Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | economy

Wednesday, March 22, 2017       16:24 WIB
Ini yang Disampaikan Sri Mulyani di Forum G20

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mewakili Indonesia di pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 di Baden-Baden, Jerman. Dalam pertemuan yang berlangsung dua hari 17-18 Maret tersebut, turut hadir Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo.

Pertemuan juga dihadiri oleh institusi internasional antara lain FSB, FATF, UN, ECB, IMF, World Bank, European Commission, African Development Bank, APEC, BIS, OECD, NEPAD.

Dalam forum tersebut, Sri Mulyani menyampaikan peran G20 dalam mengantisipasi masa krisis, ia memulai cerita awalnya G20 ini terbentuk setelah dunia melewai krisis 1998 untuk mengumpulkan stakeholder level Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Central yang tergabung di dalamnya, baru setelah krisis dunia 2008 pada 2009 dibentuklah G20 level leaders.

Saat menggelar konferensi pers tentang hasil kunjungan G20 kemarin, wanita yang akrab disapa Ani itu menyampaikan Indonesia akan berperan aktif dalam berkomunikasi antar negara. Misalnya saat dunia sedang menghadapi tekanan.

"Tujuannya adalah koordinasi kebijakan pada saat dunia itu sering menghadapi tekanan atau masalah yang bisa menyebabkan hancurnya atau ancaman perekonomian dunia atau kemunduran yang serius. Dalam konteks ini intervensi disampaikan dari Indonesia bahwa Indonesia selalu berpartisipasi aktif sebagai negara terbesar di ASEAN dan ASIA kita itu punya peran penting dan tanggung jawab yang penting," ujar Sri, di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Ani menyampaikan, ada yang harus diwaspadai dalam pertemuan G20 ini terutama dengan munculnya kebijakan yang akan lebih proteksionis pasca terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan keputusan Inggris yang keluar dari Uni Eropa.

Kedua hal tersebut dianggap akan menyebabkan ketidakpastian arah kebijakan dunia sehingga dunia akan menghadapi kegelisahan baru.

"Namun yang harus diwaspadai dalam pertemuan G20 itu munculnya pemerintahan baru seperti di Amerika Serikat dan Inggris yang sudah memutuskan untuk keluar dari European Union yang mungkin bisa menimbulkan suatu persoalan mengenai kepastian arah kebijakan dunia karena masing-masing kalau punya negara-negara yang memiliki retorika politik yang seperti kita dengar yaitu mereka ingin menutup atau melaksanakan kebijakan-kebijakan yang perfeksionis restriktif, maka G20 dan tidak hanya itu dunia juga akan dihadapkan dengan ketidakpastian dan kegelisahan baru," kata Ani.

Ia mengingatkan situasi perekonomian global tidak akan mudah dipulihkan jika tidak adanya kesepakatan mengenai arah kebijakan, terutama perdagangan.

"Jangan lupa perekonomian dunia pemulihannya tidak secepat seperti yang diperkirakan sehingga pemulihan perekonomian dunia itu lambat dan rapuh. Kalau adanya ketidaksepakatan soal arah maka dia akan timbulkan uncertainty yang baru. Ini yang kami sampaikan dalam pertemuan ini dan tentu di dalam konteks kerja sama diharapkan dalam pertemuan G20 bisa ada semacam kesepakatan dari sisi arah paling tidak," ujar Ani.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3453918/ini-yang-disampaikan-sri-mulyani-di-forum-g20

 

 

Sumber : DETIK FINANCE


 





loading.. loading.. loading..