Journalism Database & Technology  
 
 
News & Opinions | tips

Monday, August 08, 2016       20:12 WIB
6 Langkah Untuk Berivestasi Dengan Mengandalkan Dividen
Berinvestasi di saham yang menghasilkan dividen adalah salah satu cara strategis untuk membentuk aliran pendapatan yang dapat diandalkan dan membangun kemakmuran. Meskipun investor mengambil risiko yang lebih tinggi, tapi ada potensi untuk menghasilkan penerimaan yang lebih besar.

Agar berhasil dalam menerapkan stratagi ini, Anda perlu memahami sejumlah prinsip dasar yang harus diperhatikan ketika berinvestasi dengan mengandalkan deviden.

1.   Memilih kualitas ketimbang kuantitas

Salah satu hal yang sangat dipertimbangkan investor ketika memilih investasi adalah dividen yang dihasilkan. Semakin tinggi dividen, semakin baik pendapatan yang diterima. Jika saham yang Anda miliki saat ini tidak dapat memberikan dividen secara berkelanjutan dalam jangka panjang, maka kemampuan saham uitu untuk membayarkan dividen akan lebih cepat mengering. Fluktuasi pasar akan berpengaruh langsung terhadap pembayaran dividen.

Memilih investasi yang menawarkan stabilitas bisa berarti mengorbankan asejumlah tertentu pendapatan yield dalam jangka pendek, namun hasil akhirnya bisa lebih baik, terutama bagi investor yang lebih menyukai pendekatan beli dan tahuan (buy and hold). Pendapatan yang dihasilkan dari dividen saham berisiko rendah mungkin lebih sedikit, namun cenderung lebih dapat diandalkan sepanjang waktu.

2.   Setia pada perusahaan yang mapan

Pasar saham bergerak dalam suatu siklus dan mempunyai tendensi untuk berulang kembali. Ketika memilih investasi dengan mengandalkan dividen, tak ada alat ukur yang lebih baik dibanding kinerja saham di masa lalu. Lebih spesifik lagi, investor perlu menetapkan target pada perusahaan-perusahan yang sudah mempunyai status “aristokrat dividen”.

Yang dimaksud adalah sejumlah perusahaan mapan yang secara konsisten meningkatkan pembayaran dividen kepada investor selama puluhan tahun. Brand mereka dapat dengan mudah dikenali dan menghasilkan arus kas yang mantap dengan kecenderungan tinggi untuk terus berlanjut di masa yang akan datang.

3.   Memperhatikan potensi pertumbuhan

Meskipun beberapa perusahaan baru dapat membayar dividen dengan nilai yang mengesankan, investor sebaiknya tidak begitu saja mengikuti arus tanpa riset sebelumnya. Selain memperhatikan pendapatan di masa lalu dan saat ini, penting juga untuk memperhatikan potensi perusahaan itu di masa depan untuk meningkatkan pembayaran dividen.

Ada perbedaan penting antara berinvestasi pada pertumbuhan dan berinvestasi pada nilai. Dengan berinvestasi pada pertumbuhan, dan bukan berfokus pada transaksi saham saat ini, Anda akan memperhatikan proyeksi pertumbuhan jangka panjang untuk mengukur sejah mana keuntungan yang dapat dihasilkan dari dividen.

4.   Berhati-hati dengan payout ratio

Rasio pembayaran dividen (payout ratio) suatu perusahaan dapat mengungkap tingkat keamanan berinvestasi di perusahaan tersebut. Rasio tersebut menyatakan kepada investor tidak hanya besarnya dividen yang dibayarkan kepada pemilik saham, tetapi juga seberapa banyak pendapatan yang dapat ditahan perusahaan.

Jika Anda menemukan saham dengan dividen yang tinggi, namun perusahaan itu membayarkan sebagian pendapatannya kepada investor dalam persentase yang tinggi, inilah sinyal untuk lebih berhati-hati. Jika perusahaan mengalami penurunan aliran pendapatan, jumlah dividen yang akan Anda terima akan terpangkas dalam jumlah besar.  

5.   Mencampur aset

Ada argumen kuat untuk mengosentrasikan aset pada sejumlah saham saja atau ditargetkan secara spesifik pada sektor tertentu.  Jika perusahaan atau industri yang Anda targetkan secara khusus mempunyai rekam jejak yang luar biasa, ini merupakan pertanda baik akan perolehan dividen di masa mendatang. Namun di lain pihak, kondisi ini bisa menjadi problematik ketika kondisi pasar menurun.

Penyebaran aset ke berbagai investasi yang membayarkan dividen, akan menambah keragaman kepemilikan saham, dan memungkinkan Nada untuk meminimalkan risiko. Ketika dividen di satu sektor menurun, kerugian yang terjadi tidak akan menjadi sangat besar jika portofolio saham Anda masih terus memberikan hasil.

6.   Memahami kapan harus bertahan atau keluar

Warren Buffet sangat meyakini untuk memandang jauh ke depan ketika berinvestasi, dan sebagai investor yang cerdas, dia tahu kapan harus keluar ketika merugi. Dengan dividen saham, ada garis tegas antara menunggu hasil investasi dan menggantung terlalu lama.

Mudah sekali membuat kesalahan ketika membeli saham yang terlihat akan bernilai tinggi. Masalahnya akan muncul ketika perusahaan itu gagal mencapai pertumbuhan. Mampu untuk mengenali kapan sebuah saham mulai tenggelam, sangatlah vital. Anda juga harus mengetahui kapan untuk mengambil tindakan dan kapan untuk duduk manis.  

Kesimpulan

Dengan pendekatan yang tepat, berinvestasi dengan mengandalkan dividen dapat memperoleh hasil eksponensial dari nilai portofolio investor. Kuncinya adalah mengetahui bagaimana cara mengevaluasi saham untuk mencari saham yang menawarkan hasil terbesar dengan meminimalkan risiko, serta mempertahankan keragaman.

Tidak ada cara mudah atau bermain sulap, tapi dengan mengikuti petunjuk yang ada, investor akan bisa dalam memposisikan dirinya untuk mencapai sukse yang maksimal.

Sumber : Investopedia.com


 





loading.. loading.. loading..