Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | bonds

Thursday, February 16, 2017       10:59 WIB
Market Review Fixed Income 2017/02/16

Market Review

Pada Senin (13/02) volume perdagangan SBN menjadi sebesar Rp5,9 triliun,turun dari Rp11,2 triliun pada Jumat (10/02) dengan frekuensi perdagangan menjadi 539 kali. Volume jual–beli obligasi korporasi pada Senin (13/02) sebesar Rp661,5 miliar, naik dari Rp650,4 miliar pada Jumat (10/02) dengan frekuensi perdagangan menjadi 108 kali. Selanjutnya, harga rata-rata surat berharga negara (SBN) dengan 20 volume perdagangan tertinggi ditutup dengan harga 104,7, sedangkan harga obligasi korporasi ditutup dengan rata–rata harga di 101,3. Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan antara lain FR0053 (jatuh tempo 15/07/21; 103,7; 7,3%) dan FR0059 (jatuh tempo 15/05/27; 96,5;7,5%); obligasi Bank Victoria Subordinasi III (27/06/20; 100; 10,5%; idA-) dan Sukuk Ijarah Sumberdaya Sewatama I (30/11/17; 99,5; 10,3%; idAsy).

Ringkasan Berita

Hasil Lelang SBSN Pemerintah pada 14 Februari

Pemerintah melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 14 Februari 2017 untuk seri SPN03170515 (new issuance), SPN12180201 (reopening), FR0059 (reopening), FR0074 (reopening), dan FR0072 (reopening). Total penawaran yang masuk adalah sebesar Rp31,8 triliun atau 2,1 kali di atas target indikatif dan 1,7 kali di atas jumlah yang diserap pemerintah. Penyerapan sebesar Rp18,43 triliun dengan rincian sebagai berikut,
· SPN03170515, dengan nilai total dimenangkan Rp5 triliun dan bid-tocover
ratio 1,99,
· SPN12180201, dengan nilai total dimenangkan Rp3,2 triliun dan bid-tocover
ratio 1,6,
· FR0059, dengan nilai total dimenangkan Rp4,65 triliun dan bid-to-cover
ratio 1,57,
· FR0074, dengan nilai total dimenangkan Rp1,13 triliun dan bid-to-cover
ratio 2,4,
· FR0072, dengan nilai total dimenangkan Rp2,65 triliun dan bid-to-cover
ratio 1,45

BTN Incar Pendanaan Non-DPK termasuk Obligasi Senilai Rp17 Triliun

BTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk.) menargetkan pendanaan non-DPK (nondana pihak ketiga) sebesar Rp17 triliun, atau 15% dari total pendanaan. Selain itu, BTN juga akan memperoleh pendanaan dari opsi lain. BTN akan
melakukan sekuritisasi konvensional sebesar Rp1 triliun dan Rp500 miliar dalam bentuk sekuritisasi syariah. Perseroan juga akan melakukan pinjaman bilateral senilai Rp1 triliun dari Bank ICBC Indonesia, Rp500 miliar dari PT Bank Negara Indonesia Tbk., dan Rp2 triliun dari Pt Bank Central Asia Tbk. Pendanaan lain adalah dari penerbitan obligasi sebesar Rp10 triliun yang akan diterbitkan bertahap hingga tahun depan. Rp3-5 triliun obligasi tersebut akan diterbitkan pada 2Q17. Sementara untuk opsi lainnya seperti NCD, akan diterbitkan secara fleksibel sesuai kebutuhan pendanaan.

FFR Berpeluang Naik Bulan Depan

Suku bunga acuan AS (Amerika Serikat) atau federal funds rate (FFR) berpeluang naik bulan depan, meski belum dapat dipastikan. Yellen menilai bahwa pasar tenaga kerja AS memang terus meningkat, tetapi pemerintahan Trump harus lebih fokus meningkatkan produktivitas jangka panjang. Namun, di sisi lain ia menilai bahwa perekonomian AS saat ini sangat sehat, dengan pasar tenaga kerja yang meningkat dan inflasi yang masih di bawah target The Fed, sebesar 2%. Dalam pernyataannya pada hari Selasa, kenaikan FFR berikutnya bisa terjadi kapan saja, namun belum bisa dipastikan waktu pelaksanaannya secara spesifik. Investor merespon positif komentar Yellen dengan naiknya nilai perdagangan empat sesi berturut-turut di Wall Street dan menguatnya nilai tukar dolar AS.
Meski demikian, pasar memprediksi kenaikan Fed rate baru akan terjadi selepas 1Q17, pada Juni atau Desember dengan kenaikan Fed rate sebanyak dua kali tahun ini.

Sumber: Kontan, Investor Daily, DJPPR

 Download PDF







 

 

Sumber : IPS RESEARCH


 





loading.. loading.. loading..