkan krisis keuangan global.

Pada saat yang sama, dana sosial dan pembayaran manfaat lainnya akan tertunda. Kontraktor pemerintah mungkin tidak bisa lagi dibayar dan kemungkinan akan menghentikan pekerjaan. Gaji untuk personel militer bisa tertunda.

Sebenarnya, pemerintah federal sudah mencapai batas kas pinjaman pada Mei lalu. Sejak saat itu, Departemen Keuangan mengambil berbagai langkah untuk tidak berutang melebihi angka USD16,7 triliun. Namun, menurut perkiraan Badan Anggaran Kongres yang non-partisan, kas yang dihasilkan dari berbagai langkah tersebut akan habis antara 22 Oktober hingga 31 Oktober mendatang.

Tanggal pasti kas pemerintah benar-benar habis memang tak mungkin diramalkan secara tepat, sebab banyak sumber pendapatan pemerintah yang sewaktu-waktu masih bisa dikorek.

Pertanyaan: Apakah perekonomian bisa terhindar dari dampak buruk jika kedua tenggat waktu bisa terpenuhi oleh Kongres?

Jawaban: Mungkin saja. Tetapi konsekuensi tetap ada. Lihat saja pada pertarungan besar di Kongres terkait plafon pinjaman pada musim panas 2011. Ketika itu, kesepakatan kenaikan batas utang tercapai pada menit-menit akhir, namun Standard & Poor mengeluarkan downgrade pertama kalinya terhadap utang AS. Akibatnya, Indeks Dow Jones terjun 635 poin pada hari berikutnya.

Pada bulan Agustus 2011, kepercayaan konsumen anjlok ke level terendah sejak April 2009, ketika ekonomi berada dalam resesi. Belanja ritel pun melemah. "Hal tersebut hampir menyebabkan pemulihan ekonomi yang rapuh tak menentu," kata Mark Zandi, ekonom kepala di Moody Analytics.

Dana Moneter Internasional memperkirakan bulan lalu bahwa sengketa anggaran AS , seperti 2011, dapat memperlambat pertumbuhan tahunan hingga 0,5 persen di belahan dunia lain.

Sedangkan Badan Akuntabilitas Pemerintah (GAO) memperkirakan, hanya karena spekulasi pemerintah gagal bayar ketika itu, meningkatkan biaya pinjaman pemerintah sebesar USD1,3 miliar atau sekitar 0,5 persen.

Di pihak lain, berlarutnya konflik anggaran dan plafon utang di Kongres akan menyebabkan warga AS menunda pembelian besar, seperti mobil dan peralatan. Mengikis kepercayaan bisnis di AS dan pengusaha malas berekspansi atau merekrut tenaga kerja baru.

Pada Jumat (27/9) lalu, Kamar Dagang AS, National Association of Manufacturers, dan beberapa kelompok bisnis lainnya mendesak Kongres untuk mendanai pemerintah dan menaikkan batas pinjaman. "Konflik ini merugikan pengusaha, karyawan atau orang-orang Amerika untuk berisiko terdampak oleh terhentinya aktivitas pemerintah, mengganggu ekonomi dan menciptakan ketidakpastian ekonomi AS," kata kelompok tersebut.

Pertanyaan: Terdengar cukup menakutkan, tapi mengapa pasar keuangan belum panik?

Jawaban: Harga saham telah jatuh dalam enam dari tujuh hari terakhir, sebagian karena kekhawatiran atas tenggat waktu tersebut. Namun penurunan harga tak terlalu mendasar. Hal ini kemungkinan karena banyak investor belajar dari 2011 dan tahu bagaimana akhirnya: tercapai kesepakatan di menit terakhir.
 
Banyak yang telah berubah sejak Agustus 2011 . Ekonomi terlihat lebih tangguh. Pertumbuhan tetap sederhana tapi stabil, meskipun kenaikan pajak dan pemotongan belanja pemerintah yang cukup signifikan tahun ini. Meski ada kekhawatiran luas, downgrade utang jangka panjang AS pada tahun 2011 tidak menyebabkan investor menjual Treasury AS dan suku bunga dan biaya pinjaman tetap rendah.

Ekonomi global juga dalam kondisi lebih baik saat ini. Eropa sudah keluar dari resesi pada kuartal kedua tahun ini. Lagipula, banyak investor sudah siap untuk melakukan tawar-menawar jika pasar keuangan jatuh karena konflik anggaran di Washington ini.(ha/AP)


 





loading.. loading.. loading..