Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | industries | property

Monday, July 17, 2017       18:42 WIB
Investasi Bangun Mal Menyusut, Ini Masalahnya...

Ipotnews - Pertumbuhan pusat perbelanjaan mengalami stagnasi, terkait dengan sulitnya perizinan dan harga sewa yang sulit mengejar besarnya investasi.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan, mengatakan mandeknya pembangunan mal - terutama di kota besar - adalah rumitnya perizinan, terlebih di Jakarta atau Surabaya. Pada sisi lain, para investor enggan berspekulasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan yang jauh dari perkotaan karena kembali modal lebih lama.

"Pertumbuhan tahun ini sedikit banget, sebab agak susah izin, kalau di daerah ujung-ujungnya break event pointnya jauh banget, 9 tahun, itu sudah bagus luas biasa, rata-rata itu 10-12 tahun, jadi agak susah, ini harga tanah belum dihitung, kalau dihitung jadi tak terhingga," kata Stefanus saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Senin (17/7).

Persoalan lainnya, kata dia, adalah harga sewa gerai yang sulit dinaikkan, seperti adanya desakan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO). Padahal investasi untuk membangun mal beserta sarana prasarananya sangat besar. Hal ini membuat investor harus berpikir ulang untuk membangun pusat perbelanjaan.

"Apa lagi sekarang HIPPINDO maunya harga sewa murah, fasilitasnya murah, harga sewa itu dari tahun ke tahun tidak naik, yang ada malah turun," ucapnya.

Untuk menyiasati itu, investor mulai mengalihkan dananya untuk lebih mengutamakan pembangunan di sektor properti seperti apartemen, gedung perkantoran dan sejenisnya. Sementara mal dijadikan sebagai fasilitas tambahan yang diharapkan dapat menarik pengunjung.

"Kalau office yang stand alone itu parkir masalah, kalau di mal gampang, Senin-Jumat parkir pasti kosong, mal ramainya Sabtu-Minggu, pengelola juga jadi bagus, bisa masuk ke sana, ini menguntungkan," ucapnya.(Marjudin)


 





loading.. loading.. loading..