Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | Market Overview

Friday, April 26, 2013       18:11 WIB
Mitra Pinasthika Mustika Targetkan Raih Dana IPO Minimal Rp1,55 Triliun

Ipotnews - Anak usaha grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika, menargetkan dana Rp1,55 triliun-Rp2,03 triliun dalam pelaksanaan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan menawarkan saham di rentang Rp1.500-Rp2.000 per lembar saham.

Mitra Pinasthika melepas saham sebanyak-banyaknya 1.015.000.000 saham biasa atas nama atau sama dengan sebanyak-banyaknya 28,28% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh MPM setelah penawaran umum perdana saham.

Managing Director Head Of Indonesia Investment Banking PT Morgan Stanley Asia Indonesia, Andy Purwohandono, mengatakan valuasi harga IPO dilakukan berdasarkan perbandingan rasio harga saham per pendapatan (price to earning ratio/PER) berdasarkan perusahaan sejenis. Adapun PER perseroan di akhir 2013 berdasarkan harga tersebut adalah sekitar 12,9 kali-16 kali.

"PER industri otomotif 14-18 kali. Ini termasuk kompetitif dan PER perseroan kan bisnisnya di konsumer otomotif, jadi ada diskonnya," tambah Andy, Jumat (26/4).

Andy menambahkan bahwa meski perseroan melepas 1,015 miliar saham ke publik atau setara 28,28% saham yang ditempatkan dan disetor penuh, namun adanya pelaksanaan konversi pelaksanaan konversi mandatory convertible notes (MCN) dan opsi pembelian saham, maka porsi saham yang dilepas ke publik sebenarnya hanya sebesar 22,21%. Perseroan juga akan menerbitkan saham biasa dalam rangka pelaksanaan konversi MCN due 2015 kepada Goldsweites Enterprise Ltd, Excel Dragon Overseas Inc, dan Ciroden Alliance Ltd sebanyak-banyaknya 250 juta.

Selain itu perseroan juga melakukan perjanjian note agreement mandatory convertible notes kepada Morninglight Investment sebanyak-banyaknya 685 juta saham (mandatory convertible notes/MCN). Perseroan juga akan melaksanakan opsi pembelian saham berdasarkan share option agreement pada 8 Februari 2013 kepada PT Asetama Capital sebanyak-banyaknya 1% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan sesudah penawaran perdana saham.

Direktur PT DBS Vickers Securities Indonesia, Hendra Purnama, mengatakan dana hasil IPO ini akan digunakan untuk memperkuat modal dan menjalankan sejumlah rencana perusahaan. "Prospek bisnis otomotif yang positif membuat saham ini akan menarik untuk dikoleksi investor," tambah Hendra, Jumat (26/4).

Sementara itu, nilai nominal adalah sebesar Rp 500 per saham. Untuk rencana penggunaan dana hasil IPO, sekitar 25% akan digunakan oleh anak usaha perseroan PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPM Rent) untuk mendanai akusisi perusahaan penyewaan kendaraan atau bisnis penyewaan kendaraan lain yang potensial. MPM kini menjadi salah satu memiliki jumlah armada yang mencapai 9.700 unit dan telah memiliki lebih dari 21 lokasi layanan.

Sekitar 23% akan digunakan oleh anak usaha perseroan lainnya PT Federal Karyatama (FKT) untuk pembangunan fasilitas pabrikasi dan pembotolan pelumas baru. Sekitar 19% atau Rp300 miliar akan digunakan untuk digunakan oleh perseroan untuk membiayai akuisisi sisa saham FKT yang dimiliki Djajus Adisaputro yang nilainya mencapai Rp300 miliar.

Sekitar 13% akan digunakan MPM Rent untuk mendanai sebagian pembelian, lebih kurang 3.000 mobil baru dari produsen mobil dalam waktu 12 bulan sejak selesainya penawaran umum perdana, pembukaan kantor cabang baru dan atau akuisisi perusahaan atau bisnis asuransi yang potensial milik pihak ketiga. Adapun 8% dari dana IPO akan digunakan untuk memperkuat ekspansi anak usaha perseroan lainnya, MPM Insurance.

"Kami juga memperkuat sekitar 9% atau sekitar Rp 150 miliar akan digunakan oleh perseroan untuk melunasi utang bank," tambah Direktur Utama Mitra Pinasthika Mustika, Tossin Himawan.

Proses IPO akan dilaksanakan di mana perseroan bersama keempat underwriter akan melakukan roadshow ke beberapa negara seperti Singapura, Hongkong dan London, Inggris.

Kinerja Perseroan

Di 2013, perseroan sendiri menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,2 triliun. Tossin mengatakan sebagian besar dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengadaan armada di anak usaha MPM Rent. "Adapun sisanya akan digunakan untuk memperkuat modal FKT," tambah dia.

Rata-rata pertumbuhan perseroan mencapai double digit dalam tiga tahun terakhir. Jika di 2010 pendapatan Mitra Pinasthika Mustika sebesar Rp7,7 triliun, jumlah tersebut mengalami peningkatan menjadi Rp8,5 triliun di 2011.

Sedangkan di 2012, pendapatan perseroan tumbuh menjadi 27,4% menjadi Rp10,8 triliun. Untuk laba bersih, di 2010 perolehannya mencapai Rp213 miliar dan meningkat menjadi Rp220 miliar di 2011 dan Rp374 miliar di 2012.

Sekadar informasi, Mitra Pinastika Mustika didirikan oleh William Soeryadjaya yang merupakan pendiri Grup Astra Internasional di 1987. Saat ini pemegang saham mayoritas perseroan adalah PT Rasi Unggul Bestari dan Grup Saratoga.(Rheza/ha)


 





loading.. loading.. loading..