Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | tips

Friday, November 25, 2016       20:18 WIB
Kesalahan Umum Yang Harus Diwaspadai Dalam Berinvestasi
Hanya mengandalkan akal sehat dan konvensi pasar merupakan penyebab dari tujuh kesalahan yang sering dibuat investor.

“Dalam naik turunnya logika dunia yang banyak diterapkan pada investasi, ada beberapa … kesalahan yang sering dibuat investor, yang mempersulit mereka untuk mencapai sasaran finansialnya,” kata Shane Oliver, kepala strategi investasi dan kepala ekonom  AMP Capital, seperti diktuip CNBC (25/11).

Karena begitu seringnya kelaziman di pasar yang terbukti salah, Oliver memberikan daftar kebiasaan yang banyak dilakukan, dan perlu diubah oleh investor.

Mengikuti yang terdengar

Kasus klasik yang banyak dilakukan investor adalah merasa yakin untuk berinvestasi pada aset tertentu karena banyak orang yang melakukannya. Oliver memperingatkan, tindakan ini bisa menyebabkan kegagalan yang fatal.

“Ketika semua orang bersikap bullish dan membeli suatu aset yang disukai banyak orang, maka hanya sedikit saja yang mau membeli dengan didukung oleh berita yang lebih positif. Sebaliknya, banyak orang yang bersedia menjual hanya karena dipicu sedikit berita buruk,” kata Oliver.

Keuntungan akan segera kembali

Asumsi yang sering digunakan investor adalah kondisi keuntungan dan perekonomian yang sedang berlangsung adalah pedoman untuk masa depan. Akibatnya, tak peduli apakah situasinya berjalan baik  atau buruk, investor mengekspektasikan hasil tersebut akan terus bertahan. Pada gilirannya, hal ini bisa menyebabkan investor untuk keluar masuk pasar, pada saat yang salah.

Pertumbuhan yang kuat, baik untuk saham

Meskipun retorika itu secara umum terjadi dalam jangka panjang, menurut Oliver tapi bisa gagal ketika siklus pasar bergerak ekstrem. Maka ketika data ekonomi sedang maut, bisa jadi saat itu kurang tepat untuk melkaukan investasi. Secara historis, keuntungan terbesar dari investasi saham terjadi ketika kondisi sekonomi sedang memburuk.

Mempercayai para ahli

Para ahli selain mengatakan kebenaran, bisa juga melakukan kesalahan. “Semakin hebat dia meramalkan, kita perlu semakin skeptis menyikapinya,” ungkap Oliver. Nilai tambah yang datang dari ahli, kata Oliver, seharusnya memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada investor terhadap isu yang ada, ketimbang memberikan prediksi.

Membiarkan penilaian yang kuat merintangi jalan

Harus diberdakan antara bertindak benar dengan menghasilkan uang, kata Oliver.

Terlalu banyak mencari

 Terlalu banyak memperhatikan investasi orang lain bisa berakibat eksposur yang berlebihan pada kegaduhan pasar, sehingga mempengaruhi investor untuk bertindak tidak rasional. Solusi untuk terhadap masalah ini adalah dengan berusaha sabar. Investor perlu memperhatikan pergerakan pasar tak hanya dalam jangka pendek.

Mencari waku yang tepat

“Tanpa mencoba dan menguji proses alokasi aset, mencoba … menjual sebelum harganya jatuh dan membeli menjelang harga naik bukan hal mudah,” ungkap Oliver. Investor cenderung mencederai keuantungannya sendiri ketika mereka bermaksus menghindari hari pasar yang terburuk. Begitu juga ketika, “[mereka] keluar setelah mengalami kerugian, (atau masuk) hanya untuk kehilangan hari terbaik di pasar,” Oliver menambahkan.


 





loading.. loading.. loading..