Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | markets | funds

Monday, March 20, 2017       14:12 WIB
Dana Asing Bisa Dorong IHSG Tembus 6.000 Tahun Ini

Jelang akhir pekan lalu pasar modal Indonesia menunjukan performa terbaiknya. Tercatat jelang akhir pekan kemarin IHSG tembus ke level 5.540,43 dan nilai kapitalisasi pasar menyentuh level tertingginya di Rp 6.018,79 triliun.

Pada perdagangan Jumat 17 Maret 2017 kemarin juga tercatat investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,48 triliun. Sementara secara sepekan net buy mencapai Rp 5,42 triliun. Sedangkan secara tahunan asing masih mencatatkan beli bersih Rp 4,28 triliun.

Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto, memandang masuknya dana asing tersebut sebenarnya terjadi baru pada minggu kemarin. Hal itu lantaran adanya romur S&P 500 yang ingin menaikkan rating investasi Indonesia.

"Kalau kita lihat aliran dana asing dari awal tahun baru net buy seminggu terakhir ini. Sebelumnya seminggu buy seminggu sell. Jadi fluktuatif. Begitu ada rumor kenaikan investment grade S&P tiba-tiba dalam satu hari kalau enggak salah net buy Rp 1,5-2,5 triliun," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Rudiyanto masuknya dana asing masih akan terus mengalir ke pasar modal. Sebab dana asing baru masuk ke saham-saham unggulan.

"Jadi kalau menurut saya di tahap awal mungkin saham big caps akan menguat baru nanti menyusul yang lain. Harusnya dia akan cukup dinamis. Jadi tidak spesifik sektor tapi biasanya kalau dana asing baru masuk yang diuntungkan saham yang besar-besar dulu," imbuhnya.

Rudiyanto bahkan yakin IHSG bisa tembus menyentuh level 6.000. Hal itu jika S&P 500 jadi menaikkan rating investasi di Indonesia.

"Kalau ada kenaikan rating, mungkin bisa lebih dari itu. Tapi kita belum dapat hitungannya. Kalau dilihat pasar modal beberapa tahun terakhir, 6.000 itu bisa saja tengah tahun sudah tercapai, terus fluktuatif. Kita lihat sekarang pasar modal sangat dinamis," terangnya.

Sementara untuk nilai kapitalisasi pasar yang ditargetkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 7.000 triliun menurut Rudiyanto masih sulit untuk dicapai jika minim penambahan emiten baru.

"Kalau misalkan sekarang Rp 6.000 triliun enggak ada saham baru. Indeks naik 10%, jadi Rp 6.600 triliun mungkin bisa. Kalau Rp 7.000 triliun berarti harus ada saham baru plus kenaikan lebih dari 10%," tandasnya.

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3451347/dana-asing-bisa-dorong-ihsg-tembus-6000-tahun-ini

 

 

Sumber : DETIK FINANCE


 





loading.. loading.. loading..