Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | computerservices

Wednesday, December 14, 2011       08:56 WIB
Asosiasi Pengusaha Komputer akhirnya pecah

JAKARTA: Setelah berpolemik sejak 2007, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) akhirnya terpecah setelah sejumlah pengurusnya yang tidak puas mendeklarasikan pendirian Asosiasi Industri Teknologi Informatika Indonesia (AiTI).

Anggota Presidium AiTI Michael Sunggiardi mengungkapkan asosiasi tersebut didirikan untuk menjadikan bisnis teknologi informasi di Indonesia lebih baik dan mendorong usah anggotanya secar aberetika serta mencegah persaingan yang tidak sehat.

“Ini merupakan pecahan Apkomindo. Semua pengusaha besar komputer ada di AiTI,” ujar Michael yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Apkomindo itu kepada Bisnis hari ini,

Menurut dia, AiTI akan ikut serta memajukan ekonomi nasional melalui penyebaran, perluasanindustri, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Michael menyayangkan Apkomindo yang dipegang caretaker belum melakukan apapun untuk memajukan dunia TI di Tanah Air seiring dengan perpecahan diantara anggota dan caretakernya.

Menurut seorang Presidium AiTI lainnya, saat ini Apkomindo yang dikuasai caretaker mandek dan tidak melakukan aksi apa pun untuk memajukan dunia TI di Indonesia kecuali hanya menagih iuran anggota 2012.

“Anggota Apkomindo yang di Jakarta sudah tidak sabar dengan sepak terjang Apkomindo di bawah pimpinan caretaker sehingga mereka membentuk AiTI,” tuturnya.

Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) terancam makin tenggelam dari hingar bingar teknologi informasi di Indonesia.

Perannya sebagai motor penggerak industri peranti keras PC makin tak terdengar seiring dengan konflik berkepanjangan yang melibatkan anggota, pengurus, dan Dewan Pertimbangan Apkomindo (DPA) Pusat.

Konflik tersebut diduga dipicu oleh manuver dari DPA Pusat yang secara sepihak membekukan kepengurusan DPP Apkomindo pada 19 September 2011.

Bibit-bibit konflik antara pengusaha Apkomindo Jakarta dengan daerah mulai terkuak pada saat kepemimpinan Henkyanto Tjokroadhiguno pada 2007, di mana untuk mengamakan aset Apkomindo Jakarta, maka dibentuklah Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI). YAI mendapat limpahan aset berupa ruko dan pameran-pameran, diantaranya IndoComtech.

Sejak itu lah, DPP Apkomindo tidak memiliki aset sama sekali. Untuk kemudian YAI mengambil alih penyelenggaraan pameran komputer terbesar di Indonesia, Indocomtech sejak 2007 yang dilanjutkan dengan penyelenggaraan pameran serupa di daerah seperti Yogyakarta dan Surabaya.

Sebelum 2007, selama 15 tahun penyelenggaraan Indocomtech dilakukan oleh Apkomindo yang memosisikan diri sebagai asosiasi, tetapi sejak 2007 mereka menyebut sebagai Yayasan Apkomindo Indonesia.

Persoalan kemudian timbul pada saat YAI juga menggelar pameran komputer seperti Indocomtech di daerah yang otomatis mengambil kue dan lahan dari pengusaha lokal.

Konflik yang seperti api dalam sekam ini memuncak pada 19 September 2011 pada saat DPP Apkomindo akan menggelar Munas Oktober.

Dewan Pertimbangan Pusat (DPA Pusat) yang juga berisi orang-orang dari YAI pun sampai menyewa kantor pengacara Kailimang & Ponto untuk membekukan DPP Apkomindo beserta semua kegiatannya.

Konon, sejumlah anggota Apkomindo, baik di Jakarta maupun di daerah mengeluhkan kemelut tersebut karena dikhawatirkan sangat merugikan anggota Apkomindo, terutama dalam hal kelangsungan program-program kerja dari DPP seperti pameran nasional NIX (National IT Expo) Apkomindo yang terancam hilang karena persiapannya tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Apkomindo juga jadi kurang terlibat dalam menentukan regulasi-regulasi pemerintah yang berkaitan dengan teknologi informasi karena ketidakhadiran pengurus Apkomindo yang berkompeten dan lebih banyak diwakili pihak yayasan.

Menurut pengurus DPP Apkomindo Agustinus Sutandar, pembekuan ini membuat kegiatan di asosiasi praktis terhenti, dan anggota mempertanyakan alasan pembekuan tersebut.

Dalam kepengurusan AiTI, terdapat juga mantan Ketua Umum Apkomindo yang dibekukan Suhanda Wijaya.

Menurut dia, deklarasi AiTI lebih kepada kebutuhan akan asosiasi yang lebih mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku industri TI yang berubah sangat cepat oleh karena itu digunakan nama teknologi informasi, bukan lagi komputer. “Pembentukan AiTI ini tidak ada korelasi sama sekali dengan Apkomindo,” tuturnya.

Sekretaris caretaker Apkomindo Rudi Rusdiah menanggapi dingin seputar pembentukan AiTI tersebut karena pada kenyataannya ada beberapa pihak yang tidak puas dan tidak sabar bikin asosiasi tandingan.

“Apkomindo sendiri jalan terus business as usual dan tetap jalan di bawah caretaker. Akhirnya yang survival of the fittest dan yang memberi maksimum benefit pada anggota. Dari namanya saja sudah tidak menaungi usaha perdagangan dan toko komputer,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia Hidayat Tjokrodjojo malah menyambut baik pembentuka AiTI tersebut.

“Saya kira ini dinamika dan semangat dari perkembangan positif industri ICT. Perusahaan saya sendiri juga mau jadi anggotanya,” ujarnya.

http://www.bisnis.com/articles/asosiasi-pengusaha-komputer-akhirnya-pecah

Sumber : BISNIS.COM

 





loading.. loading.. loading..