Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | economy

Tuesday, November 22, 2016       15:05 WIB
Trump `Sedot` 11 Miliar Dolar Dari Emerging Market Asia


Ipotnews - Investor global melepas sekitar US$11 miliar ekuitas dan obligasi emerging market Asia, setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS. Pasar menilai, presiden ke-45 AS itu menumbuhkan ekspektasi kebijakan ekonomi yang akan mendongkrak imbal hasil surat utang pemerintah AS (US Treasury) dan menyulut reli penguatan dolar dalam delapan tahun.

Data Bloomberg menunjukkan, sejak 9 hingga 19 November lalu, India mengalami aliran keluar dana asing terbesar, diikuti Thailand di urutan kedua. Penarikan modal asing memangkas arus masuk modal ke India, Indonesiam Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand sekitar US$55 miliar, dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Arus keluar dana dari emerging market untuk sementara ini kemungkinan akan berlanjut, dan investor akan melihat apakah Trump akan menerapkan beberapa kebijkan yang ia sebutkan sebelum terpilih, seperti stimulus fiskal dan tipe kebijakan perdagangan yang proteksionistis," kata Masakatsua Fukaya, trader emerging marketMitzuho Bank Ltd.

"Banyak kebijakannya yang mengarah pada penguatan dolar dan bisa berdampak negatif terhadap emerging markets," imbuh Fukaya, seperti dikutip Bloomberg (22/11).

  • India: Investor asing melakukan penjualan bersih kepemilikan obligasi sebesar US$1,5 miliar, dan ekuitas sebesar US$1,4 miliar pada 9-17 November).
  • Thailand: pengelola dana global melakukan aksi jual obligasi neto senilai 80,5 miliar baht (US$2,3 miliar), dan saham senilai US$534,3 juta sejak 9-18 November.
  • Indonesia: Investor luar negeri menjual obligasi rupiah sebesar Rp13,9 triliun (US$1 miliar) neto, pada 9-16 November, dan ekuitas senilai US$444,2 juta pada 9-18 November lalu.
  • Korea Selatan: Investor asing melego obligasi sekitar 30 juta won (US$25.500) pada 9-17 November, dan ekuitas senilai US$949,1 juta pada 9-18 November.
  • Filipina: penjualan bersih Investor asing di bursa saham mencapai US$170,6 juta pada 9-18 November. Tidak ada data obligasi.
  • Taiwan: investor global menjual saham neto senilai US$2,75 miliar pada 9-18 November. Tak ada data obligasi.
Indeks dolar Bloomberg mengalami kenaikan tertinggi sejak 2008 dalam dua pekan terakhir didukung spekulasi bahwa  kebijakan ekpspansif Trump akan memicu suku bunga yang lebih tinggi. Sebaliknya, Won Korea Selatan anjlok 3,4 persen sejak pilpres AS. Rupiah Indonesia melorot 2,7 persen, dan peso Filipina merosot 2,5 persen.

Dalam sebuah rekaman video, Trump menyatakan akan menerbitkan notifikasi (notification of intent) untuk keluar dari kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership pada hari pertama menduduki kursi kepresidenan. Dia berikrar untuk membelanjakan dana sebesar US$1 triliun untuk membangun kembali dan memperbaiki kerusakan infrastruktur. (Bloomberg/kk)


 





loading.. loading.. loading..