Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | UNITEDSTATES

Friday, January 06, 2012       10:06 WIB
Penjualan Stagnan, Pepsi Berencana Pangkas Karyawan

Ipotnews – Guna meningkatkan pendapatan, salah satu perusahaan raksasa yang memproduksi minuman ringan, PepsiCo Inc, berencana melakukan pengurangan pegawai.

Hal itu diungkap seorang narasumber yang enggal disebut identitasnya seperti dilansir laman Bloomberg, Jumat (6/1). Namun, tambah sumber itu, PepsiCo, yang saat ini dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Indra Nooyi, belum menentukan jumlah karyawan global yang bakal dirumahkan, yang saat ini diperkirakan mencapai 300 ribu orang.

“Kami masih mengevaluasi efisiensi di seluruh area operasi kami, termasuk level tenaga kerja dan sumbangsih yang diberikan,” papar juru bicara PepsiCo, Peter Land, melalui surat elektronik.

Evaluasi yang dilakukan perusahaan yang berbasis di Purchase, New York, Amerika Serikat itu, menurut Land, sebagai bagian dari tinjauan bisnis yang sudah berjalan sejak tahun lalu, dan dilakukan pula oleh beberapa perusahaan lain untuk mensiasati kondisi perekonomian global belakangan ini.

Sebelumnya, 8 November lalu, PepsiCo mengumumkan rencana memperpanjang tinjauan 2012 dan rencana bisnis jangka panjang setelah terjadi lonjakan pengeluaran dan penjualan minuman ringan di Amerika Utara mengalami stagnasi.

Tahun lalu, saham PepsiCo naik 1,6 persen, jauh di bawah pencapaian pesaing terberatnya, Coca-Cola Company yang mencatatkan kenaikan 6,4 persen, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan spin off terhadap divisi beverage-nya guna mendongkrak pendapatan.

Pagi ini, New York Post melaporkan PepsiCo berencana memangkas jumlah karyawannya hingga empat ribu orang. “Informasi yang disampaikan media massa tidak akurat, karena setiap terjadi perubahan yang ikut mempengaruhi karyawan kami akan dikomunikasikan kepada mereka terlebih dahulu,” tutur Land. Sementara, Jack Horner, juru bicara News Corporation, perusahaan yang memayungi New York Post, belum memberikan penjelasan.


 





loading.. loading.. loading..