Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | industries | Basic Industry

Tuesday, February 07, 2017       14:06 WIB
Kementerian ESDM Bantah Perpres Harga Gas Sulit Diimplementasikan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah opsi impor gas untuk industri dikeluarkan karena Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi sulit diimplementasikan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menegaskan harga gas rendah bagi industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku sudah direalisasikan untuk tiga industri yaitu pupuk, petrokimia, dan baja di tahun ini. Sementara sisanya yaitu di empat industri sisanya masih dalam pembahasan dan evaluasi.

Bukan (sulit diimplementasikan). Ini direalisasikan untuk tiga industri dulu. Empat lain sedang dievaluasi," kata Arcandra, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Arcandra menjelaskan, banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam memberikan harga gas murah bagi industri. Pertama, pemerintah menilai apakah industri harus berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kedua, industri harus memberikan efek ganda atau multiplier effect. Ketiga, apakah industri harus menciptakan industri turunan.

"Industri tersebut berapa kontribusi ke PDB. Seperti makanan, misalnya, kontribusi ke PDB Rp10 triliun. Dari Rp10 triliun berapa komponen gasnya. Dari situ kita lihat efek 1 MMSCFD berapa yang dihasilkan rupiahnya. Itu menghitung multiplier effect-nya. Lalu, multiplier effect industri turunannya seperti apa," jelas dia.

Meski dari pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah mengusulkan industri keramik dan kaca sebagai industri yang akan mendapatkan harga gas murah setelah pupuk, petrokimia, dan baja, namun Arcandra mengungkapkan bahwa saat ini industri tersebut masih dalam tahap evaluasi.

"Kami (lagi) evaluasi," ucap dia.

Baca: Wamen ESDM Ajak Stakeholders Reformasi Sektor Gas Indonesia

Sekadar informasi, dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi dinyatakan harga gas bumi tidak dapat memenuhi keekonomian industri pengguna gas bumi. Pemerintah menetapkan supaya harga gas untuk industri tidak melebihi dari USD6 per MMBTU.

Penetapan harga gas bumi tertentu sebagaimana dimaksud diperuntukkan bagi pengguna gas bumi yang bergerak di bidang industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan.

http://ekonomi.metrotvnews.com/energi/ybJyPwjN-kementerian-esdm-bantah-perpres-harga-gas-sulit-diimplementasikan

 

 

Sumber : METROTVNEWS.COM


 





loading.. loading.. loading..