Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | economy

Monday, June 19, 2017       18:57 WIB
Finalkan APBN-P 2017 Pekan Ini, Batas Defisit Anggaran Naik 2,6%

Ipotnews - Pemerintah segera menyelesaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 pekan ini dengan target defisit fiskal meningkat menjadi 2,6 persen terhadap PDB.

Dalam acara buka puasa bersama di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (19/6), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan melakukan pelaporan APBN berjalan dalam semester pertama tahun ini kepada DPR. Di mana akan ada perubahan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara karena berbagai faktor.

"Kita akan tetap jaga defisit anggaran di bawah 3 persen. Di awal tahun targetnya (defisit fiskal) 2,41 persen. Tapi mungkin akan sedikit lebar di 2,6 persen karena ada perubahan-perubahan yang terjadi," kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut Sri Mulyani menyatakan, semuanya akan dihitung untuk mendapatkan postur anggaran yang mengakomodasi belanja yang mendesak, namun pada saat yang sama subsidi jangan sampai mengganggu keberlanjutan APBN dan fokus pemerintah tetap untuk menjaga pertumbuhan ekonomi namun pada saat yang sama APBN tetap sehat.

"Maka APBN ini kita berpatokan jumlah subsidi energi akan tetap sesuai yang ditetapkan dalam APBN-P 2017. Jadi APBN kita sekarang membahas dengan Dewan untuk penyusunan APBN 2018 dan memfinalkan APBN-P 2017," ujarnya.

APBN Perubahan diajukan, ia menjelaskan, karena ada beberapa tambahan belanja yang memang perlu dimasukkan di APBN. Karena apabila tidak dilakukan, kata dia, maka tidak akan mungkin bisa melakukan optimalisasi belanja.

Perubahan alokasi anggaran untuk belanja tersebut di antaranya untuk dana Asian Games 2018 yang dimulai belanjakan dari sekarang. Kemudian karena untuk program sertifikasi tanah oleh Kementerian ATR, dan anggaran untuk persiapan Pilkada 2018 dan pemilu yang harus dilakukan tahun ini. "Jadi memang ada beberapa pos belanja yang harus kita akomodasi dan itu tidak mungkin tanpa adanya APBN-P. Dan kami lihat beberapa infrastruktur proyek yang minta didanai, kita coba lihat kemampuan APBN kita," jelasnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani menuturkan, APBN-P 2017 diperlukan karena asumsi makro yang berubah. "Tentu itu mempengaruhi penerimaan dan belanja. Growth kita akan lebih baik sedikit, nilai tukar, lalu harga minyak awal tahun cukup tinggi sekarang agak melemah, itu semua jadi perhatian kita untuk hitung kembali APBN, kita finalkan satu minggu ini, untuk kemudian dibahas sebelum DPR reses," papar dia.

Ia menambahkan, dengan adanya kenaikan target defisit anggaran tahun ini, maka kenaikan secara nominal dari defisit fiskal diperkirakan sekitar Rp37 triliun-Rp40 triliun. Dari sebelumnya defisit anggaran 2017 ditargetkan sekitar Rp330 triliun menjadi sekitar Rp367 triliun hingga Rp370 triliun.(Fitriya)




 





loading.. loading.. loading..