|
Friday, October 14, 2016 15:44 WIB
|
| Bhumibol Wafat, Siapa Ahli Waris Tahta dan Kekayaan Senilai USD40 Miliar? |
|

Ipotnews - Raja Bhumibol Adulyadej, figur sentral di Thailand dan menjadi kunci keseimbangan kekuasaan politik di negara itu selama 70 tahun terakhir, wafat pada Kamis (13/10) dalam usia 88 tahun, setelah sejak akhir 1990-an sakit-sakitan.
Raja yang naik tahta pada usia 18 tahun itu hampir pasti digantikan Putra Mahkota Vajiralongkorn yang saat ini sudah berusia 63 tahun. Vajiralongkorn adalah satu-satunya anak laki-laki dari empat anak dari perkawinan Bhumibol dengan Ratu Sirikit. Ia sudah diangkat sebagai putra mahkota sejak 1973, namun karena sikap dan kelakuannya, Vajiralongkorn tak memiliki dukungan dan simpati rakyat Thailand sebesar yang dimiliki sang ayah.
Seperti diketahui, politik Thailand sejak dekade 1950-an selalu diguncang kudeta militer. Terakhir kudeta pada 2014 yang menjadikan Thailand kini berada di bawah pemerintahan militer di bawah Jenderal Prayuth Chan-ocha. Banyak pengamat yang meramalkan instabilitas politik di Thailand makin rapuh dengan kematian Bhumibol. Pasalnya, Vajiralongkorn tak begitu disukai militer, selain karena sikapnya, juga karena kedekatannya dengan keluarga mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang terguling pada 2006.
Tapi, lupakan dulu soal politik, mari membahas seputar monarki Thailand yang kini kehilangan figur sentralnya. Raja Bhumibol merupakan salah satu monarki terkaya dengan kekayaan total diperkirakan antara USD30 miliar-USD40 miliar, berdasarkan perkiraan kekayaan pemimpin dunia pada 2016 dari Forbes. Diakui, cukup sulit mengira dengan tepat kekayaan Bhumibol karena sebagian aset disewakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan umum.
Seperti dilansir ibtimes.com, Jumat (14/10), sebagian besar aset Bhumibol dalam bentuk kepemilikan properti, seperti real estate dan tanah di pusat kota Bangkok yang disewakan dengan harga subsidi. Tercatat Bhumibol memiliki 3.320 are (sekitar 1.500 hektare) di pusat kota Bangkok dan 13.200 are di berbagai kota dan wilayah di Thailand. Hanya 7 persen dari tanah itu yang disewakan secara komersial yang mendatangkan sekitar USD80 juta pada 2010.
Bhumibol juga memiliki investasi lain, seperti The Crown Property Bureau (CPB) - yang mengelola properti dan aset Raja - memegang 23 persen saham di Siam Commercial Bank, bank terbesar Thailand dengan nilai pasar USD23 miliar pada 2013. Lalu, ada juga 32 persen saham di Siam Cement Group dengan nilai pasar USD12,6 miliar.
Nah, seluruh kekayaan itu akan jatuh ke Vajiralongkorn jika ia akhirnya benar-benar menggantikan Bhumibol...
|
|
|
loading..
loading..
loading..
|