Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | IPSRESEARCH

Wednesday, September 13, 2017       11:03 WIB
Market Review Fixed Income 2017/09/13

Market Review

Pada Selasa (12/09) volume perdagangan SBN menjadi sebesar Rp18,4 triliun, turun dari Rp24,2 triliun pada Senin (11/09) dengan frekuensi perdagangan menjadi 1648 kali. Volume jual–beli obligasi korporasi pada Selasa (12/09) menjadi sebesar Rp395,4 miliar, turun dari Rp772,2 miliar pada Senin (11/09) dengan frekuensi perdagangan menjadi 103 kali. Selanjutnya, harga rata-rata surat berharga negara (SBN) dengan 20 volume perdagangan tertinggi ditutup dengan harga 106,1, sedangkan harga obligasi korporasi ditutup dengan rata–rata harga di 103. Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan antara lain FR0059 (jatuh tempo 15/05/27; 104,2; 6,4%) dan PBS013 (jatuh tempo 15/05/19; 100,3; 6,1%); obligasi Semen Indonesia I Tahap I (20/06/22; 102,9; 7,86%; idAA) dan Intiland Development Seri IB (09/07/18; 102,1; 7,3%; idA-).

http://ipot.id/?g=r/b/3c3bre
Ringkasan Berita


Hasil Lelang SBN Pemerintah pada 12 September 2017

 

Pemerintah melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada 12 September 2017 untuk SPNS13032018, PBS013, PBS014, PBS011, dan PBS012. Total penawaran yang masuk adalah sebesar Rp27,6 triliun, atau 5,5 kali di atas target indikatif dan 3,9 kali jumlah yang diserap pemerintah. Penyerapan sebesar Rp7 triliun dengan rincian sebagai berikut,

  • SPNS13032018, dengan nilai total dimenangkan Rp1,45 triliun dan bid-to-cover ratio 5,6;
  • PBS013, dengan nilai total dimenangkan Rp2,41 triliun dan bid-to-cover ratio 5;
  • PBS014, dengan nilai total dimenangkan Rp1,63 triliiun dan bid-to-cover­ ratio 2;
  • PBS011, dengan nilai total dimenangkan Rp250 miliar dan bid-to-cover ­ratio 9,2;
  • PBS012, dengan nilai total dimenangkan Rp1,26 triliun dan bid-to-cover ratio 1,4.
 

Minat Pasar Masih Tinggi untuk Surat Berharga BUMN

 

Obligasi yang ditawarkan PT Pegadaian mengalami kelebihan permintaan hingga tiga kali lipat; saat ini PT Pegadaian masih berada dalam masa penawaran hingga 20 September 2017 nanti. Adapun kupon yang ditawarkan adalah 6,45-6,95% untuk Seri A dengan tenor 370 hari, 7,25-7,75% untuk Seri B dengan tenor tiga tahun, serta 7,45-7,95% untuk Seri C yang bertenor lima tahun. Selain itu, Efek Beragun Aset (EBA) yang dikeluarkan oleh anak perusahaan PT PLN, Indonesia Power, senilai Rp4 triliun juga mengalami kelebihan penawaran hingga 2,4 kali. Adapun untuk EBA Indonesia Power, aset yang disekuritisasi berupa piutang dari Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTU Suralaya 1-7.

 

Sumber: Bisnis Indonesia, DJPPR

 Download PDF

 

 

Sumber : IPS RESEARCH


 





loading.. loading.. loading..