Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | TOWR

Tuesday, August 22, 2017       06:32 WIB
Kinerja Tengah Tahun Saham TOWR, Stabil Tanpa Kejutan

Ipotnews - Sarana Menara Nusantara (TOWR) meraih laba bersih Rp1,3 triliun pada semester pertama 2017 (1H17). Pencapaian yang didapat TOWR sejalan dengan perkiraan konsensus para analis. 

Secara umum, perseroan membukukan hasil kinerja yang stabil dengan marjin EBITDA mencapai 85,9 persen pada 1H17. Total pendapatan sebesar Rp2,5 triliun atau naik 6,3 persen disamping aliran pertumbuhan pendapatan yang kuat dari VSAT dan MWIFO yang masing-masing mencapai Rp88 miliar (naik 68,0 persen YoY) dan Rp40 miliar (+45,4% YoY).

Pendapatan ini dihasilkan dari entitas akuisisi baru yakni iForte. Diperkirakan model bisnis iForte menguatkan momentum pertumbuhan khususnya dalam pengembangan jaringan 4G di kota-kota besar.

Kinerja Operasional
Angka pendapatan pada 1H17 dan EBITDA merepresentasikan 48 persen dan 47,2 persen dari proyeksi tahun ini. Jumlah menara mencapai 14,6 ribu atau naik 0,7 persen (YoY) dengan tambahan menara baru sebanyak 106 buah dalam 4 kuartal terakhir.

Sementara itu jumlah tenant mencapai 24,4 ribu atau naik 0,9 persen (yoy) dengan tambahan net 218 tenant. Kolokasi menara di posisi 1,67 kali, relatif tidak berubah dalam 4 kuartal terakhir dengan biaya sewa yang flat sebesar Rp17,1 juta per bulan.

Hal ini tampak bahwa industri tetap kompetitif karena biaya sewa secara bertahap turun dari Rp1,5 juta ke tarif saat ini. 

Neraca Keuangan
Pasca akuisisi menara milik PT Excel Axiata Tbk (EXCL), perseroan mempertahankan neraca keuangan yang sangat sehat. Rasio Net debt terhadap LQA EBITDA tetap rendah di level 1,2 kali per Juni 2017 dengan rasio cakupan rata-rata 7,4 kali.

Saat ini, net debt di posisi Rp5,4 triliun dengan biaya bunga rata-rata 6,5 persen. Punya neraca keuangan kuat akan membuka kemungkinan akuisisi lebih lanjut. Manajemen TOWR akan menjaga opsinya untuk mengincar akuisisi. 

Namun demikian, perseroan juga telah meningkatkan likuiditas sahamnya melalui private placement. Ini akan menciptakan potensi kemungkinan share swap dalam kesepakatan akuisisi. "Tetapi dalam waktu dekat belum terdengar rencana akuisisi apapun," kata Riset Analis PT Indo Premier Sekuritas Chandra Pasaribu seperti dilansir dari risetnya.

Rekomendasi
Manajemen TOWR dinilai sudah menyuguhkan kinerja yang kuat dan stabil. Harga saham perseroan telah bergerak ke arah target price. Berdasarkan hasil kinerja saat ini, tidak tampak sebuah kejutan. Oleh karena itu Indo Premier Sekuritas menurunkan rekomendasi menjadi Hold dengan target price (TP) tidak berubah sebesar Rp4550 per saham.

Perseroan dinilai tetap berkomitmen untuk mempertahankan neraca keuangan yang kuat dengan LQA EBITDA di bawah 3,0 kali. Sekaligus mempertahankan opsi terbuka bagi pertumbuhan organik dan dividen yang kuat. (indo premier sekuritas)

 

Year To 31 Dec

2015A

2016A

2017F

2018F

2019F

Revenue (RpBn)

4,470

5,053

5,508

5,968

6,404

EBITDA (RpBn)

3,776

4,408

4,810

5,205

5,566

EBITDA Growth (%)

10.5

16.7

9.1

8.2

6.9

Net Profit (RpBn)

2,965

2,670

2,873

3,236

3,557

EPS (Rp)

291

262

282

317

349

EPS Growth (%)

169.8

(9.9)

7.6

12.6

9.9

Net Gearing (%)

90.1

65.5

48.4

34.5

22.9

PER (x)

15.8

17.5

16.3

14.8

13.1

PBV (x)

6.1

4.4

3.7

3.1

2.7

Dividend Yield (%)

-

1.5

1.8

2.1

2.3

EV/EBITDA (x)

14.2

12.2

11

10

9.1

Source: TOWR, Indo Premier Sekuritas ; share price closing as of 18 Agustus 2017

 


 





loading.. loading.. loading..