Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | social

Thursday, October 13, 2016       15:40 WIB
Kesadaran Sosial Investor Asia Tinggi, Indonesia Tertinggi!


Twitter
Ipotnews - Orang kaya Asia dinilai sebagai investor dengan kesadaran sosial paling tinggi dibanding investor global lain. Lebih khusus lagi, investor dari Indonesia, Malaysia, dan China paling tertarik untuk menempatkan dana mereka di investasi yang berdampak sosial.

Hal tersebut merupakan temuan dari konsultan manajemen Capgemini, yang tertuang dalam laporan bertajuk  the Asia-Pacific Wealth Report yang dirilis Kamis (13/10), dengan merujuk pada data yang sebagian besar rekaman pada 2015. Capgemini mendiskripsikan `investasi berdampak sosial` sebagai investasi yang menebar keuntungan bagi masyarakat luas sekaligus mendatangkan keuntungan finansial.

Namun, dibandingkan dengan kawasan lain, para miliarder (high net worth individuals/HNWIs) Asia tercatat paling sedikit mempercayakan uang mereka ke pengelola aset (wealth manager). HNWIs didefinisikan sebagai individu dengan dana yang bisa diinvestasikan sedikitnya USD1 juta.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Capgemini, HNWIs Asia - termasuk investor Jepang - jauh lebih aktif di investasi yang yang berdampak sosial dibandingkan dengan investor dari kawasan dunia lain, dengan mengalokasikan 37,3 persen portofolio mereka dibandingkan 31,6 persen yang dialokasikan investor global ke investasi berdampak sosial. 

Secara lebih rinci, alokasi portofolio tertinggi ke investasi berdampak sosial dilakukan para orang kaya dari Indonesia (45,8 persen), Malaysia (43,6 persen), dan China (40,8 persen).

Meskipun masih menjadi konsep yang relatif baru bagi orang kaya Asia, sebut laporan itu, namun HNWIs di benua ini sangat antusias terhadap misi sosial dari aset yang mereka miliki. Hal ini bisa dilihat pada angka bahwa 58,2 persen HNWIs di Asia mengisyaratkan akan meningkatkan alokasi ke investasi berdampak sosial di masa mendatang, berbanding 50,4 persen oleh HNWI di seluruh dunia.

Temuan lain Capgemini, meskipun terjadi kenaikan tingkat kepercayaan kepada wealth manager pada 2016, dibandingkan tahun sebelumnya,  HNWIs di Asia hanya memarkirkan 30,6 persen  kepada wealth manager, hahkan khusus untuk Jepang hanya 23,7 persen. Sebagai kontras, HNWIs di luar Asia mengalokasikan rata-rata 34,5 persen aset mereka ke lembaga pengelola aset tersebut.

Kecenderungan lain yang terungkap, ternyata orang kaya Asia lebih suka menempatkan aset di mana mereka masih bisa melihatnya, dengan sebanyak 15,4 persen memilih untuk menjadikan aset dalam bentuk tunai. Akun bank dalam hal ini disukai oleh 17,2 persen orang kaya Asia. 

Menurut Head of Strategic Analysis Capgemini, David Wilson, rendahnya penetrasi layanan pengelola aset di Asia tersebut terkait langsung dengan cara kekayaan itu didapat. "Banyak kekayaan yang terkunci dalam bisnis yang belum dapat dibawa ke sektor pengelolaan aset," kata dia, seperti dilansir CNBC.

Dipaparkan juga, kawasan Asia Pasifik menyumbang volume kekayaan HNWIs terbanyak dibanding kawasan lain, dengan total kekayaan USD17,4 triliun pada 2015, naik 10,1 persen dari tahun sebelumnya. China dan Jepang berkontribusi paling besar untuk pertumbuhan total kekayaan itu, yakni sebesar 90 persen dari total pertumbuhan.

Asia Pasifik juga merupakan rumah bagi populasi HNWIs terbesar dunia, dengan 5,1 juta individu pada 2015, naik 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Persebarannya, terbanyak di Jepang sebanyak 2,72 juta, disusul China 1,03 juta, dan Australia sebanyak 234 ribu individu.(CNBC/ha)


 





loading.. loading.. loading..