Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | bonds

Friday, February 17, 2017       09:07 WIB
Market Review Fixed Income 2017/02/17

Market Review

Pada Kamis (16/02) volume perdagangan SBN menjadi sebesar Rp17,7 triliun dengan frekuensi perdagangan menjadi 1013 kali. Volume jual–beli obligasi korporasi pada Kamis (16/02) sebesar Rp460,2 miliar dengan frekuensi perdagangan menjadi 108 kali. Selanjutnya, harga rata-rata surat berharga negara (SBN) dengan 20 volume perdagangan tertinggi ditutup dengan harga 103,4, sedangkan harga obligasi korporasi ditutup dengan rata–rata harga di 101,3. Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan antara lain FR0072 (jatuh tempo 15/05/36; 101,3; 8,1%) dan FR0059 (jatuh tempo 15/05/27; 96,4; 7,5%); obligasi Agung Podomoro Land I Tahap I (27/06/18; 100,6; 8,8%; idA) dan Bank Pan Indonesia I Tahap I (20/12/17; 100,7; 7,3%; idAA).

http://ipot.id/?g=r/b/3c36e2

Ringkasan Berita

Pelindo I Jajaki Penerbitan MTN dan RDPT

 

PT Pelindo I merencanakan penerbitan MTN (surat utang jangka menengah) dan RDPT (reksa dana penyertaan terbatas) pada 2H17 unuk mendanai kebutuhan investasi sekitar Rp2,67 triliun tahun ini. Adapun dana eksternal yang dibutuhkan sekitar Rp1 triliun, sedangkan sisanya akan dipenuhi oleh arus kas internal sebesar Rp1-1,5 triliun. Dana dari penerbitan MTN atau RDPT tersebut akan digunakan untuk penataan pelabuhan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

 

China Incar Obligasi Indonesia dan India

 

Kenaikan tingkat utang, ancaman pertumbuhan ekonomi melambat, dan pengendalian arus modal keluar membuat investor negara Cina melirik obligasi di India dan Indonesia. Berdasarkan CreditSight Inc., India dan Indonesia memiliki imbal hasil yang tinggi dan menjanjikan. Selain itu, revisi prospek tingkat utang Indonesia oleh Moody’s dan Fitch Ratings dari stabil menjadi positif baru-baru ini juga menguatkan kepercayaan tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi relatif terkelola, penurunan kerentanan dari sisi eksternal, dan berbagai kebijakan membuat Indonesia menjadi lebih menarik untuk berinvestasi.

 

Korporasi Lebih Sukai Penerbitan MTN di Awal 2017

 

Nilai penerbitan MTN (surat utang jangka menengah) awal tahun ini melonjak karena keadaan global yang tidak stabil membuat korporasi lebih memilih menerbitkan MTN ketimbang obligasi, menurut IBPA. Menurut IBPA (Indonesia Bond Pricing Agency) per 14 Februari 2017, jumlah penerbitan MTN telah mencapai Rp2,3 triliun dari 16 seri. Angka ini jauh meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp385,01 miliar dari 11 seri. Angka penerbitan MTN per 14 Februari 2017 tersebut juga melampaui penerbitan obligasi hingga saat ini yang senilai Rp1,56 triliun dari dua seri. Nicodimus Anggi Kristiantoro, Analis IBPA, memprediksi penerbitan MTN tahun 2017 akan melampaui realisasi tahun lalu yang mencapai p14,05 triliun dari 111 seri.

 

Sumber: Bisnis Indonesia, Kontan

 Download PDF

 

 

Sumber : IPS RESEARCH


 





loading.. loading.. loading..