Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | economy

Friday, May 19, 2017       20:27 WIB
Investment Grade Dari S&P Diharapkan Turunkan Yield Samurai Bond


Ipotnews - Pemerintah mengharapkan peringkat layak investasi (investment grade) yang diperoleh Indonesia hari ini dari Standard and Poor`s (S&P) bisa menurunkan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) dalam bentuk Samurai Bond yang akan diterbitkan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan dengan adanya peringkat investment grade dari S&P, maka seluruh tiga lembaga pemeringkat utang internasional sudah konsisten. Hal itu akan memberikan kesempatan kepada lembaga-lembaga investasi - apakah itu sovereign wealth fund (SWF) atau bank maupun lembaga keuangan pengelola dana investasi - yang  menerapkan persyaratan rating investment grade untuk menempatkan uangnya, dengan sendirinya berpeluang masuk ke Indonesia.

"Maka kita harapkan ada tambahan minat terhadap surat utang pemerintah dan adanya beberapa investor  atau investment agency yang kini bisa menempatkan dananya di Indonesia. Dalam hal [penerbitan] Samurai Bond [nantinya], kita berharap akan ada dampak positif terhadap yield yang  tercapai," kata Sri Mulyani, dalam konferensi pers Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2016 dari BPK di Kantor Pusat DJP Kemenkeu, Jakarta, Jumat (19/5),.

Meski demikian, ia belum bersedia memaparkan rencana penerbitan Samurai Bond itu. "Untuk jadwal maupun berapa jumlahnya, nanti disesuaikan kebutuhan APBN kita. Apabila sudah diputuskan, nanti kami akan sampaikan ke market," ujarnya.

Seperti diketahui, Fitch Ratings sebelumnya telah memberi peringkat BBB- untuk surat utang Indonesia dengan outlook positive. Demikian juga dengan Moody`s yang memberikan pemeringkatan di Baa3 dengan outlook positive. Hari ini, S&P memberikan status investment grade untuk surat utang Indonesia dengan peringkat BBB- outlook stable. (Fitriya)


 





loading.. loading.. loading..