Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | banking

Wednesday, September 13, 2017       18:38 WIB
LPDB Tingkatkan Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Ipotnews - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM tahun ini mengalokasikan Rp450 miliar untuk pembiayaan syariah, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah terutama di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi berbasis syariah.

Saat ini pangsa pasar pembiayaan syariah masih sekitar 5 persen dari total pembiayaan. Mayoritas pembiayaan untuk sektor-sektor usaha masih konvensional. Hal ini menjadi tantangan bagi ekonomi syariah untuk terus dapat berkompetisi merebut pangsa pasar pembiayaan.

Direktur Utama LPDB Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, mengatakan tahun 2017 ini total LPDB yang dialokasikan sebesar Rp1,5 triliun. Apabila ditotal dana LPDB yang sudah digulirkan sejak tahun 2008 hingga 2017 mencapai Rp8,9 triliun. Sementara porsi syariah yang sudah digulirkan hingga tahun 2016 sebesar Rp1,4 triliun.

Diakuinya masih minimnya ketersediaan lembaga pembiayaan syariah berimbas pada tingkat pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. Oleh sebab itu pihaknya akan terus memperjuangkan agar porsi pembiayaan syariah terus meningkat setiap tahunnya khususnya yang melalui LPDB.

Terlebih saat ini sudah terbentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang perpres-nya belum lama diteken oleh Presiden Jokowi. Selain itu juga sudah terbentuk Direktorat khusus Pembiayaan Syariah di LPDB. Dengan adanya dua lembaga syariah ini diyakini ke depan pertumbuhan ekonomi syariah akan terus meningkat setiap tahunnya. "Ya pasti ini adalah momentum yang tepat, sebab selama ini selalu ditanyakan gerakan ekonomi berpola syariah tidak terakomodir tentang pembiayaan, dengan adanya lembaga syariah, ini jawaban yang tepat untuk mereka," kata Braman kepada Ipotnews, Rabu (13/9).

Dikatakannya, pembiayaan berbasis syariah jauh lebih baik dibandingkan dengan pembiayaan konvensional. Walaupun secara porsi masih kalah jauh, namun dari sisi kualitas penyaluran pembiayaan justru melebihi sistem konvensional. "Sudah terbutki secara kualitas memang unggul daripada konvensiaonal, dari sisi manajemen,  tata kelola, dari pengembalian dari penyalurannya termasuk dari NPL sendiri sangat jauh, NPL (kredit bermasalah)  bisa di bawah 2 persen," imbuhnya.

Terkait dengan suku bunga LPDB yang dipatok, Braman menegaskan sangat kompetitif dibandingkan dengan lembaga pembiayaan lainnya termasuk dengan perbankan konvensional. Dia berharap dengan rendahnya suku bunga tersebut dapat mendorong pelaku usaha memanfaatkan LPDB untuk pemenuhan dananya.

"Tentang penurunan suku bunga pinjaman LPDB untuk sektor simpan pinjam 2017 ini sebesar 7 persen (3,75 persen pertahun flat atau 0,3 persen perbulan flat), dan untuk sektor riil 4,5 persen sliding (2,3 persen per tahun flat atau 0,19 persen per bulan flat)," pungkasnya.(Marjudin)


 





loading.. loading.. loading..