Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | funds

Thursday, October 12, 2017       16:51 WIB
Meski Prospektif, Reksa dana ETF Perlu Edukasi dan Sosialisasi

Ipotnews - Exchange Traded Fund (ETF) meskipun masih sangat prospektif di Indonesia namun masih memerlukan edukasi dan sosialisasi yang lebih luas lagi mengingat Indonesia sudah tertinggal 10 sampai 15 tahun dari negara-negara maju seperti Amerika maupun Eropa.

"Saat ini jumlah investor ETF kami ada sekitar dua ribuan," ujar Guntur Putra, Presiden Direktur dan Chief Officer (CEO) Pinnacle Investment di Jakarta, Kamis (12/10).

Menurut dia, masih diperlukan sosialisasi dan edukasi produk ETF kepada masyarakat supaya menjangkau kalangan yang lebih luas lagi. "Sosialisasi dan edukasi sangat penting karena kita sudah ketinggalan 10-15 tahun dari pasar global," ujar Guntur.

Dijelaskan bahwa produk ETF memiliki keuntungan lebih banyak dibandingkan dengan reksa dana konvensional. Sementara dari sisi transparansi, produk ETF seratus persen transparan dan likuiditas produknya terjaga.

Adapun salah satu kendala yang ada saat ini adalah masih kurangnya jumlah serta kapabilitas dari dealer partisipan dan manajer investasi untuk membuat produk ETF menjadi lebih menarik dan inovatif.

Lebih lanjut, saat ini total AUM ETF di pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 7-8 triliun. "Untuk mengembangkan ETF ini selain edukasi dan sosialisasi, juga diperlukan kapabilitas manajer investasi dan dealer partisipan," jelas Guntur.

(dadag)


 





loading.. loading.. loading..