Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | REGULATIONS

Wednesday, March 08, 2017       15:44 WIB
BEI Wajibkan Emiten Untuk Public Expose

Jakarta – Suspensi atau dihentikan sementara perdagangan sahamnya di pasar modal dalam rangka cooling down di pasar reguler dan pasar tunai, membuat kekhawatiran bagi para investor yang tidak tahu menahu penyebab dibalik suspensi tersebut. Kondisi ini tentunya akan merugikan bagi pelaku pasar yang benar-benar dari awal masuk ke pasar hanya untuk investasi dan bukan spekulasi.

Maka untuk menghindari potensi kerugian yang lebih besar bagi para investor, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah aturan terkait pergerakan saham di luar kebiasan sehingga berujung disuspensi. Kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, nantinya emiten akan diwajibkan melakukan paparan publik (public expose). “Selama ini BEI melakukan penindakan bagi pergerakan saham yang terlalu fluktuatif tanpa adanya penjelasan dari pihak terkait dengan menerbitkan pengumuman UMA (unusual market activity).”ungkapnya di Jakarta, Selasa (7/3).

Setelah itu, jika sahamnya masih bergerak liar, maka BEI memberhentikan perdagangan saham terkait sementara dalam rangka cooling down selama satu siklus. Nah, kedepan BEI akan mewajibkan bagi emiten terkait untuk melakukan public expose sebelum terkena suspensi. Hal tersebut dilakukan, kata Tito, dimaksudkan agar para investor tahu alasan sebenarnya mengapa saham tersebut bergerak kencang.”Jadi wajib public expose, nanti investor yang menentukan. Karena pada dasarnya kita mengingatkan, mereka mau tanya perusahaan mau ngapain si,"ujarnya.

Tito juga menegaskan, emiten tersebut wajib melakukan public expose di Gedung BEI. Hal itu agar public expose bisa didatangi oleh awak media."Silahkan public expose di sini, kita kasih gratis. Jangan public expose di Bandung, kan kalau di sini ada wartawan. Nanti silahkan beritakan ternyata bagus atau bohong. Kalau suspensi bagaimana tenang dan investor dirugikan," imbuhnya.

BEI pun saat ini tengah menggodok aturan pasti terkait kewajiban tersebut. Tito memperkirakan aturan ini bisa meluncur dalam waktu 1-2 bulan mendatang. Meskipun suspensi saham bukan bentuk pelanggaran di pasar modal, namun tujuan suspensi tersebut untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham.

Biasanya sebelum disuspensi, saham emiten tersebut masuk dalam kategori unusual market market yang dalam pengawasan BEI. Tercatat sepanjang tahun 2016 kemarin, jumlah saham yang masuk UMA sebanyak 128 kali atau meningkat cukup signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 60 kali (2015) dan sebanyak 92 kali di tahun 2014. Hal yang sama juga terjadi pada saham yang masuk suspensi meningkat tajam menjadi 55 kali di 2016, 32 kali di 2015 dan 29 kali di 2014. (bani)

http://www.neraca.co.id/article/82096/bei-wajibkan-emiten-untuk-public-expose-sebelum-sahamnya-disuspensi

 

 

Sumber : NERACA.CO.ID


 





loading.. loading.. loading..