Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | bonds

Friday, February 17, 2017       07:34 WIB
Hanson Bidik Penjualan Properti Rp 50 Triliun

JAKARTA – PT Hanson International Tbk (MYRX) [130 -1 (-0,8%)] menargetkan penjualan senilai Rp 50 triliun dari pengembangan proyek properti di Maja dan Serpong dalam lima tahun mendatang. Nilai tersebut didasarkan target penjualan sebanyak 200 ribu unit rumah sampai 2021.

Presiden Direktur Hanson International Benny Tjokrosaputro mengatakan, perseroan bakal menjual properti dalam berbagai tipe, seperti rumah murah dan real estate. Jika rata-rata harga penjualan rumah Rp 250 juta, nilai penjualan propertinya bisa mencapai Rp 50 triliun.

“Bisa dibilang Jabodetabek merupakan wilayah dengan potensi pembelian rumah paling besar,” tutur Benny, Kamis (16/2).

Perumahan di wilayah Maja, menurut dia, dilepas untuk kalangan masyarakat kelas bawah. Sedangkan pengembangan hunian real estate akan dipusatkan di Serpong. Target penjualan rumah perseroan dalam lima tahun mendatang tersebut berasal dari berbagai proyek, baik yang dikembangkan oleh perseroan sendiri maupun proyek kerjasama dengan perusahaan properti lainnya.

Benny menjelaskan bahwa kebutuhan investasi untuk pengembangan seluruh proyek properti tersebut masih dikalkulasi. Hanya saja, perseroan optimistis mampu mendapatkan dana untuk proyek tersebut. “Masih dihitung, karena proyeknya bertahap dalam lima tahun,” jelasnya.

Saat ini Hanson memiliki lahan seluas 3.700 hektar (ha) yang belum dikembangkan di Maja dan Serpong.

Analis Senior Binaartha Parama Reza Priyambada mengatakan, besarnya target penjualan 200 ribu rumah bisa saja tercapai, apabila segmen yang disasar merupakan kelas menengah. “Tetapi itu juga harus dipastikan bagaimana kerjasama Hanson dengan perbankan,” katanya.

Menurut Reza, permintaan terhadap kelas menengah terhadap perumahan masih ada. Hanya, kendalanya adalah dari sisi perbankan yang nilai kredit pemilikan rumah (KPR) dinilai masih cukup tinggi.

Apabila Hanson dapat bekerjasama dengan perbankan, terutama perjanjian yang dapat mengatur down payment (DP) menjadi lebih murah, maka bisa menjadi booster untuk kemungkinan lebih cepat terjualnya rumah perseroan.

Belum lama ini, Hanson berencana mengantar salah satu anak usahanya untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham tahun ini. Perseroan juga siap menawarkan obligasi sekitar Rp 500 miliar-Rp 1 triliun pada 2017.

Corporate Finance and Investor Relations Hanson International Hermawan Raharjo mengatakan, perseroan tengah berdiskusi dengan konsultan dan calon penjamin emisi terkait berapa porsi saham anak usaha yang akan dilepas ke publik beserta target IPO. Saat ini, perseroan memiliki tiga anak usaha yakni, PT Mandiri Mega Jaya, PT Armidian Karyatama, dan PT Harvest Time. (fik)

http://id.beritasatu.com/home/hanson-bidik-penjualan-properti-rp-50-triliun/156652

 

 

Sumber : INVESTOR DAILY


 





loading.. loading.. loading..