Journalism Database & Technology  
 
 
funds

Thursday, August 17, 2017       10:00 WIB
Industri Diprediksi Positif, Mandiri Investasi Siap Rilis KIK-EBA JSMR

Ipotnews - PT Mandirii Manajemen Investasi memproyeksikan, industri pengelolaan reksa dana pada paruh kedua 2017 akan melanjutkan tren positif, sehingga perseroan meyakini penerbitan KIK-EBA Mandiri-PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada akhir Agustus ini akan optimal diserap pasar.

Menurut Direktur Mandiri Investasi, Endang Astharanti, fenomena penurunan daya beli masyarakat pada Semester I-2017 di beberapa sektor bisnis justru akan mendorong kontinuasi positif pada minat investasi, terutama industri pengelolaan reksa dana yang berpeluang lebih besar untuk bertumbuh.

"Pada semester kedua ini minat investasi di reksa dana diperkirakan terus meningkat. Daya beli masyarakat yang sedang turun malah akan memberi impact positif ke sisi investasi, meski sekarang pembalikannya belum besar," kata Endang dalam diskusi bertajuk "Spirit Memakmurkan Negeri" di Jakarta, Rabu (16/8).

Dia mengungkapkan, tren positif industri pengelolaan reksa dana tercermin dari nilai Asset Under Management (AUM) Mandiri Investasi sebesar Rp48 triliun per Juli 2017. "Kami sangat optimistis bisa meraih target 2017 sebesar Rp50 triliun, karena sampai Juli 2017 saja sudah Rp48 triliun," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, proyeksi positif pada industri pengelolaan reksa dana di semester kedua semakin mamantapkan perseroan untuk menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) berbasis sekuritisasi aset jalan tol dengan Jasa Marga (KIK-EBA Mandiri JSMR01.

"KIK EBA Jasa Marga masih dalam tahap penawaran dan diharapkan pada akhir Agustus ini bisa di-launching. Ke depan, sektor yang berpotensi adalah properti dan kami memang sedang mengkajinya. Kajian kami masih sangat primer dan mungkin dengan struktur KIK-DIRE," paparnya.

Dia menjelaskan, KIK-EBA Mandiri JSMR01 berbasis sekuritisasi aset Surat Berharga Pendapatan Tol Jagorawi atas ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi untuk jangka waktu lima tahun dengan sebanyak-banyaknya Rp2,6 triliun dan target penghimpunan dana sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.

(Budi)


 





loading.. loading.. loading..