Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | automotive

Friday, July 19, 2013       19:05 WIB
Daihatsu Berencana Produksi Mobil Lebih Murah dari Ayla


Penjualan biosolar untuk transportasi/ (platmerahputih.com)
Ipotnews – Daihatsu Motor Company mempertimbangkan untuk membuat mobil dengan harga murah, bahkan di bawah hatchback Ayla, untuk pasar negara berkembang.

Langkah tersebut dilakukan Daihatsu untuk menghadapi persaingan dengan pabrikan lain guna menggaet konsumen yang baru kali pertama membeli mobil di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Kita harus mampu membuat mobil yang harganya lebih murah dari Ayla,” papar Masanori Mitsui, Presiden Daihatsu, kepada wartawan di Ikeda, Jepang, seperti dilansir laman Bloomberg, Jumat (19/7). Namun dia menolak untuk mengungkap berapa harga Ayla.

Daihatsu—pabrikan yang berafiliasi dengan Toyota Motor Corporation—mengikuti jejak sejumlah pabrikan otomotif seperti Nissan Motor Company, yang bulan menghidupkan kembali merek Datsun setelah tiga dekade “dibekukan”, guna menggaet konsumen yang baru kali pertama membeli mobil di emerging market.

Daihatsu mengatakan Ayla bakal diperkenalkan di Indonesia setelah pemerintah menerapkan kebijakan untuk memberikan keringanan dan insentif pajakbagi pabrikan yang memproduksi mobil kecil hemat energi atau low cost green car (LCGC).

“Permintaan kendaraan mobil merah akan terus tumbuh seiring tumbuhnya ekonomi,” ujar Mitsui. “Jadi Ayla yang kami perkenalkan saat ini belum mencukupi.”

Ayla dirancang untuk memenuhi kebijakan pemerintah yang mencakup hemat BBM, setidaknya mampu menempuh 20 kilometer per liter, dan dirakit secara lokal. Rencananya, Daihatsu juga akan memproduksi versi yang sama seperti Ayla untuk Toyota, yang disebut Agya.

Kebijakan baru ini hadir kala Indonesia ditargetkan menyalip posisi Thailand sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara pada 2014, berdasarkan perkiraan lembaga penelitian industri IHS Automotive.

Permintaan mobil di Indonesia, dengan populasi hampir dua kali lipat dari Jepang, yakni 127 juta orang, diproyeksikan berkembang lebih cepat ketimbang China dalam tujuh tahun ke depan, didorong pertumbuhan ekonomi yang mengalami akselerasi.

Menurut IHS, mobil murah hemat energi atau low cost green car (LCGC) bisa mencapai 35 persen dari 1,8 juta mobil dari 1,8 juta mobil yang diperkirakan terjual pada akhir dekade ini.

Saat ini, tutur Mitsui, Daihatsu dan Toyota menguasai setengah dari pasar Indonesia. Ketika Daihatsu Ayla dan Toyota Agya diupayakan menjadi yang pertama untuk meraup keuntungan dari program tersebut, Nissan akan memperkenalkan Datsun, mobil pertama yang mampu memenuhi persyaratan LCGC di Indonesia pada semester pertama tahun depan.

Berdasarkan data Bloomberg, penjualan di Indonesia menyumbang 22 persen bagi pendapatan Daihatsu pada tahun yang berakhir Maret, diikuti Malaysia sebelas persen. Pasar dalam negeri, Jepang, memberikan kontribusi 66 persen, menurut data itu.

Chief Executive Officer Nissan, Carlos Ghosn, bulan ini memperkenalkan Datsun Go lima pintu berkapasitas 1,2 liter di India, dan pabrikan tersebut mengatakan akan menjualnya kurang dari 400 ribu rupee (US$ 6.700).

Di sisi lain, Daihatsu akan terus menjalin kerja sama dengan Toyota memasuki pasar negara berkembang lainnya. Negara Asia Tenggara selain Indonesia dan Malaysia, kata Mitsui, mungkin menjadi pasar mereka yang menjadi sasaran berikutnya, dan ada pula permintaan di Afrika Selatan dan Brasil. (ef)


 





loading.. loading.. loading..