Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | automotive

Saturday, August 12, 2017       09:07 WIB
Genjot Penjualan dan Ekspor Sedan, Kemenperin Usulkan Penurunan Pajak

Ipotnews - Demi mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan jenis sedan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan skema pajak baru. Skema ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dan untuk memperluas pasar ekspor.

Inti dari skema pajak yang akan dibicarakan dengan Kementerian Keuangan tersebut adalah untuk mencari solusi agar ada penurunan pajak kendaraan sedan karena selama ini lebih mahal dibandingkan model lain seperti sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle (MPV).

Langkah ini sebagai upaya agar tidak ada lagi pembedaan kategori jenis mobil terkait perpajakan dimana sebelumnya terbagi pada jenis mobil dua kotak (two-box car) seperti pikap, mobil serbaguna (MPV), dan mobil sport serbaguna (SUV), serta mobil tiga kotak (three-box car) yaitu sedan.

“Kami berharap potensi ekspor mobil semakin meningkat, salah satunya melalui harmonisasi tarif pajak untuk segmen sedan. Pasalnya, di pasar internasional, permintaan sedan lebih banyak daripada MPV dan SUV,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya kepada redaksi, Sabtu (12/8).

Diyakininya dengan kebijakan strategis berupa perpajakan akan mendorong penguatan struktur industri kendaraan di dalam negeri. Di samping itu, diharapkan dapat mengejar volume dan nilai ekspor mobil yang dicapai oleh negara tetangga selaku kompetitor utama, yakni Thailand.

“Oleh karenanya, pemerintah memacu industri otomotif nasional agar mampu ekspor mobil sebesar 200 ribu unit pada tahun ini,” ujarnya.

Airlangga menilai Indonesia sudah menjadi net exporter dari sektor industri otomotif. Apalagi, industri ini merupakan salah satu sektor yang menjadi tolok ukur dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil domestik hingga Juni 2017 mencapai 533.537 unit atau naik 0,3 persen. Diproyeksikan pada 2017 penjualan mobil bisa mencapai 1,1 juta unit. Sedangkan, untuk ekspor Juni 2017 mencapai 113.269 unit atau naik 20,5 persen. Kemudian, industri otomotif nasional juga meningkatkan performanya dengan menambah kapasitas produksi menjadi 2,2 juta unit per tahun.

"Saat ini produksi otomotif kita meningkat, yang membuktikan daya beli masyarakat masih bertenaga. Industri ini masih tumbuh dan ekonomi kita juga masih terjaga di level lima persen. Maka, artinya ekonomi Indonesia masih kuat," paparnya.

(Marjudin)


 





loading.. loading.. loading..