Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | asuransi

Monday, February 13, 2017       08:43 WIB
Pasca Restrukturisasi, Bumiputera Diyakini Bakal Berkibar Kembali

Ipotnews - PT Asuransi Jiwa Bumiputera (PT AJB) resmi diluncurkan sebagai penerus bisnis dari Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB), yang saat ini kondisinya sudah tidak sehat.

Meski baru diluncurkan, AJB diyakini bakal menjadi “raja” dalam bisnis asuransi jiwa di Tanah Air. Pasalnya, AJB dianggap sebagai "bayi raksasa" karena memiliki jaringan sangat luas, 25 wilayan dengan 265 cabang yang dibangun selama 105 tahun oleh pendahulunya, yaitu AJBB.

"Dengan jajaran direksi yang berpengalaman di industri asuransi modern, AJB akan menjadi perusahaan asuransi nasional yang sudah melegenda, tetapi dengan semangat dan kekuatan yang baru," ujar Koordinator Pengelola Statuter AJBB, Didi Achdijat, di Hotel Kempinski, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Direktur Utama AJB, Wiroyo Karsono, menambahkan, pihaknya akan melakukan restrukturisasi terhadap bisnis asuransi yang sebelumnya dijalankan AJBB.

Caranya, kata dia, dengan membenahi dari sisi manajemen, produk, serta melakukan inovasi melalui pemanfaatan teknologi agar unit asuransi Bumiputera yang selama ini menguasai pasar asuransi menengah ke bawah, bisa melakukan penetrasi ke kalangan menengah atas.

"Kita punya jumlah agen yang banyak, 25.000 agen dengan 10.000 yang hingga saat ini masih aktif. Pasar kita unik, punya banyak kantor cabang di kota-kota kecil. Ini kekuatan yang akan kita kembangkan dan kita akan masuk ke segmen menengah atas," ucap Wiroyo.

Dia berkomitmen akan meningkatkan kualitas SDM dari sisi kompetensi, kemudian pengembangan infrastruktur di seluruh cabang. Wiroyo optimistis, dengan perbaikan tersebut, dalam waktu 2-3 tahun ke depan AJB bakal diperhitungkan di bisnis asuransi Indonesia.

"Tekad kami dalam 2-3 tahun ke depan Bumiputera bisa kembali masuk ke-10 besar perusahaan asuransi di negeri ini dan diperhitungkan, setelah berbagai isu negatif tentang Bumiputera berlalu," ungkap Wiroyo. (Sigit/ef)


 





loading.. loading.. loading..